icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 8 Perkara Kucing, Buku Nikah, dan Kemeja Biru Muda

Jumlah Kata:1324    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

saja tiba. Sheilla masuk lewat pintu samping menuju baseman. Niat hati h

disimpan asal di sisi lorong menuju ruang tengah. D

tanya Dina begitu Sheilla

tadi ke rumah

-baju

Sheilla. Dia menengok kanan-kiri. Tapi keadaan rumah sepi. Hanya ada sayup-

kan. Untuk Sheilla dan untuk

g aku,

hah? Ku

ru saja hendak mendaratkan bokong pun

a bisa bersin-bersin kalo ada

enerima bahwa dirinya baru saja diusir sang tante, jadi makin lemas mendengar penuturan

an atau nggak." Dina menjelaskan. Setahu dia, Narendra memang tidak memiliki alergi seperti mamanya. Tapi, adiknya itu cenderung tidak su

rendra sejak dia pindah ke lantai paling atas. Kecual

ra. "Kalau Kak Naren gak suka sama kucingku ... aku boleh nempatin kamar lain gak di lantai atas?" Sheilla rasa itu lebih ba

lu. Siapa tau Nar

berani masuk ke kamar Narendra, lalu Bella juga tidak pernah? Batin Sheilla. Per

ngkat. Dia lantas berdiri, he

a itu mengangsurkan sebuah amplop besar berwarna coklat yang sebetulnya sudah Sheilla lihat sejak dia menghampiri. M

ini,

aren. Dari petugas KUA. Buku nikah kalian," uca

uku n

*

Dua buah buku kecil dengan dua warna yang berbeda.

mak

to

serta foto semua sudah identitas dirinya?

dan Kak Naren sah secar

an itu tidak yakin. Tapi ini?" Sheilla menampar deretan namanya di atas kertas putih

ni?" sentaknya pada pria yang tengah dudu

a yang ada di tangannya sejenak. Dia kembali

hi bukannya Bella. Apa-apaan ini? Kita nikah dadakan, tapi nama sam

ru terus membuka halaman demi

il menahan tangis. Kesal, mar

melepas kaca mata yang semula bertengger d

gu reaksi pria yang menikahinya itu, Sheilla kembali ke arah p

heilla dan semua barang

Kak Bella. Aku muak dengan semua ini, tau, gak?" Cerocos Sheilla. "Aku ba

ko,

a justru memanggil kucing k

lla lupa kalau Narendra sering datang ke rumahnya-rumah Wira. Karena statusnya tunangan Bella. Sheilla memejamkan mata, meredam segala emosi yang sempat memuncak. Bagaima

*

s nakas tanpa berniat memeriksa. Dia memutar roda pada kursinya, mendekat

k apa-apa. Pastikan ja

beneran ga

ah-marah pada pria yang kini tengah menatapnya. Nar

n, kan?" Narendra turut

gu. "Ada tempatnya khusus buat buang air, semoga,

lagi setelahnya. Pastikan gak ada bulu dia yang

belum akhirnya Sheilla kem

a.

aa

nt

Shei tadi

Baru kali ini dia mendengar Sheilla sampai semarah itu. "Saya tau kamu pasti bingung dengan semua ya

engaja banget, ya, bua

um saatnya kamu tau." Kalimat si

lum akhirnya, Sheilla paham. Dia segera memasukkan Chiko ke dalam kandang dan menyimpannya di poj

ng bisa bibi bantu?" Salah satu ART yang datang segera bertanya.

ja yang mau!" Narendra menunjuk onggokan barang

bahkan hanya dihadiri keluarga Narendra, dan beberapa tamu Wira saja. Seperti sudah diatur, bahkan acara seorang yang notabene memiliki usah

p sedemikian rupa ha

sudah membawa apa yang tuan mudanya perintah

rnanya," jawab Na

da. Bukannya Kak Naren punya yang seperti ini juga?

i kemeja seperti itu

bibir. Mamp*s! Apa dia harus banget bilang ke suaminya

, Bi. Bawa aja!" Mengalihkan. Sheilla be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”