icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 7 Apartemen Bella

Jumlah Kata:1539    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

wa, dari dalam tasnya. Menempelkan benda tersebut pada bagian sensor. Bunyi khas dari kunci ya

ala seolah menyuruh Sheilla masuk lebih dulu. Dia menyimpan ponsel ke dalam saku celana sebelum

esekali dia melirik Sheilla yang tengah memeriksa barang-barang milik sepupunya. Laci, lemari, sampai bawah t

erada. Kekasihnya itu duduk di single sofa tak jauh dari ranjan

ng a

alisnya terangkat naik. Menatap Shella yang malah menggeleng-gelengkan kepala. Langkah Jefri seret mendekat ke lemari es, membuka benda setinggi satu setengah meter itu. Di dalamnya, hanya ada be

ia temukan ke dekat Sheilla. Gadis itu baru

taruh di atas meja-di ruang tengah. Sheilla mengambil satu botol air tersebut. Kerongkon

sibuk mengunyah makanan yang ada di tangannya. Sesekali dia menyo

n Bella 'ngemil' begini? Setahu Sheilla, kakak sepupunya itu amat sangat menghindari jenis makan

dulu tapi. Makan ini gak ngenyangin." Jefri m

as makannya, Jef," ujar Sheilla seraya

Sheilla saat gadis itu membungkuk. Jefri meneguk saliva. Tanpa berpikir

Apaan, s

ia

nar adanya, suara Jefri terdengar be

Alis Jefri t

hanya gagal sebab tangan kekasihnya itu melingkar posesif di pinggangnya.

am tertahan. Sheilla selalu saja se

esra sama kamu di apartemen kak Bella. Aku ke sini b

kemasan alat pengaman alias k*nd*m pada Sheilla. "Kalau ini pengala

! Apaan kamu, tuh. Dari mana cob

meng

gak akan ma

lumayan ini." Jefri memasukkan lagi benda

il hendak berlalu. Tapi, ta

, Beiby,

i sambil memaksakan senyumnya. Sejurus kemudian

sendiri, tapi percuma, Sheilla sudah beranjak me

*

ia tahu Sheilla di apartemen bersama seorang laki-laki. Jefri, nama itu lolos dari bibir Sheilla kemarin-seusai Nar

aya, SHEILLA!" Narendra bangkit. Emosi yang semula dia tahan-tahan, meluap juga. Narendra menend

lang dia embuskan karbondioksida dari mulut. Berharap

sebuah ruangan dengan dua sejoli. Membayangkannya membuat darah dia mend

ya yang mengawasi Sheilla. Segera dia buka gambar berdurasi kurang dari 10 menit itu. S

asih memperhatikan. Sekali lagi, dia tidak bodoh untuk bisa melihat ekspresi pemuda yang sed

*ngs

wati kamera-yang entah bagaimana anak buah Narendra meng

akanya kamu nolak aku." Suara Jefri berbaur dengan bunyi sepatu,

rpikir seperti itu?" Dia menggeleng tidak percaya. "Kamu tahu

pa kamu gak mau

yolah, cinta gak harus diekspresikan lewat sentuhan." Dia ha

cinta sama si Narendra

k akan repot-repot cari Kak Bella kayak gini, Jefri. Tinggal aku nikmati posisiku sekarang." Sheilla hampir menangis akibat menahan segala

yang," lirih Jefri. Bersamaan dengan kalimat pemuda it

lam keadaan marah pun, Sheilla masih menyebutkan namanya dengan

*

antas dia sebut rumah? Meskipun besar, semua fasilitas tersedia, nyatanya, Sheilla tetap sa

Takut banget aku tahu rumah suami kamu, Shei." Komentar sinis Jefri begitu ti

mengeratkan pelukan pada bantal guling

Bella. Foto kemeja laki-laki, parfum, sampai sandal rumahan pun milik laki-laki. "Semua ini punya siapa, ya? Kak Nare

li ini dia masukkan benda pipih itu ke dalam tas. Sheilla beranjak membuka benda akses keluar m

. Alma merangsek masuk ke dalam kamar yang Sheilla tempati. "Tadi ... waktu Sheilla datang, kata bibi

mu sudah bukan anggota rumah ini lagi. Gak baik datang ke rumah o

tika membeku. Dia seolah tidak perc

a baju banyak kemarin. Alasannya apa, yang pasti kamu akan tinggal di sana dan seharusnya bersikaplah selayaknya orang pindah tempat ting

dilihatnya, Sheilla masih be

ira datang. Satu lagi ... saya gak mau anak bulu k

yang dipeliharanya sejak 5 bulan terakhir. Setelah mengemasi pakaiannya, Sheilla segera kelu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”