saja tiba. Sheilla masuk lewat pintu samping menuju baseman. Niat hati h
disimpan asal di sisi lorong menuju ruang tengah. D
tanya Dina begitu Sheilla
tadi ke rumah
-baju
Sheilla. Dia menengok kanan-kiri. Tapi keadaan rumah sepi. Hanya ada sayup-
kan. Untuk Sheilla dan untuk
g aku,
hah? Ku
ru saja hendak mendaratkan bokong pun
a bisa bersin-bersin kalo ada
enerima bahwa dirinya baru saja diusir sang tante, jadi makin lemas mendengar penuturan
an atau nggak." Dina menjelaskan. Setahu dia, Narendra memang tidak memiliki alergi seperti mamanya. Tapi, adiknya itu cenderung tidak su
rendra sejak dia pindah ke lantai paling atas. Kecual
ra. "Kalau Kak Naren gak suka sama kucingku ... aku boleh nempatin kamar lain gak di lantai atas?" Sheilla rasa itu lebih ba
lu. Siapa tau Nar
berani masuk ke kamar Narendra, lalu Bella juga tidak pernah? Batin Sheilla. Per
ngkat. Dia lantas berdiri, he
a itu mengangsurkan sebuah amplop besar berwarna coklat yang sebetulnya sudah Sheilla lihat sejak dia menghampiri. M
ini,
aren. Dari petugas KUA. Buku nikah kalian," uca
uku n
*
Dua buah buku kecil dengan dua warna yang berbeda.
mak
to
serta foto semua sudah identitas dirinya?
dan Kak Naren sah secar
an itu tidak yakin. Tapi ini?" Sheilla menampar deretan namanya di atas kertas putih
ni?" sentaknya pada pria yang tengah dudu
a yang ada di tangannya sejenak. Dia kembali
hi bukannya Bella. Apa-apaan ini? Kita nikah dadakan, tapi nama sam
ru terus membuka halaman demi
il menahan tangis. Kesal, mar
melepas kaca mata yang semula bertengger d
gu reaksi pria yang menikahinya itu, Sheilla kembali ke arah p
heilla dan semua barang
Kak Bella. Aku muak dengan semua ini, tau, gak?" Cerocos Sheilla. "Aku ba
ko,
a justru memanggil kucing k
lla lupa kalau Narendra sering datang ke rumahnya-rumah Wira. Karena statusnya tunangan Bella. Sheilla memejamkan mata, meredam segala emosi yang sempat memuncak. Bagaima
*
s nakas tanpa berniat memeriksa. Dia memutar roda pada kursinya, mendekat
k apa-apa. Pastikan ja
beneran ga
ah-marah pada pria yang kini tengah menatapnya. Nar
n, kan?" Narendra turut
gu. "Ada tempatnya khusus buat buang air, semoga,
lagi setelahnya. Pastikan gak ada bulu dia yang
belum akhirnya Sheilla kem
a.
aa
nt
Shei tadi
Baru kali ini dia mendengar Sheilla sampai semarah itu. "Saya tau kamu pasti bingung dengan semua ya
engaja banget, ya, bua
um saatnya kamu tau." Kalimat si
lum akhirnya, Sheilla paham. Dia segera memasukkan Chiko ke dalam kandang dan menyimpannya di poj
ng bisa bibi bantu?" Salah satu ART yang datang segera bertanya.
ja yang mau!" Narendra menunjuk onggokan barang
bahkan hanya dihadiri keluarga Narendra, dan beberapa tamu Wira saja. Seperti sudah diatur, bahkan acara seorang yang notabene memiliki usah
p sedemikian rupa ha
sudah membawa apa yang tuan mudanya perintah
rnanya," jawab Na
da. Bukannya Kak Naren punya yang seperti ini juga?
i kemeja seperti itu
bibir. Mamp*s! Apa dia harus banget bilang ke suaminya
, Bi. Bawa aja!" Mengalihkan. Sheilla be
/0/23007/coverbig.jpg?v=a12517b3d9f4d9c745f941cc673b7dc0&imageMogr2/format/webp)