icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menantu Dari Kota

Bab 4 Tetangga Julid

Jumlah Kata:558    |    Dirilis Pada: 22/07/2024

ah. Eneng Naha meser da

bawa daging ayam begitu banyaknya. Auto kena ceramah ole

akan ayam dengan berbagai aneka. Mau buat opor ayam, rica-

g Shafiya mau pergi ke sawah. D

i. Gak mau dia itu mukanya belang. Oh no?!

r aja. Ru

au ke sawah aja

l di desa masih aja berg

a? Desa pun beras

pasan aja s

r netizen a.k.a emak-emak julid. Rempong kali merek

a sarapan malah ngerumpi gak

ya di

g lahirannya beranak, dirinya harus berti

Shafiya perlahan menghampiri emak-emak julid

sembari memilah sayuran

.. dos

kanya makan spaghetti bolognese

. Shafiya nanya apa

ancing keributan," tandasnya di

usah ikutan julid pula. Itu

sarung," timpal ibu-ibu yang b

angsung typo," nyinyirnya samb

, dalam hatinya menyebut satu per satu

kebali

enerima telepon dulu katanya. Menengok ke bela

ebih parah ketimbang

*

sehabis ashar," ujar Gandi mas

aikum

k Shafiya supaya tidak rewel di sawah nanti. Istrinya yang manja ternyata mau

. Kita masih ada tabungan. Beli hel

ar Shafiya lagi berbincan

Tinggal camilan seperti permen y*pi, p

Sakit ji

r. Apa terjadi se

fiya terus meraung-raun

la melihat sang istri dilempari buah

ya macam orang kesurupan. Wanita itu menunduk untuk mengambil batu kerikil.

inya justru menghalangi

luan yang lempar tomat

tak Gandi karena amarahnya m

gga. Shafiya yang tidak mau kalah be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menantu Dari Kota
Menantu Dari Kota
“Kehidupan Shafiyah langsung berubah kala suaminya di PHK dari kantor tempat dia bekerja. Alasannya, karena ada seseorang korupsi--mengambil saham perusahaan sampai mengalami kerugian mencapai milyaran rupiah. Serba-serbi hidup mewah, bergelimang harta, kebutuhan selalu tercukupi, kini roda telah berputar. Sebagaimana takdir berkata tidak melulu kita berada di atas. Ada kalanya harus mengerti dan merasakan bagaimana kehidupan di kalangan bawah. Ya, Shafiyah terpaksa tinggal bersama dengan mertuanya. Sang suami bertani di sawah guna mencukupi biaya sehari-hari. Menghadapi orang tua suami yang masih mengenyam jadul alias jaman dulu. Kehidupan Shafiyah terombang-ambing. Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Shafiyah bisa bertahan hidup di desa, serta mengalami hal-hal tidak terduga?”