icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
ARFESO

ARFESO

icon

Bab 1 1

Jumlah Kata:1070    |    Dirilis Pada: 21/09/2021

kelas 6 SD telah meninggal karena kecelakaan mobil. Sedangkan oma Felicia atau ibunda almarhum papa Felicia meninggal saat Felicia duduk di taman kanak- k

ujian semester sebelum ujian nasional dan tryout di sekolahnya. Gadis SMP

i kamar Feli." tanya Felicia dari kama

i belajar lalu bawa turun." balas mama Feli dari a

gan penampilan rapi dengan jas se

li sambil terus men

li sambil menuangkan nasi

oko?" tanya Feli sambil memenuhi pipin

li sambil menuangkan min

k air di gelas yang telah dituangkan mamanya dan mulai berdiri ke tempat sep

berusaha mencari topik pembicaraa

ester kita ke kuburan papa?" ucap Feli sembar

ak janji tapi mama usahain." jawab m

en sama papa." balas Feli sambil mer

k?" ucap mama Felicia yang dibalas angguka

gecup kening mamanya sekilas. Lalu dia berjalan menuju ke ruangan tempat ujian semes

temen sekumpulan Felicia

pulang aja ya," ucap Felicia membalas sapaan dan memb

gel, Ashima, D

diluar ruangan yang masih lumayan dekat dengan ruangannya. Dia mengecek dimanakah id card yang akan dia pakai na

ya. Dia menengok kesamping kursinya ternyata teman semeja-nya adalah adik kelas dan sialnya adalah cowok. Karena Feli terlalu

lakang tempat duduk Feli yang merupakan teman sekelasnya. Felicia hanya membalas

eja loe cakep bener deh." puji Arkan yang

gitu loh Ka." Lutfi memb

ening disaat stress soal." ucap

r bakal gue pepet gimana pun caranya." ucap Ar

h terkenal dengan gadis es bat

gram dan nomornya sama semeja." balas Arkan samb

Kring...

jadi pengawas setiap ruangan sudah mulai keluar sambil membawa beberapa map yang berisi ker

janjian untuk menyontek dan pembahasan lainnya pun seketika diam. Guru tersebut terlebih dahulu memint

akukan doa di ruangan ini?" tanya gur

kat pintu dia ketua kelas." ucap salah satu anak

pimpin doa," perintah guru gendut dan

dan kepercayaan masing- masing dimulai," perintah anak c

an semester berlangsung. Selesai dengan doa bersama dan pembacaan tata tertib yang ber

nak lelaki ketua kelas tadi sambil berbis

balas Felicia tanpa menoleh dan

mendongakkan kepalanya lalu kembali menunduk. Neil tak henti hentinya berusaha untuk mencontek Feli dengan cara

berdeham untuk menyadarkan sa

milik Felicia saja kok pak." Neil terbata-bata, sedangkan Felicia yang berada didepan

anya guru itu sambil menatap Feli penuh selidik

ek saya." jawab Felicia jujur dan dibalas dengan ekspresi data

ng ingin mencontek atau teman semejamu meminta bantu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ARFESO
ARFESO
“Seorang perempuan yang jauh dari kasih sayang orang tua secara lengkap bertemu dengan lelaki yang awalnya dia kira akan mewarnai lembaran kelabu ternyata semakin memberi warna kelabu. Memiliki paras lugu dan polos dengan mata teduh setiap memandang yang mampu membuat orang terpesona dalam sesaat. Waktu silih berganti tanpa henti. Kejadian demi kejadian baik manis maupun pahit telah biasa hadir dalam hidup. Tak selamanya bisa bebas bagaikan burung yang terbang di angkasa terkadang harus ada batas untuk sisi hitam dan putih. "Selamat nona hamil 3 bulan saya harap anda tidak seperti wanita belia lainnya yang memilih jalur lain tanpa pikir panjang akan segala risiko." ucap Sang dokter seraya menuliskan resep. Satu tamparan dari wanita usia senja melayang mulus di pipi wanita belia yang kini sedang berbadan dua dari , "Dasar wanita murahan jadi karena haus kasih sayang kamu jadi kupu - kupu malam?! " " Saya tidak ingat apapun saya hanya ingat mimpi itu saya mohon percayalah." elak sang wanita belia menutupi kenyataan. "Nona dimana calon ayahnya? Apakah sudah bertunangan atau pacaran?" ucap sang suster seraya membantu wanita berbadan dua turun setelah USG. "Gue hamil darah daging loe Ka." ucap sang gadis memberikan lembar 2d hasil batas yang mereka hancurkan. Sang laki tak percaya bahwa batas itu benar dia hancurkan walaupun berawal dari uji coba, "Nggak mungkin itu bukan anak gue. Loe pasti jebak gue jijik sama loe parah." Sang wanita menatap bayi mungil seraya mengelus jemari mungil dihadapannya, "Mata kamu selalu mengingatkan sama dia. Saya ragu untuk menutupi dan melindungimu atau mengungkap dengan segala kemungkinan resiko yang lebih parah." Usai sudah 9 bulan dengan penuh irama dalam dada yang tak menentu. Irama yang setiap langkah sebagai temannya. Hal lebih mengejutkan masih menunggu untuk tahap berikutnya.”