icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE DEVIL WIFE

Bab 3 3. MIMPI BURUK

Jumlah Kata:617    |    Dirilis Pada: 23/09/2021

tunggang langgang menuju sebu

penuh lumpur da

beberapa bagian tubuhnya yang te

si penghuni rumah yang dia datangi. Sayangn

Tolong aku... Ada orang yang ingin membu

.. Tolon

arah sekedar waspada takut-t

s sana yang bisa menolongnya, tapi naas, sebuah tangan berhasil menarik kaki si gadis hingga tubuh

rdengar lirih dan memelas dia memohon pada sosok me

lan-bulanan sosok itu hingga di

ini, dia merasa tak lagi memiliki harapan apapun. Tubuhnya sudah benar-benar lelah. Dia tak mampu lagi berlar

terayun ke atas hendak menebas leher si gadis yang menjadi mangsanya

h dengan bersimbah darah tepat d

bertemu dengan sosok lain yang

pekik sa

ia ter

uran disekuj

rsengal tak

rikan yang baru saja dia

yang sepertinya t

lah tertunduk dalam tangis. Entah

jadi sepert

ah mengatakan bahwa Gaby sudah sembuh dari luka trau

mbali hadir akibat perasaan bersalah

emang sangat menye

g telah membuat

an, saat ini Gibran pa

hingga setelahnya d

engan punggung tangan dan berkata dalam hati untuk tidak l

itu adalah Gibran. Bagus jika memang Gibran kini membencinya k

dan Gaby harus menyiapkan pengajuan persyaratan

empat tidur untuk mengambil secarik kertas d

atap wajahnya yan

lo masih sangat membutuhkan dia, lo bahkan ha

arang,

sama seperti penyakit yang dulu

apa lo sanggup menerima kenyataan kalau suatu hari nan

rannya sendiri. Hingga sete

ak

sehat mas

perfect m

san stok cowok dengan pe

nta, itu b

n kontrak pernikahan yang akan dia tanda tangani b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE DEVIL WIFE
THE DEVIL WIFE
“ROMANCE DEWASA 21+ Harap Bijak dalam membaca! ***** "Ada apa?" tanya Gibran cuek pada wanita dihadapannya. Dia Gaby, calon istrinya. "Besok kita menikah Gib!" ucap Gaby serius. "Terus?" tanya Gibran masih dengan gayanya yang super duper santai. "Kok terus sih? Gue kan udah bilang, gue nggak mau nikah sama lo, karena lo udah bohongin gue!" tegas Gaby yang terus berusaha untuk tidak larut dalam perasaannya sendiri. "Yaudah, lo tinggal batalin susah banget!" balas Gibran yang langsung melengos. Malas meladeni Gaby. "Gue nggak bisa! Om sama Tante gue bakalan ngamuk sama gue! Semua ini kan gara-gara lo, jadi lo yang harusnya mikir gimana caranya supaya pernikahan ini dibatalkan! Gue nggak sudi ya punya suami penyakitan kayak lo!" BRAK! Kalimat Gaby kali ini sukses memancing emosi Gibran, sampai lelaki itu tak lagi bisa mengendalikannya dan terpaksa melampiaskannya ke atas meja. "Lo pikir gue juga sudi punya istri sombong kayak lo? Lo pikir diri lo itu sempurna banget apa jadi cewek, sampe lo terus merendahkan gue setiap kali kita ketemu! Lo pikir gue nggak tau gimana liarnya lo di luar sana? Hari gini, jablay aja dibayar! Nggak ada yang gratisan!" PLAK! Satu tamparan keras mampir di pipi Gibran. "LO NGGAK TAHU APA-APA TENTANG GUE! JADI NGGAK USAH SOK TAU APALAGI MENJUDGE DIRI GUE DENGAN HAL-HAL RENDAH SEMACAM ITU!" balas Gaby dengan gertakan di kedua rahangnya yang putih mulus. Gibran berdecih dengan senyum sinis. "Kalau lo nggak mau direndahkan, belajar lebih dulu untuk nggak merendahkan orang lain!"”