icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Become True

Bab 6 Kabur

Jumlah Kata:1220    |    Dirilis Pada: 26/04/2024

ar...Allah

gema mengisi setiap dimens

kokoh berwarna putih dan sarung kotak – kotak berwarna biru tua telah membungkus

ini," panggil Adam sambil meng

di kamar sebelah, Adam beranjak dari kamarn

...ba

hut Medina

Jangan lupa kunci pintu

biasanya. Adam yang masih berdiri di depan pintu, sempat merasa heran namun ia abai

!" seru Medina lagi, yang ju

aikums

jamaah di masjid hanya karena meladeni keanehan Medina pagi ini. Bia

*

stikan Adam sudah bemar – benar pergi, ia yang telah merencanakan kabur ke kampus pa

sudah mandi bahkan sudah siap

sal dengan Adam yang mendadak berubah menjadi manusia paling keras kepala di muka bumi

keras

Ia tak peduli jika kakaknya marah besar atas tingkahnya. Toh...ini

*

us, langkahnya cepat menapaki koridor. Mata teduhnya men

di, dan selalu memunculkan pertanyaan yang sam

lah Medina

– satunya alasan kecemasan Adam. Pria itu terlalu menya

ra mahasiswa dan mahasiswi seluruh angkatan sempat berpikir jika mereka pacaran. Tapi asumsi itu langsung buy

angkah Adam. Ia menoleh, cowok manis berkacamata

k nggak?" tanya Nando

a ap

eberapa hal penti

atnya sungkan untuk menolak. Tapi...bagaimana den

sejak tadi, seakan tahu apa yang ada di pikira

epat, " Lo tah

a juga nggak masuk. Paling Medina s

sana. Tapi d

ih polos aja, Nina bi

api

lo dulu. Ini demi masa depan gue dan Medina

angkah cepat Nando. Ia berdo'a semoga saja Nando benar Se

*

ng sengaja di besar – besarkan langsung membuat Medina terperan

anguninnya pake cara baik - baik?" protes Medina da

ak gue guyur," sengit Nina tak mau kalah. Sunggu

mahnya dan langsung menguasai tempat tidur, belum lagi dia yan

a yang tempo hari pernah di kejar orang gila, gara – gara keisengan Medina

nya bergeser beberapa inci. Itu membua

e sini." Nina mul

da di sini?" Panik Medi

n kasih tahu dia," ketus Nina kesal. Sahabatnya itu

i gue masih aman," ucap

masalah. Kan kasian kak Adam, repot nyari'in lo." Nina memilih duduk

dia mau dengarin nasehat gue." Medi

sehatin orang. Lo sendiri aja

s berada di sisi ranjang. Tangan rampingnya terulur mengambil pensil a

gak mau ninggalin lo sendirian. Jadi...udahlah lo ngalah aja, jangan paksakan kehendak lo sama kak Adam. Gue nger

dina, Nina mulai merasa

anjang mendapati Medina yang kem

amun hanya sesaat karena setelah itu, ia kembali asyik bermake up ria tanpa adanya gang

berlebihan, artinya d

e up. Bagaimana respon Nina? Dia tidak peduli. Tentu saja, karena baginya Med

AKA

membuat ukiran alis Nina yang telah ia

tapi melihat wajah cemas dan keringat dingin ya

ng bolong. Dan...berkaitan dengan Adam. Nina terdiam dengan ma

gar gemetar. Air mata luruh ke pipinya d

mbuat sahabatnya itu sampai ta

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka