icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Kontrak Cassanova

Bab 5 5. Aku Bukan Pelacur!

Jumlah Kata:1513    |    Dirilis Pada: 03/04/2024

f Tuan, tapi dia

mbil alih percakapan dengan menunjukkan sebuah foto pada Jav

ven yang terus menggodanya. Dia mengambil tabl

Javas saat hanya melihat d

mendesak butuh uang, dan, identitas mereka kami rahasiakan dan untuk B6 sampai B9 mereka cuma menemani minum ngg

pa ceweknya!" intrupsi Alven menggeser

B

Serio

ng-senang, lo tahu itu 'kan? Lagian besok gue a

a baru banget bergabung dan belum ad pengalaman

ne. Gue hanya butuh di

ya akan meng

ro!" Teriak Alv

*

uan asing membiarkan pria asing lainnya menyentuh terlalu jauh tubuh mereka, bahkan disambut senang dan

..d

eh telinga tapi Javas masih bisa mendengar derap langkah hig

ta ditemani olehnya. Atau bukan karena Zehra sendiri sedang ikut per

idak senang dengan apa y

ermainkan sekarang?

sud

bawah bilang k

ur kerja sebagai waitress, saya disini kerja untuk tugas yang lain

ngar penjelasan Zehra d

bisnis disini, bagus!" ejek

u sepanjang malam tapi karena aku sendiri dan ambil paket spes

dua kali, "Iya

sudah menghempaskan tubuhnya ke atas sof

enyalurkan kegamangan di hatinya. Namun segera ia enyahkan dengan k

nyalakan TV untuk kemudian saya bantu

a yang ditopang oleh pahanya dan matanya memindai dalam, keseluruh tubuh Zehra dan berhenti pada

rik hingga tubuh keduanya saling bersinggungan tanpa j

ngulurkan botol tadi pada Zehra yang tengah menahan napas

an aku

ai

ang menurutnya berbelit. "Ayo!" p

pa

e hotel, beres

dan menemani anda di ruang karaoke ini, bukan melayani kebutuhan a

ama jadi mari kita buat lebih sederhana karena kamu nggak perlu khawatir aku bukan orang yan

rga dirinya sedang ditawar dengan cara rendahan, Zehra bergerak mundur la

memulai menyalakan

rkejutannya, Javas sudah memagut bibir tebal Zehra. Menelusuri sepanjang garis bibir wanita itu dengan lida

kangan sang tuan. Kepala bagian belakangnya ditahan, untuk

tanya terbuka dan melihat wajah Zehra yang berkilat memerah membuka ke

n. Hanya ciuman pendek seperti ini saja nyaris membuat wanita itu

ehilangan keseimbangan tubuhnya dan terseok jatuh belakang lantaran sepatu tingginya. Me

eluarkan cicitannya di antara bibirnya yang bergetar. Wajahny

acur!" sentaknya yang jengkel

ntainya pria itu menggusurkan ibu jari di sepanjang bibirnya lalu menjilat basah yang tersisa di sana seolah menikmati

ah tidak menunjukkan sikap penyesalan karena telah melecehkan seorang wanita. Dan malah m

uat kamu aku nggak keberatan memberimu tips dua juta? lima juta? atau berapa kamu menghargai bibirmu sepertinya aku ngg

rga diri wanita itu yang dilecehkan oleh Javas. Zehra mer

a undanganku dengan niat ini, kan? Merayu

n niat yang diucapkan oleh pria itu. Tapi kata-kata

Tapi ia menahan sekuat tenaga agar ta

keberatan melakukannya di ruangan ini, dan kamu a

kkkk

eberanian dari mana yang mendorong tubuhnya melakukan tindakan lebih cepat dari niat yang m

bali ditangkap dan tubuh ringkihnya didor

an kepalanya. "Apa arti tamparan ini? Apa kamu merasa hina dengan dirimu s

tu hingga berbaring di meja disambut pecahan gelas dan botol ke lantai. Zehra terkejut mendengarnya fokusnya terbagi sementara itu dengan licik Ja

