icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekadar Figuran

Bab 2 Hari Pernikahan

Jumlah Kata:1256    |    Dirilis Pada: 02/03/2025

mun begitu, Sheilla masih duduk diam di depan cermin. Memandangi pantulan dirinya yang disulap MUA. Selama itu pula, pikirannya bercabang. Apa keputusanny

dua kali lebih cepat dari keadaan

ng sudah

angka sembilan. Tamu undangan pasti telah datang lebih banyak dari yang Sheilla lihat sebelum d

ata rias yang tadi-saat Sheilla didandani-tak henti-henti memuji. "Kakak-nya

aan napas berat, langkah pertama dia ambil. Matanya terpejam bebe

biasa, nanti juga hilang

a bisa aja," uc

a pun lantas menoleh. Ada Alma di a

gimana? Beneran gak masalah kalo Sh

gantikan kakakmu itu kalau buk

ri keluarga Narendra menentang ini, maka sudah dipastikan dia akan bebas. Sheilla menghela napa

ikah, kok, masih bawa-bawa hape. Bia

an di detik akhir itu? Rasanya

kemudian menyeret kakinya hingga ke tempat akad akan dilangsungkan. Dapat gadis itu lihat Naren

g akan menikahi Sheilla itu datar saja seolah sedang tidak ter

sekali menyebutkan namanya. Padahal yang seharusnya dia nikahi itu Bella. Beberapa hari terakhir ten

adis bernama Sheilla Anandita berstatuskan istri. Gadis itu menyeka

eil

han akhirnya lolos juga. "Jefri,"-kekasihnya itu-terla

*

e kapan?" Suara Nerendra mengin

jut Narendra. Pemuda itu sudah menanggalka

h akibat menangis terlalu lama, me

sa terlihat jelas di cermin. "Ini kamarmu dan saya tidak tahu harus dengan cara apa untuk bisa membersi

nyaannya. Sisir, rangkaian skincare dan juga makeup. "Kalau bukan karena dia itu gak bisa jala

pake lupa lagi. Aku lagi haid, tadi pagi buru-buru. Untung Kak Naren belum ke kamar mandi." Dia

sabun, sikat gigi, dan handuk baru untuk pemuda yang saat ini justru tengah sibuk dengan ponsel

n. Semuanya s

sebab Narendra menyebutkanny

kamar mandi. Meletakkan handuk, sabun, dan sikat gigi baru di samping bak. "Apa maksud ucapan Kak Naren, ya? Kalau

tup mengalihkan lamunan Sheilla. Dia berbalik d

heilla. Bisa say

dengkus. "Ya. Tuh, sabun, sikat, handuk. Udah si

alam keadaan marah, gadis di h

ting, ya, Kak? Dit

ada gantinya," sah

h .

ggu! Mau

an Narendra di dalam bilik ma

Cuman ... gak tau ditaru

d tidak dia temukan di kamar. "Mau mandi aja ribet," gerutunya. Sheilla kembali setelah menemukan tas Naren

ei putih dengan taburan kelopak mawar. Hal yang wajar, karena memang itulah yang seharusnya terjadi. Kenyataannya, yang ada sekarang hanya sebuah kesalahan.

la menjerit melih

napa udah mulai mandi bukannya nunggu baju gan

gerah. Taro aja di situ baju

mer, tepat di samping wastafel vessel tempat membasuh wajah, gosok gigi, atau sekadar mencuci tangan. Sangking gugupnya, di tambah Sheil

luar lagi dari bak buat bukai

buk memunguti wadah berisi pasta gigi dan sikat yang biasa dia gunakan. Setel

ang ganjil. "Tapi, kok ... Kak Naren bisa masuk bathtub tanpa bantuan? Dia i

n lagi, gak? Kalau nggak, aku m

um

kak gak butuh bantuan. Bisa

. Berdiri dua langkah dari pintu kamar mandi. Hingga akhirnya, sepuluh menit kemudian, Sheilla me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekadar Figuran
Bukan Sekadar Figuran
“Satu tahun terakhir, Dika Narendra Hasan CEO HSNMega Publisher mengencani Bella, putri sahabat ayahnya, pemilik Perusahaan Percetakan. Demi memperkuat kerjasama, keduanya akan menikah. Namun, dua pekan menuju hari bahagia, Narendra dikabarkan mengalami kecelakaan. Dia divonis lumpuh oleh dokter yang menanganinya. Tidak ingin terjebak dengan laki-laki cacat seperti Narendra, Bella memilih pergi di hari seharusnya dia menikah. Narendra meminta pengganti Bella, dan Sheilla lah yang ditunjuknya. Orangtua Bella yang tidak ingin menanggung aib sekaligus kehilangan berlian seperti Narendra pun membujuk keponakan mereka. Bersediakah Sheilla memenuhi permintaan om dan tantenya sebagai balas budi? Dan mengapa Narendra dengan mudah melabuhkan pilihan pada sosok Sheilla di tengah keadaan-dimana seharusnya dia bersedih karena Bella? Seiring berjalannya waktu, misteri tentang kecelakaan orangtua Sheilla; serta hilangnya seorang penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di perusahaan Narendra, perlahan terkuak. Siapa dalang di balik semua kejadian itu?”