icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ARFESO

Bab 2 2

Jumlah Kata:701    |    Dirilis Pada: 21/09/2021

masing pengawas ruangan untuk keluar terlebih dahulu. Beberapa murid ada yang tetap fokus belajar untuk mata pelajaran

minuman kesukaan loe udah ada." ucap Neil sambil berjong

balas Felicia sambil memasukkan buku paket yang

teman sekelasnya karena kelas Felicia dibagi menjadi dua ruangan. S

?" tanya Felicia sambil meminum gel

rtinya suka sama loe." jelas Devina sambil mengunyah ma

Kring...

ruangan itupun keluar dan memasuki ruangan mereka sendiri. Saat Felicia ingin keluar dia tidak

dongak sekilas lalu kemba

p Arkan dal

k lama kemudian guru pengawas setiap ruangan datang. Guru membagikan kertas absensi terlebih dahulu untuk dit

pena yang tergores pada benda putih polos dan tipis saja. Dia memba

sentrasi Felicia hilang. Felicia menolehkan kepalanya s

seseorang?" tanya Lutfi

olah." ucap Felicia menunda untuk mem

menit untuk pengumpulan Felicia dengan segera mengoreksi selama 10

Kring...

a-siswi segera mengumpulkannya. Setelah mengumpulkan Lutfi segera menghampiri F

tu cie." ejek Ashima sembari

cia pedas yang membuat Ashima seketika dia

g yang gue suka?" tanya Felicia lang

kak." jelas Lutfi kepada Felicia yang dibalas angguk

" tanya Angel dengan

dah sebut kalau namanya Lutfi?" ucap Felicia gemas dengan temannya sat

tanya Dina dengan penuh penasaran. Yang langsung

kak," bal

dan Ashima kaget

tanya Angel dengan wajah kebingungan

ak G nang ning neng nong." ucap Di

ucap Felicia agar teman semeja segera pul

fi, Felicia dan teman-temannya langsung menuju kantin terlebih da

ah bolo-bolo tadi?" tanya Ashima peduli kare

tru melihat langit yang menjadi kesukaannya.Setelah selesai mereka langsung p

ap mereka bertiga yang dibalas an

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ARFESO
ARFESO
“Seorang perempuan yang jauh dari kasih sayang orang tua secara lengkap bertemu dengan lelaki yang awalnya dia kira akan mewarnai lembaran kelabu ternyata semakin memberi warna kelabu. Memiliki paras lugu dan polos dengan mata teduh setiap memandang yang mampu membuat orang terpesona dalam sesaat. Waktu silih berganti tanpa henti. Kejadian demi kejadian baik manis maupun pahit telah biasa hadir dalam hidup. Tak selamanya bisa bebas bagaikan burung yang terbang di angkasa terkadang harus ada batas untuk sisi hitam dan putih. "Selamat nona hamil 3 bulan saya harap anda tidak seperti wanita belia lainnya yang memilih jalur lain tanpa pikir panjang akan segala risiko." ucap Sang dokter seraya menuliskan resep. Satu tamparan dari wanita usia senja melayang mulus di pipi wanita belia yang kini sedang berbadan dua dari , "Dasar wanita murahan jadi karena haus kasih sayang kamu jadi kupu - kupu malam?! " " Saya tidak ingat apapun saya hanya ingat mimpi itu saya mohon percayalah." elak sang wanita belia menutupi kenyataan. "Nona dimana calon ayahnya? Apakah sudah bertunangan atau pacaran?" ucap sang suster seraya membantu wanita berbadan dua turun setelah USG. "Gue hamil darah daging loe Ka." ucap sang gadis memberikan lembar 2d hasil batas yang mereka hancurkan. Sang laki tak percaya bahwa batas itu benar dia hancurkan walaupun berawal dari uji coba, "Nggak mungkin itu bukan anak gue. Loe pasti jebak gue jijik sama loe parah." Sang wanita menatap bayi mungil seraya mengelus jemari mungil dihadapannya, "Mata kamu selalu mengingatkan sama dia. Saya ragu untuk menutupi dan melindungimu atau mengungkap dengan segala kemungkinan resiko yang lebih parah." Usai sudah 9 bulan dengan penuh irama dalam dada yang tak menentu. Irama yang setiap langkah sebagai temannya. Hal lebih mengejutkan masih menunggu untuk tahap berikutnya.”