man Javas berhenti. Pria itu malah semaki

iam dan membiarkan Javas memaksak

bawahnya. Wanita itu langsung menelengkan wajahnya ke samping, melanjutkan tangisan tanpa suara. U

unggungnya dan membiarkan Ze

engan pandangan yang menghindari Javas sambil mengancingkan kemejanya. Lalu berbalik dan

mbali berbalik dan menghujani sang bos dengan ribuan makian dan tamparan untuk melepas

angisi ke

mari. Bagaimana mungkin ia bisa berhara

...

as

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Kontrak Cassanova
Terjerat Kontrak Cassanova
“Peringatan 21+ Cerita ini mengandung adegan dewasa dan sedikit kekerasan. Javas mengerang karena bergairah, semakin merengkuh tubuh Zehra pada tubuh tegapnya yang membuat pipi Zehra memerah karena ikut merasakannya, dengan mata berkilat Javas mengusap pipi Zehra. "Jadi dari mana aja kamu seharian ini?" "Cuma di rumah, mengemas semua barang aku. Kamu ingat 'kan? Ini jadi hari terakhir-" "Aku berubah pikiran, ayo kita bertunangan!" Zehra mendorong dada Javas pelan, "Maaf, aku nggak bisa karena kontrak kita udah selesai, benar 'kan?" Javas mengangkat dagu Zehra, menatapnya dalam. "Dan Kamu tahu 'kan? Sejak awal akulah bossnya." Tentang dua manusia yang tak pernah bersilang jalan sebelumnya kini terus dipertemukan hingga memantik rasa penasaran Javas Wira Sastro yang sudah muak dengan hidupnya, mencoba bermain api hingga memanfaatkan Zehra Deris yang terhimpit masalah. Mereka setuju untuk terikat dan tanpa sadar saling terbakar. Namun terlalu banyak perbedaan, drama serta celah diantara mereka. Hingga tiba saatnya mereka harus memilih antara tenggelam pada Drama Cinta Dewasa atau kembali pada Realita.”
1 Bab 1 1. (Bukan) Pertemuan Pertama 2 Bab 2 2. Memilih Wanita(Nya)3 Bab 3 3. Mencurangi Cassanova4 Bab 4 4. Motif Pribadi 5 Bab 5 5. Aku Bukan Pelacur! 6 Bab 6 6. Akal Bulus Javas7 Bab 7 7. Tawaran Sensual 8 Bab 8 8. Sebuah Pemicu 9 Bab 9 9. Tekad Atau Nekat 10 Bab 10 10. Test Drive 11 Bab 11 11. Tindakan Senonoh 12 Bab 12 12. Pembuktian 13 Bab 13 13. Berpindah Ke Kamar Hotel 14 Bab 14 14. Penyatuan (21+)15 Bab 15 15. Pelepasan (21+)16 Bab 16 16. Berterus Terang 17 Bab 17 17. Membutuhkannya18 Bab 18 18. Waktu Berdua 19 Bab 19 19. Melayani Dengan Cara Lain 20 Bab 20 20. Antipati 21 Bab 21 21. Apartemen Javas22 Bab 22 22. Sajian Malam23 Bab 23 23. Ranah Pribadi 24 Bab 24 24. Bahasan Yang Tertunda25 Bab 25 25. Capai Kesepakatan 26 Bab 26 26. Berjumpa Kembali 27 Bab 27 27. Alasan Mabuk28 Bab 28 28. Saling Memacu (19+)29 Bab 29 29. Kehilangan Lyra30 Bab 30 Wanita Lain Javas31 Bab 31 Tertangkap Berselingkuh 32 Bab 32 Serangan Bertubi-Tubi33 Bab 33 Pertanyaan Intimidasi