icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kedua Tuan Gio

Bab 2 Liana tidak tidur semalam

Jumlah Kata:798    |    Dirilis Pada: 02/02/2025

u mengguncang. Setiap kata yang diucapkannya, setiap perasaan yang bergejolak dalam dirinya, seakan berperang dalam hati

-anaknya ada di sekolah. Ibunya masih terbaring lemah di kamar, tubuhnya yang kurus seakan tak mampu menahan sakit yang datan

yang sudah pulang dari sekolah. Meskipun wajah gadis kecil itu ceria, matanya yang penuh keingintahuan menatap Liana de

a Clara dengan suara lemb

rasa sangat dipaksakan. "Mama baik-baik

h memilih duduk di samping Liana, menatap ibunya dengan penuh kasih sayang, tan

wajah Clara sejenak, wajah polos anaknya yang tak tahu apa-apa tentang dunia yang kejam ini. Seha

n. Rafael. Pria itu, dengan segala pesonanya, dengan segala kekuatannya, menawarkan jalan keluar yang begitu menggiurkan-tapi d

ukan? Ia tahu bahwa tanpa bantuan Rafael, segala harapan untuk mendapatkan pengobatan bagi

gala yang ia percayai tentang dirinya sendiri. Ia tidak pernah membayangkan hidupn

belum semuanya hancur. Sebelum pernikahannya berakhir dengan luka, sebelum semua impian dan harapan tentang masa depan

Liana mendengar suara langka

ereka. Ia merasa seperti terjebak dalam jebakan yang tidak bisa dihind

nya tak terbaca, seolah siap untuk me

dalam yang menusuk. "Apakah ka

l napasnya, mencoba menghindari tatapan tajam Rafael

tu terdengar lebih menuntut. "Keputusan ini harus diambil sek

ginkan oleh pria ini. Apa yang ada dalam pikirannya? Apa yang membuatnya beg

na dengan suara yang lebih kuat, meskipun ia tahu itu tida

tidak punya pilihan," katanya dingin, tanpa emosi. "Kamu butuh uang, dan aku bisa memberika

ya. "Tapi aku bukan barang yang bisa ditukar begitu saja, Tuan," katanya, mesk

tentang apa yang kita inginkan, melainkan tentang apa yang kita bisa dapatkan.

el benar. Hidup ini memang penuh dengan pengorbanan, tetapi a

rbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Liana

anyak yang dipertaruhkan. Begitu banyak yang harus ia hadapi.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kedua Tuan Gio
Istri Kedua Tuan Gio
“"Saya mohon, Tuan..." suara Liana bergetar, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Matanya penuh air mata saat menatap pria di depannya. "Saya butuh uang untuk pengobatan anak dan ibu saya. Tolong bantu saya..." Rafael menyandarkan diri ke kursinya, bibirnya melengkung membentuk senyum samar. Matanya tajam menelusuri wajah Liana yang terlihat lelah, tetapi tetap begitu menawan. "Aku bisa membantumu," katanya tenang. "Tapi ada satu syarat." Liana menelan ludah, hatinya mencelos saat mendengar kelanjutannya. "Kamu harus menikah denganku. Sebagai istri keduaku." Jantung Liana seakan berhenti berdetak. "Istri kedua...?" bisiknya, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bisakah Liana menemukan kebahagiaannya, atau justru terjebak dalam pernikahan yang hanya membawa luka?”
1 Bab 1 menggenggam erat tas tangan yang hampir robek2 Bab 2 Liana tidak tidur semalam3 Bab 3 Setelah kepergian Rafael4 Bab 4 seperti beban yang terus bertambah5 Bab 5 tatapan tajam para pelayan6 Bab 6 semakin memperlihatkan dominasi7 Bab 7 mencoba untuk menjadi pelindung8 Bab 8 perasaan yang campur aduk9 Bab 9 Ada perasaan lega yang mengalir dalam dirinya10 Bab 10 dikejar-kejar oleh takdir11 Bab 11 Liana merasa semakin yakin dengan arah yang telah ia pilih12 Bab 12 Liana mulai merasa kehidupannya stabil13 Bab 13 Semalaman Liana tidak bisa tidur14 Bab 14 Liana masih merasa bimbang15 Bab 15 Rafael tampaknya berusaha keras16 Bab 16 Clara yang ceria17 Bab 17 ketegangan dan ketidakpastian18 Bab 18 Liana membuat keputusan19 Bab 19 secangkir teh hangat20 Bab 20 Liana merasa cemas21 Bab 21 menenangkan bagi Liana22 Bab 22 ada sesuatu dalam matanya23 Bab 23 menjadi saksi bisu24 Bab 24 Liana menatap foto di tangannya25 Bab 25 Liana mengemasi barang-barangnya26 Bab 26 penuh dengan pikiran27 Bab 27 Liana terasa berguncang seketika28 Bab 28 Bagaimana kalau yang kubutuhkan adalah kejujuran29 Bab 29 Langkahnya terhenti sejenak di depan pintu30 Bab 30 menghancurkan segalanya