icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering

Bab 5 Part 5. Adat Istiadat DiAnggap Syirik

Jumlah Kata:345    |    Dirilis Pada: 14/10/2024

-orang sudah berubah bahwa mereka mengira kami sudah mendoktrin perbuatan haram. Mereka menganggap kami mempercayai hal-hal yang bersifat mistis dan menganggap tempat mata air kembar itu sebag

k menghargai dan sebagai wujud rasa syukur atas kelimpahan rejeki dan Rahmat atas kebe

o'a-do'a yang berasal dari Al-Qur'an juga kok. Jadi menurut kami sah-sah saja. Kami tak pernah menyembah apapun. Bahkan pohon

ami alami. Padahal Bang Ali cuman membela diri aja, menghindari binatang buas, yang bisa membahayakan nyawa. Namun yang ada, mungkin salah satu penghuni alam ghaib di sana, yang se

kotor, mengabaikan peringatan atau memprotes apapun di sekit

suatu k

eringatan, siapa pun yang memasuki wilayah kami, segala aktifitas sebaiknya di istirahatkan dahulu. Namun sang operator alat berat ti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
“Sinopsis Di tengah kampung Serigi, terdapat 2 buah sumber mata air yang begitu deras. Hingga dinamakan mata air kembar, tapi masih menggunakan bambu sederhana yang mengalir dari dalam tanah, entah dari mana datangnya. Sehingga sangat membantu warganya untuk keperluan hidup sehari-hari. Meski kemarau panjang takkan pernah mengering. Tapi di balik itu, tersimpan misteri mistis yang sering meneror siapapun yang sengaja atau tak sengaja melakukan sesuatu yang di larang di tempat sumber mata air kembar itu. Banyak pantangan yang harus dipatuhi jika memasuki wilayah kampung Serigi. Penghuni tempat keramat itu, mata air kembar akan mendatangi rumah kalian yang ia tak menyukai. Selain itu, sederetan kejadian aneh, mistis yang dialami warga setempat atau orang lain yang memasuki wilayah kampung Serigi akan menyimpan banyak cerita... Dan apa saja kejadian mistis itu? Bagaimana dengan suasana mata air kembar itu hingga sekarang?”