icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Pelarian Cinta

Bab 2 Part 02

Jumlah Kata:1361    |    Dirilis Pada: 04/03/2025

n.....Di rumah o

la-mula Sekar masih mema

a kosong melompong, lalu ia be

andi itu, Cinta

ah dan membuka semua pintu kamar di r

kang, sudah ia cari. Tetapi,

.!" Makin lama panggi

duli lagi dengan kain yang melilit kedua kakinya. Diangkatnya ka

dua itu ia periksa, dibuka dan ditutup kembal

ini Sekar menjeri

ngan panik seakan ingin melompat saja,

n jas lengkap, terlihat t

egitu, Ma?" tanya pramud

ar kalang kabut. "Cint

g....? Bagaimana bisa kabur? Bukankah semua pintu dan jendel

olan, para tahanan sering

Sekar

e rahasia, supaya maling tidak bisa menggasak habis barang-barang berharga!" sindir

ekar kalap. "Ternyata di dalam rumah send

inggang. Ia mengawasi satu persatu orang-

ta melarikan diri?" bent

, Ma." ejek Pramudya mencibir. "Tidak akan pernah

kar. Mereka ikut terkejut dengan kekacauan yang

saling menuduh, s

iap kali terjadi kericuhan? Sem

ng seperti lebah, ber

ngan. "Cukup saya saja yang bekerja pakai mulut di rumah ini! Tapi kalian.... Pakai tangan

di, Bu." lapor satpam dengan kepala

obol brangkas uang dan perhiasan Sekar, padahal seharusny

han?!" pekik Sekar j

sama ibu dan bapak." sahut

a orang di dalam mobil itu! Jangan-jangan kau malah tidak pernah bisa membedakan o

opoh-gopoh da

udya melerai. "Berhentila

a suaminya, seperti mendapat tempat untuk

ik siap untuk

ar berang. "Diriku sendiri? Selalu aku yang men

n membantah supaya emosi Sekar ist

Se

ini usiaku 47 tahun, istri dari Pra

enikahan perak. Kami berdua dikaruniai 3 orang

puan kedua kami beri nama Jelita Sukmawati Pramudya, dan

ma menantu perempuanku dan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki

o Ruslan teman satu kampusnya dulu dan juga anak dari kolega bisnis suamiku, sekarang

ungsuku yang sangat kukasihi,

endengar pengakuan Cinta bahwa ia hamil, pada

ukai pacarnya Cinta, pria muda yang bernama Robi Hermawan terlihat m

tidak serta merta menikahkan Cinta anakku dengan Robi melainkan aku ingin menikahkan Cinta dengan anak rekanan bisnisku yang sudah mapan. Aku

uh hati pada Cinta sejak anakku masih SMA. Bahkan, ia tidak mempermasalahkan

i dengan kenyataan, Cinta nekat kabur da

alagi kalau kejadiannya seperti ini, tetapi aku juga tidak bisa menyalahkan keputusan yang i

sewot dan marah sama

sudah kacau balau sejak lama, Pa!

nyinyir suamiku. Padahal aku melakukan ini semua, unt

wanita bertangan besi, perfeksionis dan tidak mau di

it dalam kehidupan rumah tangga kami, hi

iaku baru 19 tahun sedangkan mas Pramudya

ncintai dan sudah berpacaran selama 3

berniat menjodohkan kami berdua, dan mungkin karena kami sama-sama saling menyukai membuat mereka sema

Adi Pratama, putra tunggal Notonegoro dan

eruskan usaha papanya. Perusahaan yang bergerak dibi

erintah dalam hal ekspor kayu dan penebangan hutan yang mesti memerlukan banyak biaya dan proses yang panjang seh

ang saat ini kami tempati, rumah pemberian papaku saat ka

ng anak. Putra sulungku Prima sudah berusia

ratapi bencana yang menimpanya, seperti ke

kut gagal lagi, padahal papaku mau membantunya memberikan modal

ala rumah tangga. Aku banting tulang mencari peng

berjaya sebagai pemilik perusahaan, yang selalu kuke

l dan status sosialku sebaga

a bantuan modal sama papaku, te

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Pelarian Cinta
Gairah Pelarian Cinta
“Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".”