icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Affair With Santa

Bab 2 Istri bayangan

Jumlah Kata:1520    |    Dirilis Pada: 13/02/2024

nak itu tertidur dengan manis, meskipun dia baru berusia empat tahun, tapi sejak Andre pindah ke New York untuk mengu

ya itu dengan hati-hati kemudian menurunkan kakinya ke lantai marmer yang dingin. "Ada yang ingin ku bicarakan denganmu" kata is

gkat sambil berjalan

hnya untuk bersandar di kepala ranjang, seperti yang dilakukan Andre. Ke

inya dengan datar. Wanita itu tahu kalau Andre memang menjalin hubungan d

akan bercerai saat L

n bahu pelan, lalu mel

h selidik. Sebenarnya wanita ini sangat cantik, dia juga baik, jangan ditanyakan kalau soal gaya berbicara serta berpakaian, banyak teman-teman pengusahanya

hitungan detik saja dalam dirimu s

lai ane

aja pert

yang dia rasakan saat bersama Santa. Ada sedikit. Bagian dalam jantungan sedikit berkhianat saat menatap wan

ngi. "Happy birthday to you" sambungnya dengan tersenyum miring. Sekeras apapun dia mencoba, dia tidak pernah mendapatkan hati s

ihnya. Gadis sederhana yang menunggunya, gadis yang membuat mereka harus menetap di New York. Karena Andre tidak bisa jika satu hari saja tidak mengkh

, Manhattan

ambil tetap memperhatikan berkas-berkas, membacanya

baik" tambah pria di depannya denga sedikit takut. Andre adalah pria yang hangat dan baik hati jika bersama dengan Santa atau Lea, anaknya. Tapi dia sangat teliti dan pemarah jika di kantor,

n misterius itu. Matanya membaca tiap kata dengan tajam, seolah dapat melubangi kertas itu. Sekertari

tarisnya yang memiliki meja di depan sana berada dengannya, pasti tamu mereka terpaksa har

berikutnya, seorang pria dengan setelan kerja berwarna abu-abu yang sangat pas

" sapa sekertarisnya itu sam

i, menatapnya dengan dingin. Andre mengulas senyum, berjalan memutari meja. "Silahkan duduk" ucapnya sambil menampilkan cekungan pada ba

ga termasuk orang yang teliti, tapi sangat arogan. "Kita langsung saja untuk maksud tujuan

*

saja ini bukan jam makan siang, sehingga pengunjung di sini rata-rata anak remaja yang datang untuk berdiskusi tugas

a datang ke sana bukan untuk memesan. Semua pelayan di sana tahu akan hal itu. Karena pria itu merupakan p

Aku masih di depan rumah, tenang saja. Aku membutuhkan waktu satu jam untuk tiba di cafe. Kau ada rapat penting?

et dan menatap Marcel dengan tajam. Marcel mengangkat kedua bahunya dengan acuh, lalu menatap dua gelas plastik bekas vanilla

i pertama kali kekasihnya itu terlambat. Dan pria di depannya malah tersenyum lebar untuk mengejeknya, ya ampun.. bahkan Santa sudah l

innya? Astaga, Marcel tersentak kaget saat gadis itu sudah duduk di depannya, menatap

ga dirinya seperti jatuh tidak berharga saat gadis itu mengatakan dia penguntit. Apa dia tidak punya kerjaan lain saja, sedangkan dia sa

nnya, bahkan Santa memiringkan kepalanya untuk menatap tubuh itu dari kaki hingga kepala – untuk menilai. "Ya, seharusnya kau sadar kalau tub

AU BILA

ngar ya nona. Kau itu bukan tipe-ku sama sekali. Astaga, dalam mimpi burukku pun tidak pernah ada gadis yang.." Marcel berdiri, menggeser sedikit meja untuk memperhatikan keseluruhan tubuh gadis di depannya lalu mencibir "tidak

bil menilai sama seperti pria yang dia kira penguntit itu. Wajahnya berubah sendu. Mungkinkah itu alasan Andre selama ini untuk menunda perceraian dengan isterinya? Karena tubuhnya yang seperti papan penggilas? M

ji mereka saja, bagaimana mungkin dia bisa kembali ke cafe tadi dan berhadapan dengan pria itu lagi. Santa menilai kalau pria itu adalah pria paling jujur yang

itu menuduhnya dengan sembarangan, itu sama saja menjatuhkan martabatnya di depan pel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Affair With Santa
Affair With Santa
“Gemerisik dedaunan, dentingan ranting-ranting yang saling bersentuhan akibat tiupan angin membuat siapa saja lebih memilih memilih bergelung di bawah selimut atau paling tidak meminum cokelat hangat. Hari sudah semakin larut tapi kota New York seperti tidak pernah tidur. Seorang gadis mengeratkan jaketnya yang tebal, giginya sedikit bergemelutuk, bahkan sepatu boots hingga ke lutut tetap tidak melindungi kakinya seperti sudah membeku. Berdiri di bawah pohon besar di saat suhu dibawah nol derajat merupakan pilihan paling buruk bagi siapa saja, termasuk gadis itu. Dia bukanlah seorang yang bodoh dan tidak mempunyai pilihan. Dia punya pilihan untuk pulang, mematikan ponsel dan berakhir tertidur lelap di tempat tidurnya, tapi dia tidak melakukan itu. Bagian bawah sepatunya sudah menipis sehingga tidak dapat melindungi kakinya dari dinginnya es membeku di bawah sana. Sesekali dia meringis karena demi apapun kakinya sudah tidak bisa digerakan lagi. Apakah darah yang dipompa jantungnya sudah tidak sampai ke bawah sana? Entahlah. Kedua tangannya yang terbungkus sarung rajutan merah saling berkumpul untuk menggesek telapak tangan sehingga menghasilkan rasa panas sedikit di sana. Dia mendesah sambil memajukan kepalanya sedikit ke arah badan jalan, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan orang yang ditunggunya. Akhirnya, dia tersenyum kecut. Dia memang bodoh, lagipula ini sudah terjadi lebih dari satu kali, seharusnya dia boleh belajar dari pengalaman saja tanpa mengulang itu. Sebelum dia membalikan tubuhnya menuju tempat pejalan kaki yang berada satu meter di belakangnya, tubuhnya oleng. Astaga, apakah dia hipotermia? Di sini? Di sudut taman tanpa satu orangpun melihatnya? Sayup-sayup sebelum kepalanya terbentur ujung ayunan di taman itu, dia merasakan pelukan hangat seseorang. Lebih hangat dari jaket tebal yang dia gunakan ataupun penutup telinga berbulu halus, sangat hangat sampai dia merasakan jantungnya tidak akan beku meskipun keluar dari tubuhnya karena berdetak semakin menggila. "Kau baik-baik saja?" Gadis itu tidak bisa menjawab, tapi dengan mata tertutup, telinganya bisa menangkap jenis suara berat itu milik seorang pria. Dia masih berkutat dengan pikirannya untuk mengembalikan kesadarannya yang berangsur-angsur pergi, gadis itu tidak ingin penolongnya menghilang setelah menyelamatkannya; khas film yang dia tonton akhir-akhir ini.”
1 Bab 1 Birthday Andre2 Bab 2 Istri bayangan3 Bab 3 Undangan Pesta4 Bab 4 I'M Marcel5 Bab 5 Persaingan dimulai6 Bab 6 Mata-mata7 Bab 7 Siasat8 Bab 8 Perpisahan 9 Bab 9 Misi10 Bab 10 Simpanan11 Bab 11 Terbang ke jakarta12 Bab 12 Curiga13 Bab 13 Gencatan