icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kedua Tuan Gio

Bab 4 seperti beban yang terus bertambah

Jumlah Kata:819    |    Dirilis Pada: 02/02/2025

setiap langkah yang diambilnya seolah membawa dirinya lebih jauh dari dirinya yang dulu. Keluarganya, ibunya, dan Clara-mereka

tu, segala sesuatu berubah dalam sekejap. Liana merasa dirinya seakan menjadi bagian dari

nya. Sebuah rumah besar yang megah, yang terasa asing dan menakutkan. Rumah yang akan menjadi tempat baru bagi Liana, tempat di man

mulai dengan sebuah pertemuan formal. Semua orang di rumah besar itu sudah menunggu, mengenali perannya masing-masing dalam permainan yang

g ia tahu adalah bah

penuh tanya, dan beberapa anggota keluarga lainnya yang terlihat tidak terlalu tertarik, tetapi cukup waspada terhada

engarahkan perhatian pada wanita di sebelahnya. Livia duduk di sana dengan sikap angkuh, matanya

a jauh lebih tajam dari yang bisa ia sembunyikan. "Senang bertemu dengan Anda

a dengan suara datar, "Saya harap kamu tahu posisi k

engkeraman seseorang yang tak pernah ia pilih. Rafael mungkin memberinya semua yang ia butuhkan, tetapi dia juga membe

dalam kamar itu terasa asing, lebih seperti sel penjara daripada tempat tinggal yang nyaman. Ia duduk di samping jendela, memandangi malam yang gela

dungi, masa depan yang begitu tak pasti, dan kini, dirinya yang terpe

munan. Liana mengangkat kepalanya, terkejut

kipun tetap penuh kendali, kali ini menunjukkan sedikit kerentanan. "Liana," ka

wabnya, suaranya hampir tak terdengar. "Saya merasa seperti bagia

tidurnya. "Aku tahu ini sulit. Aku tid

yembunyikan kenyataan ini. Saya harus hidup dengan ini-dengan segala

a tunjukkan. "Aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, Liana. Tetapi aku aka

bih terdengar seperti tangisan tertahan. "Kamu pikir

b Rafael, suaranya lebih rendah, lebih serius. "Tapi aku berjanji,

hanya sebuah kebohongan yang terselubung rapat? Atau apakah i

ang penuh kebingungannya menatap Rafael. "Saya

etiap inci perasaan Liana. "Terkadang, kita tida

dak tahu apakah ia akan bertahan dalam keadaan ini. Tetapi satu hal yang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kedua Tuan Gio
Istri Kedua Tuan Gio
“"Saya mohon, Tuan..." suara Liana bergetar, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Matanya penuh air mata saat menatap pria di depannya. "Saya butuh uang untuk pengobatan anak dan ibu saya. Tolong bantu saya..." Rafael menyandarkan diri ke kursinya, bibirnya melengkung membentuk senyum samar. Matanya tajam menelusuri wajah Liana yang terlihat lelah, tetapi tetap begitu menawan. "Aku bisa membantumu," katanya tenang. "Tapi ada satu syarat." Liana menelan ludah, hatinya mencelos saat mendengar kelanjutannya. "Kamu harus menikah denganku. Sebagai istri keduaku." Jantung Liana seakan berhenti berdetak. "Istri kedua...?" bisiknya, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bisakah Liana menemukan kebahagiaannya, atau justru terjebak dalam pernikahan yang hanya membawa luka?”
1 Bab 1 menggenggam erat tas tangan yang hampir robek2 Bab 2 Liana tidak tidur semalam3 Bab 3 Setelah kepergian Rafael4 Bab 4 seperti beban yang terus bertambah5 Bab 5 tatapan tajam para pelayan6 Bab 6 semakin memperlihatkan dominasi7 Bab 7 mencoba untuk menjadi pelindung8 Bab 8 perasaan yang campur aduk9 Bab 9 Ada perasaan lega yang mengalir dalam dirinya10 Bab 10 dikejar-kejar oleh takdir11 Bab 11 Liana merasa semakin yakin dengan arah yang telah ia pilih12 Bab 12 Liana mulai merasa kehidupannya stabil13 Bab 13 Semalaman Liana tidak bisa tidur14 Bab 14 Liana masih merasa bimbang15 Bab 15 Rafael tampaknya berusaha keras16 Bab 16 Clara yang ceria17 Bab 17 ketegangan dan ketidakpastian18 Bab 18 Liana membuat keputusan19 Bab 19 secangkir teh hangat20 Bab 20 Liana merasa cemas21 Bab 21 menenangkan bagi Liana22 Bab 22 ada sesuatu dalam matanya23 Bab 23 menjadi saksi bisu24 Bab 24 Liana menatap foto di tangannya25 Bab 25 Liana mengemasi barang-barangnya26 Bab 26 penuh dengan pikiran27 Bab 27 Liana terasa berguncang seketika28 Bab 28 Bagaimana kalau yang kubutuhkan adalah kejujuran29 Bab 29 Langkahnya terhenti sejenak di depan pintu30 Bab 30 menghancurkan segalanya