icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dendam Seorang Pelacur

Dendam Seorang Pelacur

icon

Bab 1 Di Gankbang Di Gudang

Jumlah Kata:1719    |    Dirilis Pada: 29/01/2024

bak seorang lelaki jantan. Sedetik kemudian, asap tebal dari dalam mulutnya terbang ke udara setelah ia meneng

man yang keras sampai paling keras. Di gudang itu pula ia menyiapkan dua ruangan khusus. Satu kamar untuk mengumpulkan gadis-gadis yang ia culik dari

jadi soal, asal bisa mendatangkan uang yang sangat banyak. Sejak Fredi masih berumur 12 tahun, ia sudah mulai jadi pencopet, bandar obat dan barang-baran

r, terselip diantara jari-jari Fredi yang duduk di tepian ranjang menunggu gadis yang dibawa Ellee, wanita yang tadi ia temui di depan ha

nggasak perempuan pacar ayah perempuan itu. Fredi ingin membalaskan dendam, ia akan menghancurkan anak gadisn

as

u hingga terhuyung tepat di depan Fredi . Dengan tawanya yang mengekeh kenca

uug

adis itu dengan kencang dan

engan seksama sebelum ia bertanya lagi kepadanya, "Hmmm, siapa nama kamu, gadis cantik?!" tanya Fredi , menatap

rtanyaan Fredi . Gadis itu hanya menundukan kepalanya sembari menangis

" ucap Fredi , lalu kembali menghisap sebatang cannabis ditangannya sebelum kemudian ia menyerahkannya

cannabis yang disodorkan Fredi , ia pun pergi mening

ak tangisnya benar-benar terdengar mengkhawatirkan, Felisha berusaha menghindar, memundu

rwarna merah menyala. Kedua paha Felisha yang sempat terbuka saat ia bergerak mundur, membuat rok yang dikenakan Felisha tersingkap, melihat putih dan mulus

naik ke atas ranjang dan siap menerkam Felisha yang sedari tadi berteriak-teriak dengan histeris. Tendangan dan pu

ar, Felisha hanya bisa menghabiskan air matanya. Ia kembali menjerit sejadi-j

hhh! Toloo

raukannya, ia terus saja menarik, merobek dan melemparkan kain-kain yang terkoyak dari tubu

gi terhalang suatu apapun. Hanya beberapa detik saja, yang tersisa dari tubuh Felisha hanya

jeritan Felisha terdengar semakin menipis, tangisannya pun mulai perlahan menghilang. Fredi tidak ingin lawannya hanya diam tanpa perlawanan, dengan segera ia mena

" ucap Felisha , suaranya terdengar lemah, ia benar-benar merasa put

n gerakan penuh napsu, ia mulai menjelajahi buah di dada Felisha yang tampak ranum, muda dan masih kencang bulat sempurna t

angan Fredi bergerak ke segala arah menyusuri lekuk tubuh indah dari gadis itu. Mulai dari meraba wajah cantiknya, lalu turun ke dada, hingga akhirnya bermuara di tengah-tengah pangkal paha Felisha , lalu de

... to-tolong jaaangaaa

h tidak dapat lagi menahan berahi yang m

rghhh! Huh

nar semakin habis. Terdengar serak, parau dan mulai

tangan Fredi yang menarik paksa celana paling dalam miliknya. Satu detik lalu, celana berbentuk segitiga miliknya masih melindungi area paling sensitif dari tubuhnya,

bulu-bulu halus di tengah-tengah kedua pangkal pahanya terlihat dengan sangat jelas di mata F

agian dari tubuhnya yang sudah sedari tadi berdiri d

enar hampir menghilang. Sebelum Felisha menutup kedua matanya, Fredi mendorong pinggulnya dengan sangat keras dan cepat, hingga tubuhnya benar-benar meny

