icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gairah Pelarian Cinta

Gairah Pelarian Cinta

Penulis: Juliana
icon

Bab 1 Part 01

Jumlah Kata:1128    |    Dirilis Pada: 04/03/2025

ndah yang bermakna

gambaran rasa, ba

iptakan Sang Pencipta

manusia untuk hidup berpasang-pasangan, manusia bisa hidup bahagia

gadis cantik berusia 21 tahun yang bernama

dengan seorang lelaki berusia

stu orang tua Cinta. Dan percintaan mereka s

ya, dengan lelaki yang tidak ia kenal apal

ngan berpakaian gaun untuk acara akad n

bil limousin yang akan mengantark

entu membuat heb

sah Cinta se

sahnya di bawah i

/

rmin di hadapannya memang tidak bisa berbohong. Ia tampak

anggun, memukau

ngan indah di tubuhnya yang tinggi semampai,

ggungnya yang ramping semakin langsing karena dibelit sta

enamaan yang dikenakannya itu. Brokat sutranya dikirim langsung dari Pari

wah dan g

tulis dengan tekhnik melukis yang rapi dan halus. Warnanya senada dengan kebayan

lau membuat raut wajah Cint

a, dan cant

pi dengan kembang goyang yang disematkan di antara sasakan ra

elangkah ke pelaminan dan bersanding di mahligai. Tapi, di ha

di dalam kamar ini. H

nding dengan resah. Dua jam lagi akad n

sah menjadi istri Fredy Mulyadi. Pr

yang dipakainya, sanggulnya, dan untaian melatinya

k selamanya. Ia harus kabur membebaskan diri atau terpasung

inggalkan Cinta. Par

h mengusik Cinta, agar ia merasa nyaman dan tenteram. Ibunya ingin Cinta menyiapkan diri sebaik-baikny

p dan didekor menjadi kamar pengantin yang indah. Rangkaian bunga segar dan

lahan-lahan ia membuka pintu, dan melon

sendiri dan keluar-masuk kamar masing-masing. Mereka repot mempersiapkan p

ari dua lantai memang besar dan meg

abat yang menginap di sini, untuk m

, terburu-buru seperti berpacu dengan waktu. Perhatian m

langkah ke luar kamar. Mereka hanya me

melintasi ruang tengah, meskipun di da

gkin agar gerak-geriknya tidak menimbu

i ruang depan dan meny

ikan tidak ada seorang pun yang mengamati d

anak-anak tangga di beranda yang bersamb

uah limousin sewaan yang

di bagian depan kap mesin denga

ng siap mengantark

rlihat menunggu dengan

tahun, berwajah

an dasi kupu-kupu, sekilas

etis sangat mengesankan. Tampan bag

empat mengagumi ke

Cinta langsung menerob

sampai meno

il dengan tidak sabar, membuat pemuda i

a memerintah pemuda itu d

ak?" tanya pe

k ke belakang kar

ggu? Saya calon penganti

jawab pemuda itu b

dari ujung rambut hingga uju

bak didampingi pen

. "Kau dibayar untuk mengantarkan

ggung. "Berdasarkan jadwal, kita h

idak mau berangkat juga, saya pergi naik taksi saja! Percuma membayar

nyesal, sambil menunduk. "Saya h

emprot Cinta emosi. "Tutup mu

menyalakan mesin dan

nderu pergi dari perkarangan

spion dengan takut-takut. "Apakah.... Apakah

akan ke masjid?"

hnya yang tercenung, menatap Cinta

kaget. "Mau ke mana

n dada turun naik. "Ke rumahmu! Ke

tertahankan lagi. Tangis y

kata. "Asalkan aku tidak perlu melang

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Pelarian Cinta
Gairah Pelarian Cinta
“Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".”