icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Kontrak Cassanova

Bab 4 4. Motif Pribadi

Jumlah Kata:1437    |    Dirilis Pada: 03/04/2024

*

rong yang akan membawanya kembali pada area club, bekerja kembali.

Ha

.

lagi kerja! Jelas

.

udah muak dan aku cape

.

rat diujung telepon, Zehra menekan keningnya frustasi berharap

an pastikan ponsel Papah aktif." tutup Zehra gusar dengan

f sebelumnya tapi a

apa, Z

*

nya sudah sampai dan betapa terkejutnya Zehra memandang ayahnya yang tampak

ubitan perih di dada, tanpa sadar Zehra turun dari bus dengan langka

ti ia mendongak dan tersenyum mendapati Zehra benar

amu kesal dan nggak mau mendatangi p

ela napas lega, "Barang bawaan papah cuma s

lagian papah udah nggak k

tuk ambil lagi barang itu

pah diusir, papa cuma sempat membawa beberapa baju dan papa nggak sudi kembal

ngga menyalahkan ingin ia semburkan ke pria dihadapannya namun m

di sekitar sini! Papah harus

pulang ke rumah aja, Ra?

u nggak mau buat mamah bingung dan nggak nyaman di rumah kalau ada

yang bisa ia dapatkan, kamar yang bersih dan cukup nyaman un

uang di atas nakas samping tempat tidur. "Itu uang untuk Papa beli sarapan dan makan siang bes

aran ia hanya mampu memandangi Zehra yang meninggalkannya d

*

kan h

eh

untuk dibuka nanti malam, langsung ikut menoleh p

melakukan kesalahan sangat besar yang fatal sehingga bos besar yang juga pemilik klub sendiri yang harus

pa sampai dia harus dipanggil ke r

o tuang cairan pembersihnya kebanyakan, lap yang benar karena bentar lagi k

tipati kalau itu tentang Zehra, l

enghentikan aksi mengelap gelasnya lalu me

urut

*

usaha kamu untuk mengganti hutang kamu nanti,

r lagi sertifikat kelas masak aku keluar, nah! Aku yakin jualan milikku nanti bakalan lebih laku dan aku bisa melun

kamu mau hu

uluh ju

ebenarnya, kamu yakin nggak mau

datar, "Maaf Bos, tapi aku ngga se-hopeles

rang yang memfasilitasi bagi mereka yang mau menggadaikan harga dirinya, begitu Zehra

Zehra pun mulai bernegosiasi, "Maaf Bos, aku nggak bermaksud menyinggung Bos apalagi teman-tema

alas, sesekali menyesap cerutunya dan mengh

rapa lama aku kembalikan uangnya tapi yang jelas a

mau bekerja seperti kem

dan mengangguk kecil sembari mendengarkan

melangkah lunglai ke arahnya dengan penampilan yang sedikit kacau. Ia bergidi

*

walau ia sudah memukul samsak gantung berkali-kali pun dengan keringat yang sudah membasahi dari kening

adanya bersikap layaknya teman lama yang baru bertemu dan tak segan menu

an ketika Javas harus pulang pergi ke luar negeri untuk bekerja tak pernah menyangka disaat yang sama Anne men

ana,

k gue?!" Pertanyaan dari seberang

pai dia tahu kalau lo langsung merenung sendiri di kamar setelah ke

o dimana?" samba

" Tak lama kemud

hingga membanting ponselnya

am, eh? Kurang seru lo butuh melampiaskan gairah

erlihat se

api sialnya di acara tadi lo harus ketemu sama betina itu yang bergelay

sudah duduk di atas sofa mahalnya denga

penting sendirian merenung disini, ayo kita clubing dan kita

i. "Gue lagi nggak merenung!" tukas Javas bangkit dan

ma

ab, ka

O

*

ven di tengah alunan musi

Pandangannya kembali ke arah gadis-gadi

au 2?" Tany

yang tersaji di hada

tau am

rik perhatian Ja

ke a serious bro! Mana puas, gue pilihkan pro y

abis, "Bro, yang namanya Lyra mana

enoleh pada Javas yang duduk pada arah jam sat

pelayan yang i

aa

rnama Lyra, dan suruh dia temui aku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Kontrak Cassanova
Terjerat Kontrak Cassanova
“Peringatan 21+ Cerita ini mengandung adegan dewasa dan sedikit kekerasan. Javas mengerang karena bergairah, semakin merengkuh tubuh Zehra pada tubuh tegapnya yang membuat pipi Zehra memerah karena ikut merasakannya, dengan mata berkilat Javas mengusap pipi Zehra. "Jadi dari mana aja kamu seharian ini?" "Cuma di rumah, mengemas semua barang aku. Kamu ingat 'kan? Ini jadi hari terakhir-" "Aku berubah pikiran, ayo kita bertunangan!" Zehra mendorong dada Javas pelan, "Maaf, aku nggak bisa karena kontrak kita udah selesai, benar 'kan?" Javas mengangkat dagu Zehra, menatapnya dalam. "Dan Kamu tahu 'kan? Sejak awal akulah bossnya." Tentang dua manusia yang tak pernah bersilang jalan sebelumnya kini terus dipertemukan hingga memantik rasa penasaran Javas Wira Sastro yang sudah muak dengan hidupnya, mencoba bermain api hingga memanfaatkan Zehra Deris yang terhimpit masalah. Mereka setuju untuk terikat dan tanpa sadar saling terbakar. Namun terlalu banyak perbedaan, drama serta celah diantara mereka. Hingga tiba saatnya mereka harus memilih antara tenggelam pada Drama Cinta Dewasa atau kembali pada Realita.”
1 Bab 1 1. (Bukan) Pertemuan Pertama 2 Bab 2 2. Memilih Wanita(Nya)3 Bab 3 3. Mencurangi Cassanova4 Bab 4 4. Motif Pribadi 5 Bab 5 5. Aku Bukan Pelacur! 6 Bab 6 6. Akal Bulus Javas7 Bab 7 7. Tawaran Sensual 8 Bab 8 8. Sebuah Pemicu 9 Bab 9 9. Tekad Atau Nekat 10 Bab 10 10. Test Drive 11 Bab 11 11. Tindakan Senonoh 12 Bab 12 12. Pembuktian 13 Bab 13 13. Berpindah Ke Kamar Hotel 14 Bab 14 14. Penyatuan (21+)15 Bab 15 15. Pelepasan (21+)16 Bab 16 16. Berterus Terang 17 Bab 17 17. Membutuhkannya18 Bab 18 18. Waktu Berdua 19 Bab 19 19. Melayani Dengan Cara Lain 20 Bab 20 20. Antipati 21 Bab 21 21. Apartemen Javas22 Bab 22 22. Sajian Malam23 Bab 23 23. Ranah Pribadi 24 Bab 24 24. Bahasan Yang Tertunda25 Bab 25 25. Capai Kesepakatan 26 Bab 26 26. Berjumpa Kembali 27 Bab 27 27. Alasan Mabuk28 Bab 28 28. Saling Memacu (19+)29 Bab 29 29. Kehilangan Lyra30 Bab 30 Wanita Lain Javas31 Bab 31 Tertangkap Berselingkuh 32 Bab 32 Serangan Bertubi-Tubi33 Bab 33 Pertanyaan Intimidasi