icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 5 Parfum Narendra

Jumlah Kata:1345    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

ulai mengeluarkan beberapa barang dari dalam koper. Baju, sengaja Sheilla tidak membawa te

tu yang sebelah kanan masih ada ruang

kok, Kak. Simpan di

, musti buka-buka koper dulu. Lagian, pakaian segitu cukup? Biasanya perempuan ringkih, banyak banget barang ya

sejenak pada laki-laki tersebut. "Siapa juga ya

pa

lik nama Sheilla Anandita Wijaya itu mendengkus pelan. Kemudi

gangguk. "Se

ahan kesal, Sheilla menunjuk dua pintu bergantian.

ju yang digantung. Kalau mau ada yang di simp

u disimpan kalau kuncinya aja g

a kursinya mendekati nakas, tak jauh dari tempat tidur. Menarik tuas laci, mencari benda yang dibutuhkan Sheilla untuk membuka

gnya. Ruang pada benda yang terbuat dari kayu itu memang koson

ikirkan Sheilla. "Tapi, kalau barang kamu banyak dan gak cukup di situ, masih ada lem

ukan buat aku kali, Kak. Tapi, buat Kak Bella," ucapnya datar. "And, udah lihat sendiri,

mulai terasa akhward dan apa itu tadi? Batin Sheilla. Aku? Sejak kemarin Narendra be

kamu sekarang yang di sini," uca

atas ranjang tanpa merespon ucapan Narendra. Mengambil lagi beberapa keperluan yang dia bawa di dalam tas besar itu.

r-benar harus terjebak de

Mencari tempat yang tepat untuk menyimpannya. Meskipun kamar Narendra luas, tapi setiap sisi seperti suda

jendela. Lagi-lagi seolah paham isi kepala Sheilla. "Kamu nanti b

itu meja kerja

gerjakan pekerjaanku

heilla sembari meletakkan buku-buku di

kamu rusak, ka

dapat logo merk terkenal yang tampak mengkilat. Buah apel bekas gigitan-entah siapa. "Kok ... Kaka

atang saat kamu duduk di teras depan rumah sambil me

dangan dari Narendra. Hingga suaminya itu kem

sedang membicarakan soal benda ini." Sheilla menunjuk lagi laptop

apa,

tau kalau aku yang akan datang

hadapannya. Mungkin Sheilla berpikir semua seperti sudah terenca

u terima. Kecuali, Kakak kasih

amu berpikir aku yang sembu

dibohongi?" Setelah mengatakan i

*

lik benda pipih tersebut baru keluar dari kamar mandi. Sheilla menyeka wajah menggunakan handuk

Lelaki yang semalam berdebat tentang posisi, status, dan tempat tidur itu masih terlelap. Berbagi ran

s dan duduk di kursi yang ada di sana. "Ada apa, Jef?"

dra sebetulnya sudah terjaga. Tepat saat ha

cap Sheilla. Dia mendengarkan dengan seksama apa yang dik

dera pendengarannya me

fri." Suara Sheilla menggeram tertahan. "Udah lah, gimana na

ping parfum milik Narendra. Dia melihat suaminya itu dari cermin denga

rlebihan dalam berhias. Sapuan make-up natural cukup untuknya. Terakh

okoh di dekat hapenya. Sheilla buka penutup dan mencium aroma dari ujung botol tersebut. Y

i sampe tunangan gak mungkin gak ... sekadar pelukan, kan? T

u cowok, tapi ini ... ini baunya beda. Parfum Kak Naren ada berapa?" Sheilla mengedarkan pandangannya ke ata

tiap abis kencan. Aneh banget," gumam Sheilla se

arannya. Dia menoleh pada keberadaan tempat tidur. Narendra su

letakkan botol parfum ke te

minyak wangiku?" ucap Narendra. Ada nada sinis dari k

k pagi. Melihat lagi Narendra yang tidak berhenti menatapnya. "Kenapa? Om Wira sama tante

a. Tapi, apa harus b

, Kak!" Tanpa mendengar lagi respon dari Narend

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”