icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri

Bab 6 6. Saling Melampiaskan

Jumlah Kata:1240    |    Dirilis Pada: 03/04/2024

dada ini karena napas yang kian memburu dan u

a yang tersisa, menolak usapan ringan yang i

i menahan bertanya pada teman-teman kamu sebagai bukti aku percaya sama semua kata-kata bohong kamu! Aku menahan malu ket

" gum

gak bisa jadi istri yang baik buat kamu, memangnya dia tahu apa tentang usaha aku jadi is

ejelekin kamu ke dia, atau siapa

dua kali "Jadi, kamu bicara apa aja tentang aku?

isak tangisku semakin menggelegar, karena menyadari jika

mpilkan semua rasa sakitku. Mencoreng kata-kata manis yang pernah diucapka

embut, tangan kanannya mengarahkan kep

depan dadanya yang berdetak cepat, suhu tubuhnya terlalu h

rsamaan dengan cumbuan yang ia berikan di keni

, Linar mendorong dadanya setengah tenaga t

rlihat jelas, aku tahu dia kalut sekarang! Hah, tentu saja.

masih tersenyu

ngan nyiksa aku karena pikiran-pikiran yang menyerang kep

iri tegak sambil bersedekap kedua tangan di a

mata yang berkaca-kaca, memilih

t terutama kamu, Lin. Kamu terlihat puc

terbuka tak percaya dengan perha

nda-nunda sesuatu. Kamu 'kan yang bilang kalau ada apa-apa itu bertanya, diobrolin, saling dengar bukannya hasil

ntu tangga darurat, bukan sekarang di saa

ing

...

menendang keras pegangan tangga dua kali, dan dia teru

rggghh

kan suamiku, spontan ia melang

orang mendengar kamu dan melabrak kita

a menatap lurus ke arahku, tak apa yang penting ta

Dean menatap nyalang ke arahku yang te

a kamu bukan di sini! Harusnya kamu ... k

k mendorong dinding tepat di samping kepalaku. Kedua tanganny

sama. Ayo kita pulang!" ucapnya tegas dan menarik pergela

di sini atau ... kamu mau balik lagi ke kamar wa

masih bisa didengar olehnya, yang d

sama. Ayo kita pulang!" Ucapnya tegas dan menarik pergela

h di sini atau ... kamu mau balik lagi ke kamar w

h di sini atau ... kamu mau balik lagi ke kamar w

isa di dengar olehnya tapi ia malah m

suamiku dan aku yang terasa di seret, dan durhakanya dengan spontan aku membuang

i terus melaju di atas mobil milik s

jam tidur lagipula aku ingin ice cream sekarang, aku butuh hiburan dengan menghabiskan semangkuk ice cre

Lina

sosial di balas direct message oleh tema

ut bibir istrinya, memangnya siapa yang tengah be

rtanya, tahu jika Istrin

ang kediamannya, menekan tombol ke arah gerbang oto

kunci pintu

Linar jika sedang badmood. Dean menekan tombol pembuka pintu otomatis yang di Ik

di sini, mau

an dan waktu untuk diriku sendiri

malam Lin, jangan berulah deh!" seru

mu! Yang selingkuh, cari kesenangan sendiri di saat

mkan matany

a kamu bilang

an, Mas?" tanya Linar merendah sembari tersenyum dua jari, tampak Lin

r istrinya, langkahnya perlahan berkurang karena melihat seorang lelaki kemudinya setengah hati dan membiarkan Linar Keluar dari mobilnya. N

ng yang menunggu istrinya di balik kemudi deng

ean mencekal l

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
“"Siapa lo?" tanya Ndaru sinis. "Brengsek! Ngapain lo sama istri gue di sini, hah!" marah Dean menerjang Ndaru dan memukul pipi kanan Ndaru menarik dan memukulnya lagi. Linar terkesiap mendengar teriakan Tita. "Stop, Mas!" sembari menarik kemeja belakang Dean. Linar tersadar sepenuhnya lalu ikut mendorong Dean beberapa kali menjauhi tubuh Andaru. Linar menunduk menyentuh kening dengan satu tangan dan mencoba bernafas teratur. "Pergi kamu, Mas! Kamu yang bilang, kan kita akan berpisah seperti yang aku mau" desis Linar. "Jadi kamu lebih memilih selingkuhan payahmu ini daripada aku, suamimu?" "Jangan kamu memutar balikkan fakta, Mas! Aku bukan kamu yang mampu berselingkuh sampai menghamili jalang mu dan berlagak nggak ada masalah!" raung Linar marah. "Prang ..!!" Ini tentang realita hidup yang adil walau tak pernah adil untuknya, tentang pengkhianatan semesta padanya yang mengagungkan kesetiaan. Dan kini sebagai pemeran utama di hidupnya dan atas nama kesehatan jiwanya Linar memilih untuk pergi demi mendapatkan kebahagiaannya yang lain, namun sekali lagi semesta tak berpihak padanya, Tuhan malah menganugerahi seorang janin dalam perutnya, sesuatu yang mereka perjuangkan sekaligus awal keretakan rumah tangga mereka. Segalanya berbalik. Kini Linarlah yang menjadi penentu atas kelanjutan hidup mereka bertiga. Lantas jalan mana yang mereka ambil? Dan begaimana semesta memberikan takdirnya? Kalian bisa temukan di setiap part nya, dikemas dengan bahasa ringan dan alur cerita yang nyata.”