icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KASIH YANG TAK DIINGINKAN

Bab 4 Makan di Restoran

Jumlah Kata:843    |    Dirilis Pada: 17/10/2024

menatap kami semua dengan heran, terutam

, jadi belum sempat aku beritahu," Bibi yang langsung menjawab. "Makanya aku ke sini itu, buat

angnya mepet begini sama Kasih?" Paman kembali bertanya, den

pula, jadi ya ... kelupaan bilangnya." Bukan hanya gelisah, Bibi juga

duli gestur Bibi yang terlihat enggan ditanyai di depan orang l

an anak-anak?" Kak Risa dan R

na, kita tunggu di sini." Paman kini beralih padaku, sayangnya ka

suara, sambil memberikan kode dengan matanya. Paman yang di belakang Bibi tentu tak melihat hal itu. Sebenarny

warung yang lain," jawabku pelan. Bibi terlihat menganggukkan kepalanya samar padaku, se

ang sejak tadi diam saja, akhirnya bersuara, pura-pura l

ura-pura. Seperti biasa, kekompakan Bibi dan anak-anaknya memang patut diacungi jempol

a untuk makan di restoran baru dekat dengan pertokoan itu, Nak. Rencananya bisa sekalian belanja di sana." Akhirnya aku tahu alasan dari sikap kikuk Bibi, dan arti dari wajah kusu

n tawa dalam hati, melihat wajah mereka bertiga menjadi merah, menahan marah. Memang tujuan utamaku itu, padahal aku tak terlalu tertarik pergi, ditam

di jalan, gara-gara kamu." Bibi kembali ke mode judesnya. Padahal kalaupun terlambat itu karen

umah dengan cepat. Sengaja aku tersenyum lebar di depan Kak R

uga sempat mandi sebelum shalat ashar, lagi pula pilihan b

anya Paman menyewa mobil Pak Adi, salah satu tetangga kami, yang meman

h, kami berangkat menuju pertokoan yang ada di kabupaten, dengan

mesan makanan yang ada di daftar menu, Pak Adi juga diajak Paman untuk makan. Menu di

n yang tadinya 'kusut' itu kembali ceria. Mereka makan dengan lahap, sepert

ja, aku yang memang makannya belakangan -usai shalat dzuhur- sempat her

kku, rupanya ini alasan sebenarnya, aku hanya bisa menggelengk

-tiba, sambil mengarahkan pandangannya di m

a Bibi cuek, masih f

a, Bapakn

e

lu raksasa mem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KASIH YANG TAK DIINGINKAN
KASIH YANG TAK DIINGINKAN
“Tak ada anak yang bisa memilih terlahir dari orang tua yang seperti apa, tapi keputusan untuk memiliki anak serta membahagiakannya ada di tangan setiap orang tua. Sayangnya Kasih tidak bisa merasakan kebahagiaan itu sejak lahir. Ia dianggap 'kecelakaan', seharusnya tak ada, tapi mau tak mau harus tetap dibesarkan. Setiap nama biasanya mengandung doa dan harapan terbaik, sebenarnya di balik nama Kasih, terselip harapan sang Ibu agar pria yang menikahinya secara sirih itu akhirnya bisa merasakan kasih sayang yang lebih besar dari keluarganya. Kenyataannya, kehadiran Kasih justru menciptakan jarak yang makin jauh, bahkan membuat mereka berpisah.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Seragam Bekas3 Bab 3 Tugas Kasih4 Bab 4 Makan di Restoran5 Bab 5 Tak Sengaja6 Bab 6 Belanja7 Bab 7 Melawan8 Bab 8 Perubahan Bibi9 Bab 9 Bibi Berubah, Ririn Berulah10 Bab 10 Ririn Cari Masalah11 Bab 11 Bibi Berubah Lagi12 Bab 12 Ririn Kalem Karena Pete13 Bab 13 Minggu yang Tenang14 Bab 14 Informasi dari Kak Risa15 Bab 15 Kunjungan Kak Ajeng16 Bab 16 Pemberian Bibi17 Bab 17 Menelpon Kak Ajeng18 Bab 18 Cerita Kak Ajeng19 Bab 19 Para Sahabat20 Bab 20 Fitnah Kak Risa21 Bab 21 Tamu Kak Risa22 Bab 22 Perdebatan23 Bab 23 Tugas Sekolah24 Bab 24 Diusir25 Bab 25 Rekening Beasiswa26 Bab 26 Pengakuan Ibu27 Bab 27 Pernikahan28 Bab 28 Pengakuan Aldo29 Bab 29 KC30 Bab 30 Pertemuan Kedua31 Bab 31 CEO Baru32 Bab 32 Proyek Baru33 Bab 33 Bertemu Duo Racun34 Bab 34 Kabar Dari Kak Ajeng35 Bab 35 Menjenguk Bibi36 Bab 36 Fakta yang Menyakitkan37 Bab 37 Keputusan Kasih38 Bab 38 Zayn Mencari Kasih39 Bab 39 Langkah Besar Zayn40 Bab 40 Membereskan Masalah41 Bab 41 Akhir Kisah