icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kisah Aku & Dia

Bab 3 Anak Sultan yang Aneh

Jumlah Kata:546    |    Dirilis Pada: 04/05/2024

tangan berada di pinggang. "Jangan percaya

Si Rina mah main tudu

entara ibuku tersenyum de

n itu, kalau ketemu kek anjing a

raya menghampiri ibuku. "Dia a

itu tertawa-tawa lagi s

menunjukku. "Rina kasar banget. Man

g-pendek seraya mengambil bawaan ibuku yang ba

ibuku. "Nggak baik ng

Dasar aneh. Cewek kok kasar gini? Ma

tuh,

badan, menghalangi langkahku. "Ber

alah ngebelain

badan, melangkah ke arah dapur dengan men

owok berengsek itu. "Biar Tante ambili

wab Damar. "Biar saya am

rdua bisa dibilang sahabat baik dan sangat akrab mala

sudah kenal baik dengan ayah da

aja main ke rumah orang tuanya Damar

umi dan langit. Jauh lebih besar garasi mobil yang mereka miliki untu

dak pernah mau menggunakan salah satu mobil a

in bertanya tentang hal ini, dia sela

n dia termasuk kategori anak sultan. Yah, lebih membaur atau membum

a sosok Damar. Hmm, mungkin dua atau tiga poin lagi. Entahla

justru lebih dekat padaku ketimbang teman-teman

rbangga hati, membusungkan dada dengan harta kek

ku, sebagai anak tunggal, anak sema

g kedua inilah dia meras

ang tergila-gila padanya, tapi emang dasar cowok selengean,

n cewek di sekolah yang menangis tersedu-sedu di

apa-apa. Toh, itu kan haknya Damar. Dia mau bersama siapa, at

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kisah Aku & Dia
Kisah Aku & Dia
“Damar, dia seorang laki-laki yang pernah aku harapkan menjadi seseorang yang akan selalu mendampingiku dalam suka maupun duka. Dan aku, Rina, gadis yang akan selalu ada untuknya dalam sakit ataupun senang. Tapi kehidupan tak akan pernah sejalan dengan pemikiran dan keinginan, membuyarkan khayalanku, menghempaskan mimpi-mimpiku ke jurang terdalam, lalu pecah berderai di kerasnya kenyataan. Damar yang selalu memperlakukanku dengan baik, bahkan lebih dekat daripada keluarganya sendiri, ternyata sama sekali tak menaruh hati padaku. Perasaan yang terhempas ini tak pernah bisa kuungkapkan. Tidak pada orang tuaku, tidak pula pada Damar sendiri. Kusimpan segala sakit di dalam hati, sendiri, dan mendoakan yang terbaik baik bagi Damar sebab dia yang harus pindah, dibawa pergi oleh keluarganya ke luar kota.”