icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kembalinya Sang Mantan

Bab 2 Masih Peduli

Jumlah Kata:632    |    Dirilis Pada: 29/05/2024

ah dua hari lho Bapak bat

ebahan di atas sofa. Bermodal obat warung, padahal dirinya ada bia

gak, Pak? Cica mau ng

berobat ke rumah sakit menggunakan BPJS ketika sakit. Buka

kantung mata beliau. Cica tidak tega. Hatinya lemah, dan dia c

, Nak. Bapak aga

atuk setiap dua menit sekali, pernafasannya j

," isak tangis Cica semakin keras. Memilih m

ti tapi hanya sebentar. Katanya susah kalau tidak

anak semata wayangnya penuh sayang, "In Sya

lanya guna melihat kondisi Bapak. Batuk-

sakit sekarang juga," kekehnya usa

a mencekal erat pergelangan tangannya, "

24 jam. Jangan bingung soal biaya. Cica

ujar Bapak terkikik geli

menyempatkan mencium pipi kanan Bapaknya, "sayan

*

gasi, ruang tamu pun jadi. Hanya motor matic yang dibelinya tahun kem

it masih pada buka. Ada keraguan sih ta

atau enggaknya jas hujan di jok motor. Suara t

nter B

ma

etusnya yang kemudi

Lelaki itu bertanya lh

rtanyaan gue," godanya sambil m

angan Soleh, "Sayang ... s

ri jantungnya. Masih sama rupanya. Semenjak pacaran hingga menjadi mantan efeknya seluar biasa ini. P

ol

di kamar mandinya. Jadinya ... si man

k. Bapak

e ke rumah sakit," gumam Cica sembari mera

bil saya

omongin selama Cica si

Soleh, ngerepotin,

ertanya setelah turun

biar Bapak enggak kehujanan kalau naik mobil," Soleh me

as hujan,"

mbali motor Cica ke dalam rumah. Untung

in pula Soleh mengembalikkan motorny

ak? Biar saya tak

ini kunciny

umahnya. Cica menepuk keningnya, Soleh tersenyum mis

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kembalinya Sang Mantan
Kembalinya Sang Mantan
“"Kalau jalan lampu hijau, hati-hati lampu kuning, kalau kita asing, gimana?" "Udah asing kali. Gak inget ya, kita udah putus dua tahun yang lalu?" Cica, perempuan yang tahun ini menginjak kepala dua itu, harus berjumpa kembali dengan sang mantan sewaktu SMA dulu. Pertemuannya sangatlah tidak aesthetic. Di selokan--ketika Cica fokus memainkan ponsel sampai tidak melihat selokan penuh lumpur dan bau. "Es krim yang dari Cina itu apa sih namanya? Miss you gak sih?" Cica memutar kedua bola matanya, lalu mencebik kasar, "Bantuin gue naik, oy. Malah ngegombal terus. Udah kenyang gue makan janji manisnya elu, Soleh?!" Soleh--mantan Cica justru terkekeh ringan. Lelaki tersebut jongkok alih-alih membantu Cica keluar dari selokan, "Le minerale itu yang ada nangis-nangisnya dikit gak sih?" "Keinget masa lalu ya, Beb?" sambung Soleh membuat Cica menggeram, menahan emosi. "Dasar g*la," Tidak disangka, Cica menarik pergelangan tangan Soleh. Alhasil, mereka berdua sama. Iya, sama-sama kotor terkena lumpur. "Untung gue masih sayang sama elu, Ca," Soleh mencuil sedikit lumpur dan menaruhnya di pipi tirus sang mantan.”
1 Bab 1 Mantan2 Bab 2 Masih Peduli3 Bab 3 Gombal4 Bab 4 Modus5 Bab 5 Bertemu Dia6 Bab 6 Tulus 7 Bab 7 Pasar Malam8 Bab 8 Pelukan9 Bab 9 Pantai10 Bab 10 Bocah Kok Dilawan11 Bab 11 Gagal Move On 12 Bab 12 Awas Ketahuan!13 Bab 13 Ustadz Rifa14 Bab 14 Mencari Kesempatan15 Bab 15 Minta Izin16 Bab 16 Wedding Hikmah17 Bab 17 Gelang Couple18 Bab 18 Rumah Sakit19 Bab 19 Usus Buntu20 Bab 20 Mau Maling Yaa!!21 Bab 21 Pilih Salah Satu22 Bab 22 Sudah Punya Calon23 Bab 23 Gelang 224 Bab 24 Cobaan Bulan Puasa25 Bab 25 Berondongnya Nana26 Bab 26 Hampir Celaka27 Bab 27 Kembali Tumbang28 Bab 28 Keadaan Ambigu29 Bab 29 Singapura