icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Penulis: Juliana
icon

Bab 1 Part 01. Digenjot Nikmat Ustadz Mesum

Jumlah Kata:1369    |    Dirilis Pada: 04/03/2025

t dari pengadilan agama tentang gugatan cerai dari istrinya. Seminggu lagi jadwal sidang tersebut. Apa dia harus datang? Sebenarnya, semuanya sudah diketahui bahwa

orang tuanya. Dengan berbekal tekad untuk menjalin keluarga sakinah mawadah warahmah hingga akhir hayat. Rasanya sungguh ini adalah kekecewaan yang me

bagaimana dengan anak mereka? Bagaimana dengan Khalil? Dia masih kecil. Tidak mungkin Arief akan membiarkan bocah itu tinggal dengan istri tukang selingkuh itu. Tidak mungk

la hingga yakin sudah dikunci. Di atas ranjang, tampak anak semata wayangnya sedang tidur pulas memeluk guling. Dilihatnya jam dinding yang su

kasi itu bisa memberitahu letak posisi terakhir seseorang. Dia tidak terkejut dengan hasil yang akan dia peroleh saat melacak pos

onal. Arief hanya tersenyum sinis. Dia tangkap screenshot layarnya, setelah itu dia coba untuk memanggil

ikum," sapa istrin

Arief sudah membayangkan yang tidak-tidak.

rima suratnya

kejadiannya benar-benar tiba-tiba dan mendadak berhenti. Suar

tanya

bulat ing

ya

alasa

segalanya. Lagipula... sam..pai... sekarang mas juga belum bisa memberikan ....apa yang aku ....ing

yang bisa ditipu begitu saja. Arief menghela napas perlahan-lahan untuk mere

nah. "Ahhh..." terden

di di sana seperti apa, jadi tak perlu dia bertanya. "

erti baru saja lari marathon. "Sedang angkat-angkat tadi. Kalau i

tanya Arief s

as itu sudah seabrek. Umi juga kan yang akhirnya cari duit sana sini? Umi juga yang kerja sudah tiga bulan Umi menutupi

tiap hari ke kantor nggak bawa uang dan nahan lapar sampai pulang ke rumah. Itu pun di

ri kerja pagi sampai malam, trus capek

u sakit, akulah yang merawat. Akulah yang menahan lapar sebelum aku melihat kalian makan aku t

Mas kira aku tidak tahu? Mas masih suka ama dia kan? ngaku saja! Mas begitu baik ama dia, tapi sa

idak cerita ke istrinya, tapi itu bukan alasan yang sebenarnya. Arief sud

Khalil nanti hidup tanpa keber

ta cerai dengan baik-baik. Hak asuh biar Khalil yang memilihnya nanti kalau sudah cukup um

li lagi, "ini pertanyaan terkahirku. Sebab, setelah ini ka

sud

"makanya, aku bertanya kepadamu, kau s

bulat. Tidak ada yang a

sudah memikirkan

"daripada kita saling menyak

hnya. Salam kepada ustadz Tholib di situ

f telah menutup teleponnya. Arief tersenyum sinis. Dik

pun sementara itu di sebelahnya ada seseorang yang tadi disebut oleh suaminya, ustadz Thalib. Guru pengajian mereka

khawatir. Dia buru-buru pergi ke kamar mandi yang ada di kamar hotel untuk membersihkan dirinya dari

?" tanya

ingkuh," jawab Jannah yang saat i

agus

na? Dia tahu k

uh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-o

kati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya

mikirin masalah i

imu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas p

ustadz...ahh...!"

an sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaa

kmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tida

natan terbesar bagi Arief. Dan ini adala

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Membalas Penkhianatan Istriku
Membalas Penkhianatan Istriku
“"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.”