icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istri Kedua Tuan Gio

Istri Kedua Tuan Gio

icon

Bab 1 menggenggam erat tas tangan yang hampir robek

Jumlah Kata:661    |    Dirilis Pada: 02/02/2025

ta sejak melangkah masuk, tapi di hadapan pria itu, segala kekuatannya terasa sia-sia. Rafael, lelaki yang baru saja ia kenal

memecah kesunyian, "apa ya

a orang yang tak dikenal rasanya seperti mencari secercah harapan di tengah gelapnya malam. Namun, kini tak

genali. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa begitu berat, seperti beban dunia berada di atas pundaknya. "Anak saya... d

ak sangat terpuruk sekarang. Matanya yang basah, bibir yang menggigil, dan aura kesedihan yang begitu nyata di sekitarnya. Tetapi, dia

anaan, seolah menimbang segala sesuatunya. "Aku bisa membantu. Tapi

ikir, tidak ada yang bisa memberinya harapan tanp

suaranya terdengar lebih berat sek

p, matanya ter

ng menyiratkan keinginan yang tak teru

mencoba mencerna kata-kata itu. Istri kedua? Apakah ini suatu bentuk lelucon

ngucapkan kata-kata itu. "Tuan, saya-sa

kesan dingin, mengesampingkan segala bentuk pengertian.

rehkan luka yang sudah lama terpendam. Memang benar, ia sudah bercerai, tetapi ia tidak per

berusaha mempertahankan kewarasannya. "Ini... ini tentang harga d

dariku, Liana. Dan dalam dunia ini, segalanya ada harganya. Jika kamu

a yang sudah siap jatuh. Ia merasa terpojo

katanya pelan, lebih pada dirin

nya dengan tatapan yang penuh pengerti

k pernah membayangkan hidupnya akan sampai pada titik ini-terpojok dalam permainan kekuasaa

" tanyanya, meskipun ia

nya. "Kamu bisa menolak. Tetapi, jangan salahkan aku jika i

edua pria yang tak pernah ia pilih, demi menyelamatkan orang-orang yang ia cintai? A

tanya-tanya apakah kebahagiaan masih bisa ditemukan di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kedua Tuan Gio
Istri Kedua Tuan Gio
“"Saya mohon, Tuan..." suara Liana bergetar, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Matanya penuh air mata saat menatap pria di depannya. "Saya butuh uang untuk pengobatan anak dan ibu saya. Tolong bantu saya..." Rafael menyandarkan diri ke kursinya, bibirnya melengkung membentuk senyum samar. Matanya tajam menelusuri wajah Liana yang terlihat lelah, tetapi tetap begitu menawan. "Aku bisa membantumu," katanya tenang. "Tapi ada satu syarat." Liana menelan ludah, hatinya mencelos saat mendengar kelanjutannya. "Kamu harus menikah denganku. Sebagai istri keduaku." Jantung Liana seakan berhenti berdetak. "Istri kedua...?" bisiknya, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bisakah Liana menemukan kebahagiaannya, atau justru terjebak dalam pernikahan yang hanya membawa luka?”
1 Bab 1 menggenggam erat tas tangan yang hampir robek2 Bab 2 Liana tidak tidur semalam3 Bab 3 Setelah kepergian Rafael4 Bab 4 seperti beban yang terus bertambah5 Bab 5 tatapan tajam para pelayan6 Bab 6 semakin memperlihatkan dominasi7 Bab 7 mencoba untuk menjadi pelindung8 Bab 8 perasaan yang campur aduk9 Bab 9 Ada perasaan lega yang mengalir dalam dirinya10 Bab 10 dikejar-kejar oleh takdir11 Bab 11 Liana merasa semakin yakin dengan arah yang telah ia pilih12 Bab 12 Liana mulai merasa kehidupannya stabil13 Bab 13 Semalaman Liana tidak bisa tidur14 Bab 14 Liana masih merasa bimbang15 Bab 15 Rafael tampaknya berusaha keras16 Bab 16 Clara yang ceria17 Bab 17 ketegangan dan ketidakpastian18 Bab 18 Liana membuat keputusan19 Bab 19 secangkir teh hangat20 Bab 20 Liana merasa cemas21 Bab 21 menenangkan bagi Liana22 Bab 22 ada sesuatu dalam matanya23 Bab 23 menjadi saksi bisu24 Bab 24 Liana menatap foto di tangannya25 Bab 25 Liana mengemasi barang-barangnya26 Bab 26 penuh dengan pikiran27 Bab 27 Liana terasa berguncang seketika28 Bab 28 Bagaimana kalau yang kubutuhkan adalah kejujuran29 Bab 29 Langkahnya terhenti sejenak di depan pintu30 Bab 30 menghancurkan segalanya