icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Will Always Love You

Bab 2 Tempat Persemayaman Nadine

Jumlah Kata:2967    |    Dirilis Pada: 07/12/2024

untuk melakukan pemeriksaan yang lebih detail terhadap Nadine. Namun, meskipun sudah dilakukan p

nya diam saja. Aku terus diam dengan pikiranku yang kosong. Aku masih tidak menya

ap untuk mengantarkan jenazah Nadine. Pihak rumah sakit itu lalu bertanya kepadaku tentang kemana jenazah

ggu orang tua dari istri s

. Aku memberitahu mereka kalau kami berdua baru saja mengalami kecelakaan dan Nadine dinyatakan tewas akibat kecelakaan itu. Mereka yang mendengar kabar itu pun tidak menyangka dan tidak percaya atas k

ereka pun bisa datang ke rumah sakit tempatku berada dengan tepat waktu. Hanya sekitar 1

ikut menemani mereka. Setelah sampai di ruang jenazah dan melihat jenazah Nadine, mereka semua pun langsung

n pergi, nak,"

mu pergi meninggalkan ibu secep

hanya mereka berdua saja yang memeluk jenazah Nadine, ibuku juga memeluk jenazah

mu harus ikhlas menerima kep

aan ayahku, aku pun hany

," u

aat itu. Aku masih tidak perca

i menanyakan tentang kecelakaan yang aku dan Nadine alami. Aku dengan les

na merah, termasuk dari jalan sebelah kiri ketika kami sedang melewati perempatan itu. Tetapi saat kami sedang melewati jalan itu, ada sebuah mobil yang terus melaju meskipun di jalan itu sedang menampilkan lampu lalu lintas berwarna merah. Mobil itu terus melaju dan menabrak beberapa motor yang sedang berhenti di jalan itu. Mobil itu baru berhenti melaju

ecelakaan itu langsung mengerumuni tempat itu. Mereka langsung berusah

suaminya pun juga ikut menaiki ambulance itu untuk menemaninya. Karena saat itu aku sedang terburu-buru untuk menemani Nadine, aku jadi melupakan mobilku yang mengalami kerusakan

kaan. Meskipun mereka sedang menangis karena kepergian Nadine, mereka tetap masih peduli kepadaku. Mereka bahkan menanyakan tentang kondisiku setelah mengalami kecelakaan itu,

mereka mendatangi kami karena mereka ingin mendata korban dari kecelakaan itu. Mereka

alah satu korban kecelakaan itu. Aku juga memberitahu kalau Nadine yang merupakan istriku juga termasuk salah satu korban dari kecelakaan itu. Aku juga

eka akan mengurus laporan untukku agar aku bisa me

udi mobil yang menabrak mobilku. Polisi itu bilang kalau pengemudi mobil yang menabrak mobilku itu mengalami luka yang cukup parah dan saat ini pengemudi itu juga sedang di rawat di rumah sakit ini. Jadi pengemudi itu saat ini belum bisa dimintai keterangan tent

udi mobil yang menabrakku, keempat polisi

ah Nadine di rumah mereka. Aku dan kedua orang tuaku pun tidak keberatan jika Nadine ingin disemayamkan di rumah kedua orang tuanya. Karena tempat persemayamannya sudah diputuskan, aku l

dibawa ke salah satu ambulance yang dimiliki oleh pihak rumah sakit itu. Setelah itu,

dine juga ikut menaiki ambulance yang mengantar jenazah Nadine. Sementara ayahku dan ayah Nadine

at jenazah Nadine yang sudah ditutupi oleh kain. Air mataku tidak berhenti mengalir saat aku

nce itu, ibuku dan ibu Nadine juga ikut menangis sa

*hiks," ucap ibu Nad

aku hanya diam saja sambil membiarkan a

kemu

rang yang sudah berkumpul di rumah orang tua Nadine setelah mengetahui kabar meninggalnya Nadine pun langsung menyambut kedatangan

a perlahan mulai turun dari ambulance itu bersama dengan ibuku dan ibu Nadine. Setelah turun dari ambulance itu, ayah Nadine

gangkat jenazah putri saya dan bawa

yang berada di sekitar ambulance untuk memba

" ucap para

Melihat mereka yang ingin mengangkat jenazah Nadine, aku pun berniat untuk membantu mengangkatnya ju

Gw tahu kalau ini berat buat

tika dipeluk oleh laki-laki itu. Sambil berekspresi datar, ak

telah melihat laki-la

hubungi kedua orang tuaku dan kedua orang tua Nadine, aku juga menghubunginya tepat setelah Nadine dinyatakan meningga

egang oleh seseorang. Menyadari kalau bahuku sedang dipegan

ah melihat orang yang m

r sama seperti Noa. Bisa dibilang, Noa dan Vyn merupakan sahabat yang tidak tergantikan bagiku karena kami selalu bersama-sama mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Mene

rus sabar dan ikhlas ya," ucap

saja setelah mend

oleh Vyn, jenazah Nadine pun mulai diangkat dan dibawa ole

e yang terbaring di sebuah tikar yang menjadi alas tempat persemayamannya. Beberapa orang yang me

i kedua mata yang masih mengeluarkan air mata. Noa dan Vyn yang duduk di sampi

gan suara pelan sambil mel

g oleh seseorang. Tanpa berbalik atau menoleh, aku sudah tahu kalau orang y

, isak tangis terus terdengar di sekitar tempat jenazah Nadine disemayamkan. Aku mendengar ibuku d

