icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 4 Rumah Suami

Jumlah Kata:1385    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

n, tidak berlaku bagi Sheilla. Gadis itu sudah bertekat untuk membuktikan kecurigaannya pada Narendra. Terlebih, sampai detik ini,

emudi. Sheilla kembali menatap rumah yang sekian tahun dia tempati. Wira serta Alma melambaik

njawab, Sheilla mengulurkan tangannya memijit tombol yang ada

mah om sama tante kamu gak jauh dari rumahku. Kamu bisa main ke sini kapanpun," imbuh

lurus pada jalan yang dilewati. Lalu lintas cukup ramai di pagi menjelang siang ini

lamun apa gimana itu? Saya

eilla keb

fokus gitu

ma lagi kepikira

O

di perhatian Sheilla. Dia me

an? Mikirin gimana saya, gak? Nggak, kan? Saya gak mau bahas dia lagi," pungk

rsebut tahu di mana Bella sekarang. Sheilla menghela napas. Dia pun lantas sama, memili

luas itu berdiri kokoh dengan tiga lantai dan teras di bagian atas. Sheilla menengadah kepala melihat bangunan tersebut. Narendra

atu pelayan menghampiri dan mendorong alat bantu mobilitas yan

iya, Kak. D

ng terparkir di sana. Tentu saja bukan mobil biasa, melainkan kendaraan roda empat-nya pa

ng didominasi tangga, Narendra menggunakan kursi roda, tentu lebih mu

i ... langsung ke kamar Kak

. Ke

ntai b

Pria itu melirik tangan si pelayan yan

a aku gak harus menemui

ri di luar kabin lift itu sungguh berbeda 180 derajat dari Bella. Keputus

dengan siku kanan-kiri menopang pada sisi kursi roda. "Heum

gitu juga," ucapnya terbata. "Maksud aku, tuh, sekalipun mereka bukan mertuaku, ak

bukan tamu, melainkan menantu rumah ini. Dan lagi, aku

?" Sheilla

lur menuju ke lantai dasar rumahnya. "Dari sana, ke sebelah kanan, kamu

ra. Sheilla pun lantas berjalan menuju pintu yang dimaksud, seme

eil

h ketika seseorang mem

? Naren mana?

la menyambut salam Dina. Keduany

ak ikut

gak nyapa pemilik rumah dulu. Om sama tante ada di rumah, Mb

gilnya. Mama sama papa, d

aan, Hasan dan Jenar muncul dari arah belakang Sheill

adis yang menjadi adik iparnya memang tidak seperti tunan

lihat ... istrinya datang nyapa kita

paham. Punya tatakra

ibu mertuanya itu tidak terlalu menyukainya. Tapi, kenapa tidak

ak saya. Jadi, tolong jaga

rang kamu istirahat saja dulu di kamar Naren. Nanti kita makan siang bareng," lanjut ay

kemudian pergi ke kamar

*

k mendapat jawaban. Nomornya tidak tersambung. Alma khawatir dengan keberadaan Bella s

a anak kita satu-satunya. Dia di

ara di teras samping rumah. "Ya ... Papi juga khawatir. Tapi, mau bagaim

anak itu. Ya, begitu, jawaban

nnya kali, ya, Pi? Mungkin

ia lantas meninggalkan istrinya yang ma

patnya, jawabannya sama, tidak satu pun dari mereka mengetahui keberadaan

dikenal yang menelepon ke gawainya. Dia segera mendial i

al

mi

ya. "Bella, Sayang. Kamu di mana

aja, kok, Mi. M

, Sayang. Mam

Bella masih mau di sini. Tapi, Bella bisa minta

g sama mami, apa ya

sama kartu kredit gak bisa dip

dari rumah. Makanya kamu pulang, dong. Kenapa, sih, pake acara kabur-k

u bisa. Bella ditungguin ini

erapa kamunya? Mami

r rekening digital yang disebutkan gadis itu. Namun, Bella tidak memberitahu di mana dia berada meski Alma terus me

bisa apa-apa selain duduk di kursi roda. Itu kenapa Bella per

l. Kamu tahu ...." Sambunga

ya

onselnya yang sudah

a tau tidak kalau Narendra min

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”