icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PESUGIHAN BONDHO TURAH

Bab 4 Bagian 4

Jumlah Kata:1590    |    Dirilis Pada: 24/04/2024

tidak kuat menanjak, dua kali mogok, padahal tadi berangkat mobil sudah di cek dan perjala

ti dulu, ya,

n mobil dan menepik

barang yang bukan haknya? Atau meneri

oba mengingat kembali apa

pembagian oleh-oleh itu,

, coba dicek

membuka bagasi belakang. Beberapa plastik warna hitam ada

stadz! Ada yang an

ra mengerum

, Dh

eh-oleh yang

alil

itu,

llah! Coba

ik itu. Isinya sarat

ta ustadz. Dia segera menerima bungk

membaca ayat-ayat ruqyah. Beberapa menit kemudian

ta lanjutkan perjalanan, jangan

s berdzikir dalam hati. Mobil dihidu

rfan, "Ngomong-ngomong siapa t

rfikir

sendiri, ust. Saya kurang memperhatikan, tadi kay

nanti dia berencana ak

*

sedang berfikir. Kira-kira siapa yang sudah

itu tubuhnya tinggi, kekar, memakai celana pendek, ka

ak membawa apa-apa. Dan jelas yang memberikan kantung plastik berisi daun

intang be

gganggu. Kamu sudah dengar

a WA da

salaam, kab

itemukan telah meninggal di tempa

an ludah. Kal

hi! Siapa

sudah hilang hampir

Dimas memberitahunya hal ini? Apa urusannya?

a kurang bis

*

keras menerpa jendelanya. Jantungnya berdebar kenc

membuat kaca jendela kamarnya berderak-derak. Dia seger

yang masuk ke mata dan tenggorokannya. Dia terbatuk, tersedak dan tidak b

pecahan kaca di lantai. Dia melompat terkejut dan tubuhny

ikan, tumbalnya gagal lagi. Dan apabila gagal

*

wung geger. Istri Sopyan pingsan berkali-kali, ket

ah jenazah Sopyan dimakamkan. Suasana rumah Sopyan masih ramai.

, pak Kades!" Inah istri

ar. Istighfar,"

pulang-pulang! Pulangnya udah jadi mayat! Pak Kades, tolong saya, p

Kali Kuning, di sana itu angker. Tapi dia nggak p

pak Kades sama-sa

l ibadahnya. Mohon maaf, bu. Kami mewakili dari polsek hendak memberikan sekedar tanda tali kasih

dan pak polisi segera izin pamit. Di luar mereka bert

as?" Tanya

mbil menggaruk-garuk kepalanya, "Kamu ke mana, No? Kok kem

u ke kota kemarin. Baru pulang pagi ini, p

aan kenapa, No? Giman

ri belakang. Dimas sampai k

mana, No? Kok nggak kabar-kabar, sih?"

cahan kaca dari lehernya. Alhamdulillah sekarang sudah bisa makan m

llah. Sekarang mas

es meng

isa membaik. Iya masih di rumah sakit

sama su

es meng

Dimas cepat sembuh seperti

jawab pak Kades, "Gimana dengan

s kembal

sama dengan penyebab kematian p

es terk

lah! Kok bis

mengangk

t biasa, No. Butu

, ya, mas, apa yang

mengangkat bahu. Jela

*

Dawung. Begitu banyak orang yang membicarakan kematian pak

a itu jadi tumbal!" Kata seorang wanita

k suaminya bisa tah

etangga-tetangga yang lain.

apa, to,

l pesugihan bo

bu Indah b

anyaknya, la kok masih cari pesugihan segala?" Tan

ng biar tambah kaya lagi bu! Dia ngasih-ngasih uang ke orang lain biar di sendiri tam

Lintang berpa

a yang kayak

nya orang Kali Kuning y

kan belum tahu bener atau enggaknya," kata bu

al pesugihan bondho turah?

g tak percaya, tapi si ib

g ratusan juta, padahal cuma disuruh renovasi jalan kecil saja. Kalau Sopyan tiba-tiba juga dapat uang banyak, langsung dipaka

ghibah! Dosa, lo!" Kat

sa berita yang beredar sudah terlalu melenceng jauh. Menurut Lintang pr

*

hana dengan halaman yang cukup luas. Halaman itu cukup as

pak polisi sampai di depa

ng mengetuk p

ssalamualaikum! Pak

u mengetuk rumah lagi. Pak Kadus yang cukup kenal denga

e

ng rumah Kardi ternyata digembok. Pak Kadus mulai meras

ak Kades, setelah pak

enggelengka

aknya. Pagar bel

uga dikunci. Apa dia

agak sedikit bingung. Tiba-tiba ada

i Ka

a menengok ke

, mb

Katanya mau pindah," jawab kakek

kapan, kek,

u nampak

ari sebelum Sopyan ditemuk

Ya, sudahlah! Benar seper

ndi? (Kardi bilang nggak mbah mau pindah k

salah Semar

andangan. Urusan akan

*

bersujud dalam-dalam. Tak tera

amanahku. Kuatkanlah aku dalam menjalankan kewajibanku, kuatkanlah aku dala

a kali. Dan saat itulah dia m

ak Kades! San

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PESUGIHAN BONDHO TURAH
PESUGIHAN BONDHO TURAH
“Jalan masuk desa Kayu Dawung yang rusak menjadi awal sebuah kisah panjang tentang keserakahan, ketamakan, kedengkian, cinta dan juga sihir yang begitu panjang. Jalan yang rusak itu mempertemukan begitu banyak jiwa dan ruh yang tak pernah mengenal sebelumnya.”