.. Nadine......," ucap ib

il memanggil nama Nadine, ayah

ang ya," ucap

g bernama Rania. Nadine dan Rania merupakan 2 bersaudara, jadi Rania merupakan satu-satunya adik Nadine. Se

ne, Rania juga menangis sa

ks *hiks," ucap Ran

awa, aku tidak beranjak dari tempatku yang sedang duduk sambil melihat jenazah Nadine. Aku memilih untuk tidak meninggalkan tempat itu untuk menemui mereka di depan rumah. Meski begitu, mereka yang mulai berdatangan memaklumi keadaanku yang baru saja kehilangan N

n air mata mereka, begitupun juga teman dan rekan kerja Nadine yang datang. Beberapa di antara teman

arena mereka bersekolah di sekolah yang sama. Di Sekolah Menengah Atas pun mereka juga bersekolah di sekolah yang sama. Mereka bertiga juga 1 kelas saat di Sekolah Menengah Atas. Karena di Sekolah Menengah At

*hiks *hiks,

sa pergi secepat i

nguatkanku setelah aku ditinggalkan oleh Nadine. Mereka bahkan mengaja

ni karena sebelumnya jenazah Nadine tiba di rumah orang tuanya saat menjelang sore hari. Jadi tidak ada b

lai pulang kembali ke tempat mereka masing-masing, tak terkecuali Vyn dan Noa. Mereka juga memutuskan untuk pulang karena malam sudah semakin lar

w harus pulang. Tetapi lu tenang saja, besok gw akan

panjang malam ini, bro. Tetapi sama seperti Noa, gw

jawabku

ada di ruangan itu termasuk kepada kedua orang tuaku dan kedua orang tua

rang-orang tepatnya warga sekitar yang sebelumnya berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa pun juga telah pulang. Saat ini, di r

h. Sementara Rania, ibuku, ibu Nadine serta beberapa kerabat yang ada di ruangan itu juga pergi meningg

gian dalam rumah, ibu Nadine

t saja. Di dalam masih ada ruangan kosong yang bis

ibu Nadine terus menangis ketika melihat jenazah Nadine yang terbaring. Lal

tirahat. Aku mau menemani Nadine

an itu, ibu Nadine l

itu mau kamu,"

ntuk masuk ke bagian dalam rumah menyusul ibuku, Ran

ya kalau Nadine telah meninggal. Aku kemudian mulai mengingat kenanganku bersama Nadine. Tidak hanya kenangan saat aku dan Nadine sudah menikah saja, aku juga mengingat kenangan waktu aku dan Nadine masih kecil dimana kami masih akrab sampai ke

," ucapku sam

gan warga sekitar, aku tetap setia menemani Nadine di ruangan itu. Aku terus terjaga sepanjang malam untuk menemani Nadine k

a kalau malam yang singkat itu ternyata telah berakhir. Pagi pun

rsa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Will Always Love You
I Will Always Love You
“Aarav Ravindra, seorang pria yang awalnya tidak begitu mencintai istrinya karena suatu konflik yang terjadi di masa lalu namun secara perlahan rasa cinta itu mulai tumbuh. Tetapi ketika rasa cinta terhadap istrinya mulai tumbuh, istrinya justru malah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Setelah sepeninggal istrinya, dirinya langsung dipenuhi rasa bersalah dan rada penyesalan. Dia menyesal kenapa tidak mencintai istrinya sejak dulu. Saking menyesalnya, dia berharap waktu bisa terulang kembali agar dia bisa mencintai istrinya lebih awal. Tentu harapan yang dia minta itu merupakan harapan yang mustahil. Meski begitu, dia terus berharap tentang hal itu. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita misterius yang dapat membantunya untuk mewujudkan harapannya itu. Bisakah dia menghilangkan rasa bersalah dan rasa penyesalannya itu?”
1 Bab 1 Aarav dan Nadine2 Bab 2 Tempat Persemayaman Nadine3 Bab 3 Pemakaman Nadine4 Bab 4 Kembali ke Rumah5 Bab 5 Bingkai Foto Berdua6 Bab 6 Informasi Terbaru Tentang Kecelakaan7 Bab 7 Kejadian Yang Tidak Masuk Akal8 Bab 8 Sebuah Ironi9 Bab 9 Pertemuan Dengan Gadis Misterius10 Bab 10 Kembali ke Masa Lalu11 Bab 11 Suara Yang Familiar12 Bab 12 Mantan Pacar di Masa Lalu13 Bab 13 Tekad Aarav14 Bab 14 Tekad Aarav part 215 Bab 15 Putri Es16 Bab 16 Putri Es part 217 Bab 17 Perbedaan Masa Lalu18 Bab 18 Sepulang Sekolah Hari Pertama19 Bab 19 Perkenalan Ekskul Futsal20 Bab 20 Jembatan Penyeberangan Yang Sama21 Bab 21 Tidak Tahu Apapun22 Bab 22 Rencana Hana23 Bab 23 Keputusan Yang Diambil24 Bab 24 Keputusan Yang Diambil part 225 Bab 25 Sifat Tersembunyi26 Bab 26 Maksud Tertentu27 Bab 27 Masalah Sepele