icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Layak Menderita

Bab 4 Selina mengulang pertanyaan Rafael

Jumlah Kata:498    |    Dirilis Pada: 18/03/2025

pria itu yang masih terduduk di kursi rodanya. Cahaya bu

elina mengulang pertanyaan Rafael, nadanya datar

nyataannya, kesepian adalah teman lamanya. Ia telah mengenal perasaan itu sejak lama-sejak ibunya meninggal, seja

k menunjukkan kelemaha

ela. "Kau seharusnya sudah terbiasa dengan kesendirian, Raf

sulit diterka. Lalu, dengan suara rendah, ia berkata,

ina tera

njebak seseorang untuk menikah dengannya, ia tidak menghanc

ata-kata Rafael m

e arah taman yang gelap di luar jendela. "Jan

ejekan seperti biasanya. Ada sesuatu yang berb

tetap seperti ini

a men

maksu

hanya terus menatapnya, se

k membuat Selina m

ta Rafael mengganggu pikirannya lebih lama. Namun, saat i

ikmati kemenanganmu

dadanya tiba-tiba terasa b

tu, sesuatu m

ali penuh atas situasi, kini mulai menyadar

pis datang, membantunya bergerak sedikit demi sedikit. Selina tidak peduli pada awalnya-baginya, R

ndapatkan kemba

totnya yang sempat melemah mulai kembali terbentuk

hatinya diliputi kecemasan

ndengar sesuatu yang

aku bisa berjalan lagi," kata Rafael dengan

doknya erat. "Bagus un

, mempelajari ekspresinya. "

ada ketegangan dalam suarany

ab. "Karena kau tahu begitu aku bisa

lina berde

Rafael

sa bahwa kemenangan yang selama in

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Layak Menderita
Kau Layak Menderita
“Selina tak pernah membayangkan hidupnya akan hancur oleh pria yang kini menjadi suaminya-Rafael Donovan. Lelaki itu, dengan segala tipu muslihatnya, menjebaknya ke dalam pernikahan yang tak pernah ia inginkan. Namun, ketika Rafael mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh, Selina menganggap itu sebagai karma yang pantas. Ia tak punya niat untuk merawat pria yang telah menghancurkan hidupnya. Justru, ia memilih untuk tinggal hanya demi satu alasan-membalas dendam. Keluarga Rafael yang dulu begitu membanggakan putra mereka kini lepas tangan, dan Selina melihat itu sebagai kesempatan. Harta lelaki itu tak seharusnya dibiarkan sia-sia. Namun semakin lama ia berada di sisinya, semakin ia melihat sisi lain Rafael-kesepian, penyesalan, dan luka yang tersembunyi di balik arogansinya. Semakin ia berusaha menyakitinya, semakin hatinya sendiri tersiksa. Apakah ini benar-benar kebencian, atau ada sesuatu yang jauh lebih dalam yang tak bisa ia kendalikan?”