icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kedua Tuan Gio

Bab 5 tatapan tajam para pelayan

Jumlah Kata:732    |    Dirilis Pada: 02/02/2025

perangkap dalam tubuhnya. Ia berjalan di sepanjang lorong besar rumah Rafael, menunduk, menghindari tatapan tajam para pelayan, dan bahkan Livia, yang tak pernah berhenti memer

ginginkan yang terbaik untuk Liana dan keluarganya, sikapnya yang dominan, yang selalu menunjukkan siapa yang memiliki kon

berjalan-jalan di taman besar milik rumah. Angin malam yang dingin menyentu

kaki di belakangnya. Ia berbalik, dan Rafael sudah berdi

terdengar penuh kendali kini mengandung sesuatu yang lebih lembut

adapannya. "Saya tidak menghindar, Rafael," jawabnya, berusaha tetap t

eka. "Aku tahu itu sulit. Tetapi aku di sini bukan untuk menyakiti kamu, Liana. Aku ingin kam

dah-pindah sesuai kehendakmu, Rafael. Aku bukan istri yang sem

membuat ini berhasil," katanya dengan suara yang lebih rendah, penuh tekanan. "Kamu me

terdengar pecah. "Keluarga yang mana? Keluarga yang hanya aku dan Clara yang dipertaruhkan? Atau keluarga yang sudah kamu bangun

alam sorot matanya. Namun, secepat itu juga, ia menutupnya, menggantikan dengan ketegasan. "Aku tidak bisa membiar

a hindari. "Lalu apa? Apakah itu berarti saya harus terus hidup dalam bayangan keluarga yang t

g lebih lembut, "aku tidak meminta kamu untuk merendahkan dirimu. Tapi aku meminta kamu untuk melihat kenyataan, bahwa tidak ada pilih

an betapa rapuhnya kehidupannya. Semua yang ia lakukan sekarang adalah demi oran

an kepala. "Aku tidak tahu bagaimana melanjutkan,

n yang tidak bisa ia katakan dengan kata-kata. "Kamu tidak sendiria

iburan. Ia terjebak dalam perang batin yang tidak mudah dimenangkan. Apa yang terjadi jika ia terus berjalan di jalan yang dipilih

lakukan seakan membuatnya semakin jauh dari kebahagiaan yang pernah ia impikan. Namun, dalam hatinya ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kedua Tuan Gio
Istri Kedua Tuan Gio
“"Saya mohon, Tuan..." suara Liana bergetar, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Matanya penuh air mata saat menatap pria di depannya. "Saya butuh uang untuk pengobatan anak dan ibu saya. Tolong bantu saya..." Rafael menyandarkan diri ke kursinya, bibirnya melengkung membentuk senyum samar. Matanya tajam menelusuri wajah Liana yang terlihat lelah, tetapi tetap begitu menawan. "Aku bisa membantumu," katanya tenang. "Tapi ada satu syarat." Liana menelan ludah, hatinya mencelos saat mendengar kelanjutannya. "Kamu harus menikah denganku. Sebagai istri keduaku." Jantung Liana seakan berhenti berdetak. "Istri kedua...?" bisiknya, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bisakah Liana menemukan kebahagiaannya, atau justru terjebak dalam pernikahan yang hanya membawa luka?”
1 Bab 1 menggenggam erat tas tangan yang hampir robek2 Bab 2 Liana tidak tidur semalam3 Bab 3 Setelah kepergian Rafael4 Bab 4 seperti beban yang terus bertambah5 Bab 5 tatapan tajam para pelayan6 Bab 6 semakin memperlihatkan dominasi7 Bab 7 mencoba untuk menjadi pelindung8 Bab 8 perasaan yang campur aduk9 Bab 9 Ada perasaan lega yang mengalir dalam dirinya10 Bab 10 dikejar-kejar oleh takdir11 Bab 11 Liana merasa semakin yakin dengan arah yang telah ia pilih12 Bab 12 Liana mulai merasa kehidupannya stabil13 Bab 13 Semalaman Liana tidak bisa tidur14 Bab 14 Liana masih merasa bimbang15 Bab 15 Rafael tampaknya berusaha keras16 Bab 16 Clara yang ceria17 Bab 17 ketegangan dan ketidakpastian18 Bab 18 Liana membuat keputusan19 Bab 19 secangkir teh hangat20 Bab 20 Liana merasa cemas21 Bab 21 menenangkan bagi Liana22 Bab 22 ada sesuatu dalam matanya23 Bab 23 menjadi saksi bisu24 Bab 24 Liana menatap foto di tangannya25 Bab 25 Liana mengemasi barang-barangnya26 Bab 26 penuh dengan pikiran27 Bab 27 Liana terasa berguncang seketika28 Bab 28 Bagaimana kalau yang kubutuhkan adalah kejujuran29 Bab 29 Langkahnya terhenti sejenak di depan pintu30 Bab 30 menghancurkan segalanya