icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KEPINCUT PAPA MUDA

Bab 3 KPM - 3

Jumlah Kata:1703    |    Dirilis Pada: 12/07/2024

.

rjatuh, kaki kecilnya terluka. Hampir saja sebuah motor menyerempetnya. Tangis Billy makin menjadi karena ketakut, wajah peng

k tampan. Sudah... sudah... Ja

ada bersamanya. Dia menyesal, sudah merajuk dan memilih pergi dari rumah. Padahal dirinya

°♡

mereka kali ini. la tersenyum saat kedua anak kembar itu menatapnya sambil mengernyit dan te

yang mau kali

"Bi, ibu itu apa? A

ma dengan mama. Nama

ada kalo L

, sa

ang jahat ke kit

g tepat untuk menjawabnya, lalu menga

ng Lia sama

a Lio kenapa m

atuh dan

Mama kita

bahwa si kembar ini sangat merindukan kehadiran sosok Mama. Sejak mereka

gan bertanya-tanya. Ada banyak hal yang ingin ditanyakan tapi tidak ta

i. Jangan ke mana-mana, Bibi

a berdua duduk bermain di teras, tiba-tiba terdengar suara khas penjual ice cream keliling. Adelio bangkit dari

. tunggu

°♡

ggenggam erat payung ungu-nya, Althea merutuki dirinya sendiri. Tadinya ia pikir ke apotik depan komplek saja, tidak perlu membawa kend

sepeda motor yang melaju agak cepat, sesekali mencipratinya dengan air. Makin men

h tahu lagi hujan malah naik motor kenceng-kenceng!" Althea menggerut

masuk dalam komplek yang terhitung ekslusif. Mungkin karena konsep perumahan ini adalah pembelian dalam bentuk tanah kavling, sehing

n hancur. Bukan hanya sekali ia menemui kondisi jalanan depan komplek yang seperti ini. Di Surabaya rata-rata begitu. Para pengembang han

Dua blok berhasil ia lewati dan saat di kelokan terakhir langkahnya terhenti. Seorang pengendara motor sedan

, di rumah. Bukannya di

nak itu dan menutupi tubuh keduanya yang basa

nis, kalian t

dah dibasahi hujan dan air mata. Mendadak, kedua

aaaa

Mama? Sia

lian siapa?" ta

dipeluk erat. Pikirannya kacau karena ad

ng tua, hah! Anak dibiarin hujan-hujan. Lihat,

k kecil itu masih memegang erat kakinya. la berkacak pinggang, menatap pria yang sekarang sedang menatap sok galak.

Kamu yakin jatuh karena mereka dan bukan

ihat kan? Lihat ini ta

dengan mata jelinya ia bisa melihat kalau ban motor itu gundul bahkan ada beberapa bagian yan

bukannya bantu malah dimak

amu, masih nyolot! Uru

mbiarkan air membasahi tubuh dan bajunya. la menunju

kamu maju, aku gebok!" la mengayunkan payung dan berniat me

ita

Althea menghela napas panjang, menunduk dan menatap anak laki-laki

il, di man

. Althea mengamati keduanya dan menyadari kemiripan wajah mereka, sep

antar kali

engangguk.

ini tante

, kamu

il. Dengan perlahan, ia melepaskan pegangan anak itu di kakinya meraih tanga

nte anta

yang di gandengannya terluka, dan jalannya pincang. Ia memeriksa kaki dan menda

mu sa

engangguk

lam tas yang dibawa dan mengusap lecet-lecet di t

kasih,

t. "Ayo, naik punggun

ungkan lengannya yang mungil ke leher

, di mana r

ak itu menunj

nte di sana juga. Ru

bel

gga dong. Rumah tan

esuatu dan menoleh. "Rumah

angguk kompak dengan

dan lua

orang kaya bisa berkeliaran di jalanan saat hujan. Ke mana orang tuanya dan kenapa anak

ggandeng bocah laki-laki. Tangan lain berada di pinggul si bocah perempuan, memastikan anak itu tida

bik

h itu, orang-orang di depan mengha

aja, sayang? Bibik tingg

dan berniat menggendong anak

ringkuk di punggung Althea dan membua

ini?" tanya Althea. Wanit

Karena Adelia tidak mau turun, bisakah No

mah besar dengan halaman cukup luas. Sesampainya di teras dengan sebuah sofa panjang dan beberap

usap rambut anak itu.

