icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 6 Langkah Pertama Sheilla mencari Bella

Jumlah Kata:1441    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

gok ke bawah, lumayan juga turun dua lantai, hampir seperti naik ke ruangan kelas di Un

an tarikan napasnya. Rumah sebesar ini sepi sekali, batinnya. Hanya ada lalu-lalan

kaknya-Dina Hasan-berlari ke arah Sheilla. Memelu

menyambut. "Si can

-kabur lagi, bunda capek, ni

putrinya. Sheilla tersenyum, mengerti

, pantesan ada yang bau!" serunya menggoda gadis berambut kriwil tersebut. Dhara menyengir k

antenya seperti itu, lho. Kamu b

ra semakin erat memeluk leher Sheilla.

! Itu kamu masih

jongkok, Sheilla lantas berdiri membawa serta gadis 5 tahun itu dalam

akin erat memeluk leher Sheilla. "Turunin, Shei. Dhara

Mbak. Dhara ga

erus saja menempel. Padahal, Sheilla baru kemarin datang. Rupa

an orang lain. Bahkan dengan tunangan atau mantan-mantan Naren

kan lidah ke arah Dina. "Tante mau ke mana?" Beralih lagi pada Shei

g, Sayang,"

gai respon dari pertanyaan berikutnya. "Bukan

ayan pegal juga punggungnya, padahal hanya sebentar. Sheilla mengambil kembali beberapa buku yang sebelumnya dia letakkan di anak tangga t

apa?" tanya

gan putri semata wayangnya yang mulai cerewet itu. "Mandi dulu, yuk! Nanti bund

l memperlihatkan deretan gigi ke

ngkat sekarang, Shei?" Kemudian beralih p

bak. Sheilla a

agi

Ada yang mau aku ambi

mput bibi pengasuhnya. "Mandi yang bersih, ya, Nak," uc

ante ... maksud aku, Mama sama Papa masih belum

erangkat

l, M

Dina mengekor hin

unggu di depan." Sheilla melihat layar gawai yan

arendra turun ke lantai satu bersama asist

harus berangkat sekar

apa yang kukatak

k, T

arendra pergi mengikuti Sheill

*

ng, ojol pesanannya sudah menunggu. Pengendara s

eilla?" tanyanya. Helm tak se

menunjukkan layar ponselnya berada dalam aplikasi hijau. Tit

orderan dari rumah semegah ini?" Aban

tertawa. "Ay

lakang. "Kita ke titik pertama dulu, ya, Bang ojol. Nanti dari sana saya or

kendaraan yang ditungganginya hanya butuh kurang dari satu jam untuk sampai ke rumah Wira. Dia turun dan meminta ojol

k. Gak la

gak,

umah yang sebelumnya tetap saja itu bikin heran. Pemilik hunian seperti di hadapanny

nggal di kamar Bella. Terakhir sebelum peristiwa pernikahan terjadi, malam harinya Sheilla masih meneman

saya udah

ol mengangsurkan lagi helm untuk dipakai

Kenapa mu

ntar pengendara ojol tersebut saat

Sheilla menjawab sekenanya t

*

eilla. Gadis itu melambaikan tangan. "Ini helm-nya. Ini ongkos s

sama,

Jefri lebih dulu

gak marah saat lihat kamu n

ali dijelaskan pun statusnya kini memang sudah j

u gak telat. Memangnya kamu bisa nol

. nggak

rti itu. Mana mungkin Sheilla berani membantah om serta tantenya. Setah

r berlalu. "Aku tau, aku salah. Pernikahan ini hanya sampai Ka

lama seolah meragukan ucap

, lagi curiga kal

arnya

tu aku gak?" tanya Sheilla tanpa menjelaskan

u ...

Kak

gi sendiri, ya, gak mau nikah sama Narend

nya pada Jefri. Menarik tangan pemuda itu ke tempat yang lebih sepi. "Justru itu, Kak Naren mencurigakan banget tau, gak? Aku curiga dia sebenarnya tau

a ngejebak

la berdecak. Masuk perangkap Narendra adalah takdir terburuk dalam hidupnya. Well, dia kaya raya, punya segalanya. Tap

Tapi ... alasan, mungkin dia sebenar

Jefri. "Kamu, tuh ... lawak banget. Ya,

Tapi, kamu, tuh, manis. S

di sebelum ke sini, aku mampir ke rumah buat ambil Acces

ayang. Kalau Access card nya aja gak dibaw

knya aku bisa cari petunju

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”