icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Om Duda I Love You

Bab 3 Pussy Baby sudah berdarah

Jumlah Kata:1467    |    Dirilis Pada: 07/03/2024

nawarkan bahu Baby yang mungil ini, tapi jika Om tidak mau, ya sudah tidak perlu marah-marah begitu dong." Sun

di perlakukan dengan lembut, hal itu leh membuat hatinya sangar

l itu. "Saya tidak marah, saya hanya kaget dan tidak suka jika kau menawarkan pundak mu seperti itu pada lelaki, masi

by udah bilang, cuma sama Om, Om ini sangat bandel s

inta maaf."

kecil antara keduanya. Baby menengok keluar jendela dan benar saja saat i

ih gitu dari Baby, Baby malas ngomong sama Om singa yang suka marah-mara

erasa pening saat ini."Cepat kembali ke rumah Gery! Saya butuh istitahat!" titah R

p Tu

*

Anina yang melihat Baby masuk s

." Sahut gadis itu lesu, lalu duduk di samping

gan siapa? Apa Bang Ta

ma Om Singa dan Om kaca

n majalahnya di atas meja, dan menatap de

lang dengan orang sembarangan '

manya?" Baby meletakkan jari telunjuknya di dagu berpose seolah sedang berfikir keras. "

pta Wilson?" tany

kok Mama tau sih?"

mu mandi, kamu sangat bau, ganti baju."

menutup hidung. "Ih Mama ngeselin, Baby ma

uh lihat udah mau jam empat. Paling sebentar lagi Bang Ta

Baby mandi sekarang."Ucapnya semba

*

add

nya buru-buru berjalan dan menghampiri bocah kecil y

Rega sembari menggendong bocah

radipta Wilson, putra tunggal Rega. Wajah Kevin sangatlah mirip wajah

mah, dengan di ikuti seorang wanita yan

tanya seorang wanita peruh baya menghampiri R

r Kevin." Ujar rega sembari terus berjalan menuju kamar

kan Son?" tanya Rega sesamp

amin Dad." Jawab

lajar?" t

n macih k

iklah, bermain saja sepuas m

tuba memeluk tubuh

?" tanya Rega

Kakak Lila, kamu pelgi ke taman, di sana Evin lihat an

e

dan terluka mendengar ucapan

angan pikirkan Mommy, kau sudah cukup punya Daddy,

i D

rmain sama Dadd

egangguk, wajahnya pun berubah ceri

api untuk sekarang biarkan Daddy yang menjaga mu, Daady masi

*

kediaman itu selain Baby Arganda. Ya, gadis yang sebentar lagi berusia delapan belas tahu

lam kandangnya, dan kamu habisk

." Sahut Baby berkilah, ia ingin makan bers

Chiko bisa berbicara, kau in

aby bisa mengerti

saja By, sejak kapan Mama memiliki anak yang bisa berbahasa

dak perlu mengancam Baby seperti itu." Potong Baby kesal dan berlari membawa chiko

lam kamar Baby, jangan ancam Baby lagi, nanti Baby laporkan Pak Polisi lo

u di suap?" tanya Kenan lembut p

tah kenapa malam ini, gadis imut itu hendak makan sen

nya sudah mulai dewasa." G

'kan pussy Baby

ur

k u

bahkan Tala menyembur

an ?" kaget Anina mendenga

rdarah dan itu katanya teman Baby tandany

gemas di dirinya. Sedangkan ketiga pria yangain h

ah ya?" tanya Baby menatap kedua

u Baby tidak boleh berdekatan dengan sembarang pria. Baby

Baby boleh pacaran? Teman Baby juga pada paca

tak melotot mendengarnya."Tidak b

n ketiga pria berbeda umur itu. Baby menger

Abang dan Pap

kli-kali berpacaran, kamu masih kecil." Sergah Ani

hlah mending Baby makan,

sana terperangah mendengara

Baby yang sedang meng

snya. "Salah lagi? Baby cuma kasihan sama cacing-cacin

"Asatga adek gue gini amat ya Tuhan."

h itu belajar dan istir

iap Ko

bali melanjutk

katanya, apa teman mu itu sudah kembali dari L

tanya Agam yang juga kage

kembali satu minggu y

www!" Tala meringis ketika kaki

kuda. Anina dan Agam sudah tau

sudah kenal sama Om

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Om Duda I Love You
Om Duda I Love You
“"Om Singa ini kenapa sih, Baby itu serius Ayo pacaran sama Baby, Baby belum pernah pacaran tau, Baby sangat penasaran seperti apa pacaran itu." ~Kharisma Baby Arganda~ "Baby pacaran itu di dasari rasa sayang dan cinta, bukan main-main, lagi pula kamu masih sekolah." ~Rega Pradipta~ "Baby sayang kok sama Om Singa, Baby juga cinta, kata Luna kalau jantung Baby berdebar setiap dekat dengan Om Singa itu karena Baby cinta sama Om Singa." Rega benar-benar tak habis pikir dengan adik temannya itu. Bagaimana bisa dia memacari Baby yang masih berstatus pelajar. "Baby, perbedaan usia kita sangat jauh, kamu juga masih sekolah." "Oh ayolah Om, umur hanyalah angka."”
1 Bab 1 Awal2 Bab 2 Jangan panggil saya Om! 3 Bab 3 Pussy Baby sudah berdarah 4 Bab 4 Tamu di pagi hari5 Bab 5 Kevin 6 Bab 6 Kemarahan Lila 7 Bab 7 Bocah ajaib8 Bab 8 Cepat sembuh Baby9 Bab 9 Keposesifan Tala10 Bab 10 Tantrum11 Bab 11 Lalita12 Bab 12 Cemburu13 Bab 13 Siapa yang bercanda 14 Bab 14 1415 Bab 15 1516 Bab 16 1617 Bab 17 Nomor tidak di kenal18 Bab 18 Bertamu ke rumah Rega19 Bab 19 Rumah Rega20 Bab 20 Berubah drastis21 Bab 21 Makan malam22 Bab 22 Satu kelas23 Bab 23 Ke kantor Rega24 Bab 24 Umur hanyalah angka25 Bab 25 Berkirim pesan26 Bab 26 Salah letak27 Bab 27 Melisa28 Bab 28 Perubahan Rega29 Bab 29 Kita gak pacaran tpi Baby punya Om30 Bab 30 Cake stroberi31 Bab 31 Kenan mara32 Bab 32 Trauma Kenan33 Bab 33 Restu Kenan34 Bab 34 Bertemu Melisa35 Bab 35 Kelulusan36 Bab 36 Selesai