icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE DEVIL WIFE

Bab 4 4. FAKE MARRIAGE

Jumlah Kata:1423    |    Dirilis Pada: 23/09/2021

itunggu-tun

Gaby melangsungka

ahagiakan bagi semua orang. Terlebih bagi sepasang mempelai, ki

ndah akan kebersamaan dan kebahagiaan yang akan dia rasakan dalam membina biduk rumah tangganya bersama Gibran kini justru berbanding terbalik menjadi ku

tidak

ri oleh berbagai macam tamu y

bran. Tapi juga seluruh masyarakat Indonesia ikut menyaksikan siaran langsung pernikahan mewah dan megah itu. Seolah mereka semua

an Gaby langsung berganti kostum un

Gaby di depan pintu masuk

rlihat begitu mempesona dengan se

jas model apapun yang melekat di tubuhnya, Gibran terlihat jauh lebih macho dan maskulin. Kakinya tampak jenjang dengan bahu dan dadanya yang semakin terlihat bidang dan seksi. Be

ang selalu tertata rapi, membuat dirinya semakin di gilai lawan jenis. Meski, dalam hal ci

belumnya, tapi hubungan itu selalu berakhir tragis, saat wani

a dengan apa yan

dengan Gibran. Gaby yang pada awalnya mengatakan dia tulus mencintai

emua janji palsunya itu dihadap

rf

untuk mengatakan perihal penyakit yang

un mer

jijik jika harus ber

ikah dengan seorang wanita yang dia cintai dan juga mencintainya, mampu menerima keadaannya tanpa memandang ren

terkasih dan berbahagia hingga hari tua, semua itu hanya ada di dalam c

geng Gibran akan menje

ih menjadi mi

t hatinya tergetar karena kebaikan dan ketulusannya. Pun seorang wanita yang tak ha

rti

ibran mendesah lemah, setiap kali dirinya mengin

di menimpa Mimi, semu

tersadar dari lamunannya. Untuk

putih pengantinnya. Dia mirip seperti

Gibran terus menatapnya, bahkan sepert

aki! Gerutu G

t degup jantungnya kian berdentum-dentum hebat seperti ledakan kembang api, tepat saat ke

memang

tampan,

iasa yang memang selalu dia rasakan setiap kali dirinya berada di dekat Gibran. Sayangnya sampai detik ini, Gaby masih belum bisa menerima kenyataan bah

i sisa hidupnya dengan seorang cowok yang bahka

i pada semua

s menebar senyum palsu mereka. Sebelah tangan Gaby melingka

reka. Tatapan sarat kekaguman dengan rona bahagia yang sukses membuat hati siapa

asiun TV swasta itu berhasil menjadi trending

megahnya. Dan saking s

h pendapa

luar, tidak menjamin semuanya memang benar-benar ind

lihat mulus diluar, nyatanya dipe

erti pernikahan

*

berdampingan dengan sebuah hotel bintang lima tempat dim

at mulai sepi setelah satu persatu tamu undangan bertolak untuk p

ambil sesekali menikmat

nita tua berambut pirang yang kini berdiri berdampingan dengan Gaby. Dia adalah Tessa, Tante Gaby. Tatapan

mana saja, itu terserah dia, karena dia sudah menjadi k

... Kasian tar Kak Gaby, lumutan! Hahahah

i Dinzia. "Dinzia ini kalau bicara memang

an sebelah matanya ke arah Dinzia y

Dasar Abg labil! Biang kerok! Masih sempet-sempetnya dia ngeledek gue! Maki Gaby

sementara yang satu paling hobi ngatain plus ngeledek orang yang tidak dia suka. Jadilah, Gaby dan Dinzia seperti kucing dan anjing jika mereka hanya berdua, atau berada di depan Gibran. Tapi jika dihad

lagi. Dia sungguh kesal melihat cara Dinzia menatapnya. Rasanya ingin se

lebih membantu. Gibran akan tinggal di rumah peninggalan Omah dan Opah, di Rafless," jawab Gibran kemudian. Dia tersenyum penuh kharismatik. Sebelah tangannya melingkar di balik pu

uju. Mereka pun melanjutkan perc

tu pun merangkak nai

r. Akhirnya tibalah saatnya para keluarga inti mohon pa

ngantin baru untuk menikm

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE DEVIL WIFE
THE DEVIL WIFE
“ROMANCE DEWASA 21+ Harap Bijak dalam membaca! ***** "Ada apa?" tanya Gibran cuek pada wanita dihadapannya. Dia Gaby, calon istrinya. "Besok kita menikah Gib!" ucap Gaby serius. "Terus?" tanya Gibran masih dengan gayanya yang super duper santai. "Kok terus sih? Gue kan udah bilang, gue nggak mau nikah sama lo, karena lo udah bohongin gue!" tegas Gaby yang terus berusaha untuk tidak larut dalam perasaannya sendiri. "Yaudah, lo tinggal batalin susah banget!" balas Gibran yang langsung melengos. Malas meladeni Gaby. "Gue nggak bisa! Om sama Tante gue bakalan ngamuk sama gue! Semua ini kan gara-gara lo, jadi lo yang harusnya mikir gimana caranya supaya pernikahan ini dibatalkan! Gue nggak sudi ya punya suami penyakitan kayak lo!" BRAK! Kalimat Gaby kali ini sukses memancing emosi Gibran, sampai lelaki itu tak lagi bisa mengendalikannya dan terpaksa melampiaskannya ke atas meja. "Lo pikir gue juga sudi punya istri sombong kayak lo? Lo pikir diri lo itu sempurna banget apa jadi cewek, sampe lo terus merendahkan gue setiap kali kita ketemu! Lo pikir gue nggak tau gimana liarnya lo di luar sana? Hari gini, jablay aja dibayar! Nggak ada yang gratisan!" PLAK! Satu tamparan keras mampir di pipi Gibran. "LO NGGAK TAHU APA-APA TENTANG GUE! JADI NGGAK USAH SOK TAU APALAGI MENJUDGE DIRI GUE DENGAN HAL-HAL RENDAH SEMACAM ITU!" balas Gaby dengan gertakan di kedua rahangnya yang putih mulus. Gibran berdecih dengan senyum sinis. "Kalau lo nggak mau direndahkan, belajar lebih dulu untuk nggak merendahkan orang lain!"”