icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kembalinya Sang Mantan

Bab 3 Gombal

Jumlah Kata:518    |    Dirilis Pada: 29/05/2024

angnya muda

ong?" s

jeda makanya. Gak enak tau kalau gak dilanju

perkataannya terdengar

seneng, ngambek, marah dan mudah

"mau jadi Abang tiri gue? Ogah gue.

temenin Bapak di rumah. Di cancel deh, soalnya beliau kukuh bis

ng kalau elu lupa," wajah tengilnya itu loh. Ing

al

uat Cica mati ku

mau pes

ki itu tersenyum miring seolah mukanya ingi

tak sadar mencengker

ling," ge

eh tetapi kelakuannya ...

C

nya asem kek jeruk nipis kini menunjukkan senyum

t, ya?" Teri--pemilik rumah

ketika lembur. THR menjelang lebaran yang jumlahnya tidak terkira itu.

*

mendengung di hati gue," mulai lagi

Cica pun pamitan. Sudah adzan dzuhur. Wak

i sini. Kita pulangnya

pi Cica sampai menutupi

lu?" cetus Cica sembar

ama elo, Ca," Soleh menata

p-

rtawa renyah, "gak ada kosa

rih Soleh masih menatap lekat Cica. Atau gag

isih. Ia masih mendengar

l

lengan Soleh,

cintaku," r

cinta, sayang. Ini di tambah tatapannya yang ... lembut, teduh, rambut depan sengaja di acak-aca

. Gue ma

kiri dia ikutan. Geser ke kanan, ikut juga membuat kesabar

uatu. Takutnya toko tersebut keburu

r

ang di genggam oleh Cica. Dia bersiul seray

Motor elo biar anak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kembalinya Sang Mantan
Kembalinya Sang Mantan
“"Kalau jalan lampu hijau, hati-hati lampu kuning, kalau kita asing, gimana?" "Udah asing kali. Gak inget ya, kita udah putus dua tahun yang lalu?" Cica, perempuan yang tahun ini menginjak kepala dua itu, harus berjumpa kembali dengan sang mantan sewaktu SMA dulu. Pertemuannya sangatlah tidak aesthetic. Di selokan--ketika Cica fokus memainkan ponsel sampai tidak melihat selokan penuh lumpur dan bau. "Es krim yang dari Cina itu apa sih namanya? Miss you gak sih?" Cica memutar kedua bola matanya, lalu mencebik kasar, "Bantuin gue naik, oy. Malah ngegombal terus. Udah kenyang gue makan janji manisnya elu, Soleh?!" Soleh--mantan Cica justru terkekeh ringan. Lelaki tersebut jongkok alih-alih membantu Cica keluar dari selokan, "Le minerale itu yang ada nangis-nangisnya dikit gak sih?" "Keinget masa lalu ya, Beb?" sambung Soleh membuat Cica menggeram, menahan emosi. "Dasar g*la," Tidak disangka, Cica menarik pergelangan tangan Soleh. Alhasil, mereka berdua sama. Iya, sama-sama kotor terkena lumpur. "Untung gue masih sayang sama elu, Ca," Soleh mencuil sedikit lumpur dan menaruhnya di pipi tirus sang mantan.”