icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pendekar Pedang Terhebat

Bab 4 Semua tercengang

Jumlah Kata:1102    |    Dirilis Pada: 21/03/2024

a inginkan dariku?" Zero menggaruk

berada di sekitar

Odin?' gumam Vivi dalam hati sambil

khirnya berhasil menguasai jurus pertama yang ada pada kitab miliknya itu. Hari ini, di akhir latihannya Zero mampu meneb

ia berniat mencari keberadaan gurunya. Ia i

. Kioda awalnya tidak percaya, dan akhirnya ia mengajak Zero untuk menunjukkan hasil latihannya yang tadi. Tapi sayangnya, Zero menolak ajakan gurunya karena tubuhnya masih mera

*

mempelajari jurus pertamanya. Zero tidak mau lanjut ke jurus kedua karena merasa masih belum b

u. Zero sempat meminta satu pedang kayu lagi pada gurunya. Kioda juga merasa tercengang saat mendengar Zero yang ternyata ingin berlatih menggunakan dua pedang. Aliran dua pedang

ing di aula latihan. Tetapi wajah Zero nampak berbeda h

ta ada Yuji yang menatap

biasa!' Yuji sudah memiliki niat akan menjadi lawan Zero

kan. Beberapa murid mendapat giliran bertanding satu persatu. Dan setelah beberapa men

melawanku?" Yuji menunjuk

kau mau melawanku hari ini?" Zero men

t kemari, aku akan menghajarmu! Cih!" Dengan s

an kalah seperti sebelumnya," ujar Zero sera

mendengar ucapan Zero yang mereka anggap konyol kar

u sudah siap, ayo segera mulai. Masih ban

ero hari ini. Sebab, Zero berjanji padanya akan menunjukkan hasi

akan aku, Zer

Zero serempak

teriak

...,

yu akhirnya s

Yuji. Biasanya Zero akan kalah dengan cepat setiap ia melawan Yuji saat bertanding. B

semua orang, bahwa Zero lah yang

bali bangkit dan menyerang Zero. Namun

ai Zero membuat ama

pelajari dengan fasih. Alhasil, berapa kali pun Y

a Zero sedikit

an aku akhir

rtama!' g

kan kekuatan yang sangat kuat. Sampai-sampai pedang kayu milik Yuji patah,

Yuji langsung tak sadarkan diri. Sungguh, ini pertama

jar!" ter

!" Saniji juga marah ketika melihat a

dalah Zero!" t

an menantang Zer

arah Saniji. Menurut peraturan

gi?" tanya pelatih itu. Karena kalau Zero tidak

." Dengan santainya Zero menga

a pertandingan kembali dimulai, Saniji lan

Zero dapat men

rangan Saniji dan mem

angan kuat berhasil meng

darah dari mulutnya setelah perut

yang dipukuli oleh lawannya. Namun hari ini, tawa itu tidak terdengar satupun. Merek

kecewa.' Dari kejauhan Kioda ter

aniji belum mau mengaku kalah. Ia pu

aku akhiri sa

rtama!' g

asil, tubuh Saniji mengalami hal yang sama seperti Y

pa aba-aba, Erji langsung

ih tanding, Erji tela

Erji melampiaskan kema

nik. Ia menghadapi

ang Zero. Untungnya, serangan itu tidak membuat Zero tumbang. Serangan itu h

o kembali mengucapka

kerahkan jauh lebih besar dibanding yang sebelumnya. Sehingga tembok yang dihan

terkulai dan jatuh kelant

' Kioda pun langsung b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pendekar Pedang Terhebat
Pendekar Pedang Terhebat
“Zero selalu jadi bahan olok-olok teman-teman karena dia begitu yakin, bahwa suatu hari dia akan menjadi seorang Pendekar Pedang Terhebat. Mereka tidak percaya, karena kemampuan pedang bocah 10 tahun itu sangat buruk. Tak hanya itu, bahkan identitas Zero yang dicap tak jelas asal usulnya pun turut menjadi bahan perundungan. Dia yang hanyalah yatim piatu, tetapi diasuh oleh seorang Master Pedang membuat teman-temannya iri diam-diam. Suatu hari, Zero dikagetkan dengan identitas ayahnya yang ternyata merupakan salah satu Pendekar Pedang Terhebat. Motivasi dan semangat Zero untuk bisa menyabet gelar tersebut semakin kuat. Namun, untuk menjadi seorang Pendekar Pedang Terhebat tersebut, Zero harus mampu menghadapi berbagai rintangan. Lantas, apakah bocah yang dicap memiliki kemampuan buruk itu sanggup melewati setiap rintangan? Lalu, apakah dia benar-benar akan berakhir menjadi Pendekar Pedang Terhebat?”