ini kembara

ali tidak boleh keluar lagi saat

kompak dengan mata m

muda buat jadi mama. Daah, Adelio Adelia. Sampai k

. Tugasnya sudah selesai. Namun, lengkingan da

! Lio m

, Lia

a, terdengar banyak bujukan dari orang-orang pada si kembar, sayangnya anak-anak kecil itu tidak mau melepaskan kakinya. Akhirnya, ia mengalah.

kalian harus mandi mandi dan ganti baju. Dan un

nnya pada bocah yang hampir ditabrak motor, membawa banyak dampak dalam kehidupannya. Saat kakin

dan setiap malam akan melakukan panggilan video. Althea tidak tahu siapa orang tua mereka. Ia hanya mendengar dari Marni kalau sang mama sudah mening

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KEPINCUT PAPA MUDA
KEPINCUT PAPA MUDA
“"Anak-anak manis, kalian tidak apa-apa?" Kedua anak kembar itu mendongak, wajah mereka sudah dibasahi hujan dan air mata. Mendadak, kedua anak itu berteriak keras sambil memeluk Althea. "Mamaaaa...!!" "Wait... Mama? Siapa Mama?" "Eh, tunggu. Kalian siapa?" tanyanya bingung. "Oh, ada mamanya. Bagaimana kerja kamu jadi jadi orang tua, hah! Anak dibiarin hujan-hujan. Lihat, nih, saya hampir jatuh karena ngindarin anak itu!" Althea, seorang dokter muda mandiri yang tidak mengenal kata manja. Ia dibesarkan oleh orangtua tunggal, Mama-nya, setelah Papa-nya meninggal karena terlambat mendapat penanganan medis. Sang Papa adalah pekerja keras yang memilih meninggalkan kekayaan keluarganya dan hidup bersama Mama-nya. Setelah kepergian Sang Papa, Opa dari Papa-nya kembali datang untuk membawa Althea dan Mama-nya masuk menjadi bagian keluarga. Ketulusan dan kebaikan hati Althea dan Sang Mama membuat Opa-nya begitu menyayangi dan mempercayakan seluruh asset-nya untuk mereka kelola. Hingga di akhir hayatnya, Sang Opa mewariskan seluruh asetnya kepada keduanya. Hal ini menimbulkan konflik dengan Sang Tante serta sepupu-sepupunya. Kelembutan hati Althea membawanya bertemu dengan sepasang anak kembar yang telah ditinggal meninggal oleh Mama-nya sejak kecil. Rasa senasib karena harus hidup dengan orangtua tunggal, membuat Althea sangat memahami kesepian anak-anak itu. Terbukti dengan begitu mudahnya ia dekat dan sayangnya Althea pada kedua anak kembar – anak tetangganya itu. Kedekatannya dengan anak-anak itu membuat mereka merasa aman dan bergantung pada Althea. Siapa sangka, kasih sayangnya pada anak-anak itu membawanya pada kisah cinta yang tidak biasa namun tetap indah. Sementara itu Evander, duda keren beranak dua, tidak pernah menyangka bahwa usahanya untuk membentengi diri dari wanita demi anak-anaknya, justru dibuat kembali merasakan jatuh cinta seperti anak remaja oleh seorang wanita unik. Kisah cinta mereka tidak semulus jalan tol, juga tidak secantik taman bunga, tapi cukup menggemaskan dan penuh tantangan.”