icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Kontrak Cassanova

Bab 6 6. Akal Bulus Javas

Jumlah Kata:1416    |    Dirilis Pada: 03/04/2024

as

membuat Lyra kembali meminta maaf dan menemani anda di sisa jam malam, saya mohon pengertiannya Lyra itu memang pertama kali

ma kali melakukannya?" tany

sebentar lagi Lyra

memakluminya tapi sebagai ga

n bisa memban

ng ia pikirkan, bagaimana mungkin seorang Javas membiarkan pipinya tertampar begitu saja. Teta

*

lewati malam tadi, entah ada angin apa yang membuat bosnya memaklumi bahkan memberinya waktu beristiraha

aksi impulsif nya tadi ironi memang di tempat ini aksi melindungi harga diri tak sepenuhnya dibenarkan jika berhubungan ol

kan Anggito yang bersandar di mobil yang terparkir di halaman samping

elum pulang, lag

mau pulang bareng

ue ketemu sama lo" seru Zehr

a beberapa kali Anggit curi pandang ke arah

kerja, malah tadi gue sempat melihat lo keluar dari lorong ruang ganti di

anyaan jenis itu. "Ada kerjaan la

h Anggit dari samping. Mencari tahu bagaimana re

persepsi sendiri mengenai Anggito seorang pria pekerja keras yang tak banyak bicara namun A

t mobil, satu unit motor ninja dan selalu mengenakan arloji bermerek namun lebih dari itu

nanya lebih

lo tadi ambigu dan gue tau lo sempat kaget kan gue na

mbuatkan makin nyaman, "Ya Udah nggak usah

, puta

ja, Nggit gue

h kalau harus masuk gerbang kavling

karena banyak belokan lagian kasihan pejalan yang lai

O

di samping gerbang komplek membiarkan

ihat Anggit. Pria itu masih menunggu, melambaikan tangan setiap ia menengok dan melem

*

o, iy

unya kabar bu

esalahan?" tanya Zehra khawatir t

anggan milikmu mengirimka

tentang

amu, apa yang semalam kamu laku

alam?" tanya Z

g telepon, "Ya, Tuan Javas, mengirimka

na, Bos?" tanya Zehra gusar sesaat ia merasa dunianya ber

r sekali dan menyiram dia dengan segelas

.

ara frustasi, "Aku paham, jadi a

*

anita setengah baya yang terlihat kaku dan efisien itu menatap Zehra dengan skeptis, sepertinya dia sedang bertanya-tanya kenapa perempuan

udah dipersilahkan masuk oleh Pak Java

gguk kecil dan tatapannya langsung fokus pada

sudah menginformasikan kedatangan anda lewat intercom dan beliau

*

-buru kembali, membuatnya mengerutkan dahi, dari sambungan telepon Bos Topo yang merupakan bos klub tempat Zehra bekerja sudah memberit

n pelaporan atas tuduhan perbuatan tak menyenangkan itu dicabut, pelaporan yang belum sama s

tau rasanya bersenang-senang di klub malam malah menjadi layakn

bercampur dengan aroma alkohol dimana-mana di bawah lampu gelap, kelap kelip dengan dentuman musik EDM yang mem

ih saat dihadapkan pemandangan tak senonoh oleh wanita lain pada teman-temannya. Bahkan ia mengaku tak mau meminum alkohol dan diperkuat

vas menyimpulkan. Yeah, segalanya akan menjadi lebih mudah. Javas rel

startup miliknya yang sudah mampu berjalan selama empat tahun dan memiliki gadis sep

intercom berbunyi member

a yang menanti mangsanya, Dia punya penawaran bagus, dan jika gadis

*

kabar pelaporan tuduhan perbuatan tak menyenangkan yang dialamatkan pada Saya, boleh kita bicara

a menatap Javas khawatir, lelaki itu sedang menatapnya dalam seolah sedang berk

Jav

ancaman itu, aku masih membicara

lam itu, saya tahu bahwa itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan saya tapi seperti yang bos katakan

ndai mela

aya... melayani a

, ada hiburan ketika melihat Lyra yang

akukannya, tapi kenapa Lyra?" na

punya motif p

motivasi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Kontrak Cassanova
Terjerat Kontrak Cassanova
“Peringatan 21+ Cerita ini mengandung adegan dewasa dan sedikit kekerasan. Javas mengerang karena bergairah, semakin merengkuh tubuh Zehra pada tubuh tegapnya yang membuat pipi Zehra memerah karena ikut merasakannya, dengan mata berkilat Javas mengusap pipi Zehra. "Jadi dari mana aja kamu seharian ini?" "Cuma di rumah, mengemas semua barang aku. Kamu ingat 'kan? Ini jadi hari terakhir-" "Aku berubah pikiran, ayo kita bertunangan!" Zehra mendorong dada Javas pelan, "Maaf, aku nggak bisa karena kontrak kita udah selesai, benar 'kan?" Javas mengangkat dagu Zehra, menatapnya dalam. "Dan Kamu tahu 'kan? Sejak awal akulah bossnya." Tentang dua manusia yang tak pernah bersilang jalan sebelumnya kini terus dipertemukan hingga memantik rasa penasaran Javas Wira Sastro yang sudah muak dengan hidupnya, mencoba bermain api hingga memanfaatkan Zehra Deris yang terhimpit masalah. Mereka setuju untuk terikat dan tanpa sadar saling terbakar. Namun terlalu banyak perbedaan, drama serta celah diantara mereka. Hingga tiba saatnya mereka harus memilih antara tenggelam pada Drama Cinta Dewasa atau kembali pada Realita.”
1 Bab 1 1. (Bukan) Pertemuan Pertama 2 Bab 2 2. Memilih Wanita(Nya)3 Bab 3 3. Mencurangi Cassanova4 Bab 4 4. Motif Pribadi 5 Bab 5 5. Aku Bukan Pelacur! 6 Bab 6 6. Akal Bulus Javas7 Bab 7 7. Tawaran Sensual 8 Bab 8 8. Sebuah Pemicu 9 Bab 9 9. Tekad Atau Nekat 10 Bab 10 10. Test Drive 11 Bab 11 11. Tindakan Senonoh 12 Bab 12 12. Pembuktian 13 Bab 13 13. Berpindah Ke Kamar Hotel 14 Bab 14 14. Penyatuan (21+)15 Bab 15 15. Pelepasan (21+)16 Bab 16 16. Berterus Terang 17 Bab 17 17. Membutuhkannya18 Bab 18 18. Waktu Berdua 19 Bab 19 19. Melayani Dengan Cara Lain 20 Bab 20 20. Antipati 21 Bab 21 21. Apartemen Javas22 Bab 22 22. Sajian Malam23 Bab 23 23. Ranah Pribadi 24 Bab 24 24. Bahasan Yang Tertunda25 Bab 25 25. Capai Kesepakatan 26 Bab 26 26. Berjumpa Kembali 27 Bab 27 27. Alasan Mabuk28 Bab 28 28. Saling Memacu (19+)29 Bab 29 29. Kehilangan Lyra30 Bab 30 Wanita Lain Javas31 Bab 31 Tertangkap Berselingkuh 32 Bab 32 Serangan Bertubi-Tubi33 Bab 33 Pertanyaan Intimidasi