icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Nikmat Sesaat

Bab 3 Nikmat, 3

Jumlah Kata:1215    |    Dirilis Pada: 11/07/2024

ang murid di kelas 6. Hanya 11 anak saja. Aku pun sudah mulai bergaul dengan guru-guru. Ada Pak Darto

ami para guru rapat evaluasi dalam ruang kepala sekolah. Sambil menung

put lumpia rebung dari kotak makanan yang disajikan. Ha

irip ikan buntal yang terancam oleh musuh-musuhnya. Aku tahu maksud Pak Darto. Ia pasti sed

ka berkacak pinggang. Makanya, menurut cerita-cerita yang beredar di kalangan para guru, Pak Darto lebih sering mengung

asti sudah menikmati ranu

Darto. "Husss.." kata mereka. Orangnya memang sulit diduga, banyak tingkah dan alasan. Makanya, aku hanya terus berulan

^

t padaku. Siang itu, di ruang kelas, aku duduk siaga

n berambut kucir ganda. Yang aku tunj

orang murid yang duduk

karena beberapa jerawat sudah menjajah bagian kening dan pipinya yang cukup berisi. Ia bermata sipit, beralis tebal, dan berbibir sensu

beringsut maju, memungut pelan kapur tulis yan

m buku, aku mendengar anak-anak tert

a yang ditulis

R-A-W

gue dikerjain,"

rti orang kesurupan. Ia membanting-bantingkan tubuhnya ke kanan-kiri,

as kembali tenang meskipun masih terdengar cekikikan-cekikikan yang

rbeda dengan gadis yang duduk tepat di sebelah kanannya, Iyu

iknya sewaktu pelajaran olah raga. Betisnya tebal dan suka memakai sepatu se

"Pak, beliin pulsa dong." wajah

dengan tak kalah usilnya juga. "Ok

yang agak bergelombang, ditata dengan jambul kecil di depannya, terhambur ke

gara wajahnya yang mellow itu, orang sekaliber Pak Marjo pun sering dibuat mengalah. Padahal, denga

dan meyakinkan telah menyontek! Tapi dengan mudahnya ia membujuk Pak Darto agar menyelamatkannya. Modus operandinya, ia pura-pura sak

kemarin. Mungkin karena Deva berhasil menunjukkan wajah memela

tema yang sama. Tempura 2 tusuk. Minumannya juga serempak. Hmm, apakah mer

*

ilas ke arah ar

anku. Aku beranjak naik diiringi suara gemerisik dari kertas koran yang dijadikan alas duduk. Tempat itu memang berubin namun bukan k

ku. Bayangan dua anak perempuan sedang mengintip ke dalam rumah lewat jendela ruang tamu. Sebenarnya ada ti

-baju itu begitu saja dan menutup lemari rapat-rapat. Sewaktu membalikkan badanku, makhluk-makhluk itu, y

ka pintu, terlihat Anak usil and the gank itu datang ke rumah sore hari lengkap dengan

anti pura-pura tak menyimak dengan sibuk menengok kanan-kiri. Deva memilih

ejarku pen

yang disambut dengan senggolan siku Deva. Mungkin Deva meras

bih dulu, dibuntuti Santi dan Deva. Aku mendahului mereka pergi ke da

kan air putih." sahut Santi

. Ketiga gelas itu aku tata rapi di atas nampan dan kubawa masuk ke ruang tamu.

pak sibuk mengibas-ibaskan tangannya, menggiring angin ke arah lehernya. Dagunya ia

membungkuk untuk menaruh gelas-gelas itu, aku mengintip cepat singlet putih d

san, sampai-sampai sari jeruk itu meleleh di antara bibirnya dan turun meluncur mengi

^

a kisah super baper "Tak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Nikmat Sesaat
Terjerat Nikmat Sesaat
“Jangan pernah baper atau...”