! Le... lepasss

g-ulang. Jepitan dari rongga kecil yang masih original itu benar-benar menghisap dan mengurut batang kelelakiannya. Fredi memejamkan kedua mat

ya kamu ternyata masih di segel, yaa

annya menjulur meraih kedua bukit kembar yang membusung di atas dada Felisha . Ia meremas, memeluk dan memelint

lai membasahi kening, sementara napasnya terdengar semakin terseng

e atas bibir Felisha yang dengan segera melipat dan menutup bibirnya kuat-kuat. Merasa ia tidak diberi aks

ucap Fredi dengan n

ambar bibir Felisha dan menjelajahi rongga mulut Felisha dengan lidahnya yang begerak liar di dalam rongga mulut Felisha . Semen

l Fredi yang menusuk dan menarik batang kelelakiannya dengan cepat, kemudian kembali menikamny

ntiiikkk! A.. a-ak

irnya melemas saat lahar putih panas dari dalam tubuhnya men

shhhh... Enaaaakk ba

Felisha dengan sangat liar dan penuh napsu yang menggelora. Kedua tangannya lalu merangkum kedua buah di dada Fel

tertawa, lalu mengatur deru napasnya. Felisha tampak membuka kedua matanya setengah, berusaha untuk memicingkan m

rang di bawah lantai lalu kembali mengenakannya. Untuk beberapa detik, Fredi tampak mengabaikan Felisha yang masih terkulai lemas di a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Seorang Pelacur
Dendam Seorang Pelacur
“Siapa bilang wanita itu mahluk yang lemah...? Wanita itu mahluk yang bisa menjadi sangat kuat saat Ia tersakiti. Begitu juga dengan Felisha, dengan ikut Agency The Angel menjadi wanita panggilan elite ia menjalankan misi balas dendamnya. Bersama Shasya Adiknya, Felisha mencari pembunuh orang tuanya meskipun mereka harus menjadi seorang pelacur.”
1 Bab 1 Di Gankbang Di Gudang2 Bab 2 Satu Lobang Rame-rame 3 Bab 3 Menghabisi...4 Bab 4 Mencari Laki Orang5 Bab 5 Jadi Sekertaris Plus-plus 6 Bab 6 Kakak beradik jadi Pelacur 7 Bab 7 Enaknya Ngewe Sama Oppa8 Bab 8 Istri Juga Bisa Bergaya Lonte9 Bab 9 Pelacur Hidangan Penutup 10 Bab 10 Judesnya Felisha 11 Bab 11 The Angels 12 Bab 12 Awal pertemuan Bara dan Nina 13 Bab 13 Pernikahan Bara Dan Nina14 Bab 14 Ketemu Mantan 15 Bab 15 Enaknya Ngewe Dengan Shasya16 Bab 16 16. Ranjang Hangat Nina17 Bab 17 Percakapan Mesum Pasutri18 Bab 18 Bokong Padat Inka 19 Bab 19 Suami Setia Idaman Inka20 Bab 20 Disuguhi Tarian Felisha21 Bab 21 Di sepong Felisha 22 Bab 22 Mulut Perek Bau Got23 Bab 23 Felisha Semakin Penasaran 24 Bab 24 Istri Bapak Ga Bisa Sepong kan 25 Bab 25 Pelacur Nekad26 Bab 26 Abang Adik Sama Gilanya 27 Bab 27 Jeratan Felisha 28 Bab 28 Ouh, Nikmatnya Memek Pelacur29 Bab 29 Mau Kontol saya atau Uang Saya.. 30 Bab 30 Dilamar Ayahnya Fredi 31 Bab 31 Malaikat Ganteng itu datang lagi32 Bab 32 Permata itu Felisha33 Bab 33 Ga butuh pelacur34 Bab 34 Bara Itu Anak Baik35 Bab 35 Rencana Lou36 Bab 36 Membuka pikiran Bara37 Bab 37 Bukan Sultan38 Bab 38 Istri Yang Pandi Memuaskan Suami39 Bab 39 Jangan Pusingin Laki Orang