icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Asa di Ujung Senja

Bab 5 Jangan Sakiti Istriku!

Jumlah Kata:1333    |    Dirilis Pada: 18/11/2024

tempat semua orang sedang berkumpul saat ini. Wanita berwajah ayu itu pun terus memberontak, tetapi sia-sia belaka karena tenaga Aji tentu lebih kuat dari te

embut jika kamu menurut," kata Aji ketika pemuda i

melepaskan diri dari kungkungan tubuh besar Aji. Sekuat tenaga, Nada b

simpan tenagamu untuk melayaniku," kata Aji, seraya tersenyum seringai. Pemuda itu lalu berusaha melepaskan

ada," puji pemuda yang tengah kesetanan itu, setelah menarik paksa h

yang dia bisa sambil memejamkan mata karena jijik m

menikmati tubuh indah Nada yang selama ini tertutup rapat. Dekat dan semakin dekat hingga embusan hangat napas Aji dapat dirasakan oleh

a teriakan Aji yang mengaduh kesakitan. Nada pun buru-buru membuka mata dan setelah menyadari apa yang terjadi, wanita itu segera menyingkirkan tubuh bera

sama wanita yang lemah!" ter

g. Beruntung, pukulan Abian yang dilayangkan sekenanya itu hanya mengenai punggung Aji, dan bukan kepala. Jika saja pukulan kera

erlihat jelas di matanya. "Bukankah kamu tidak menci

at Nada menatap tak percaya pada pemuda yang telah menikahinya itu karena Abian lagi-lagi mengakui

kemudian yang terdengar sangat panik. Pemuda itu mencari-cari keber

Nada pun menghambur lalu memeluk pemuda itu dengan erat. "Terima kasih, Den, terima kasih. Sa-saya

elukaimu, hem? Apa dia menyakitimu, Nad? Maafkan aku, ya. Aku te

asih terdengar. Mengetahui jika istrinya masih shock den

tak tak berdaya di atas ranjang Abian ketika Ndoro Brata, dan yan

?" tanya Ndor

a gara-gara wanita itu, Eyang," jawab Aji d

eratkan pelukannya pada Nada. Pemuda itu dapat memperkirakan jika s

bersalah. Pasti gadis kampung ini yang telah menggodanya," kata wanita

usan menggoda Nada. Dan barusan, Mas Aji hampir saja merudapaksa Na

yang. Dia hanya percaya dengan aduan Nada barusan, t

r suara tongkat Bian mendekat ke kamar ini, wanita munafik itu sengaja

ibalik kerudung untuk menutupi kebenaran jika sesu

nggeleng-gelengkan kepala men

g selama ini menutupi kepalanya. Itu karena dia sudah siap untuk melayani A

jatuhkan harga diri Nada, terdiam. Sementara di dalam pelukan p

lah membela wanita itu?" Salah s

ngan suara lirih karena tak ingin melihat A

kan tetap memelukm

paksa," lanjut Nada yang baru menyadari jika saat ini dia tidak memakai penutup kep

robek itu kembali. Wanita belia itu lalu berdiri menjauh dari semua orang

a ini, dia tidak mendapatkan sentuhan darimu. Kamu belum pernah menyentuhnya, 'kan? Eyang sering melihat dia tidur di lantai jika malam. Wanita yang sudah menikah, pasti ha

pula dengan Abian. "Bian te

cuku? Mantra apa yang kamu baca hingga Abian memi

lakukan apa pun, Ndoro. Den Bian membela s

kata bohong, Eya

ang telah menggoda Dik Aji?" Salah satu kakak sepupu Abian, turut mengin

'kan apa yang dikatakan Aji? Kamu 'kan y

r memelas, hingga membuat Abian memukulkan tongka

ah!" pinta Ab

kat. Abian lalu m

ng berani menyakiti istriku!" usir Abian pada semua

ejak kapan, kamu mau mengakui wanita udik in

ra 'kan, Sayang?" Sang mama pun men

t wajah sang suami, apakah benar yang dikatakan Abian barusan, benar-b

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Asa di Ujung Senja
Asa di Ujung Senja
“Demi membayar utang orang tua pada Ndoro Brata, Nada harus rela menjadi pengantin pengganti untuk cucu kesayangan orang terkaya di kampungnya itu, yang ditinggal kabur oleh sang calon istri setelah Abian mengalami kebutaan akibat kecelakaan. Abian, pemuda urakan yang senang mengikuti balapan liar di jalanan, harus menelan pil pahit ketika dokter menyatakan jika dia mengalami kebutaan akibat kecelakaan tersebut. Cucu Ndoro Brata yang dulu terkenal tengil dan playboy itu, kini menjadi pribadi yang pemarah, dan sangat dingin pada wanita, termasuk pada Nada yang sudah dia nikahi, sejak ditinggal pergi oleh sang calon istri. Sanggupkah Nada menjalani perannya sebagai seorang istri bagi suami buta dan pemarah seperti Abian, terlebih ketika tekanan yang dia dapatkan bukan hanya dari sang suami, tetapi juga dari keluarga besar Ndoro Brata?”