icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kepingan Hati

Bab 5 Sebuah Perjuangan

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 24/01/2024

e belakang, supaya terlihat tampan rupawan. Namun, bagaimana pu

Rafa menyapa membuat ia tersenyum. Tentu saja, senyum Ra

g Ra

ng memanggilnya. Gadis berkuncir

n lari

terpleset. Rafa langsung berlari ke a

dulu emang ceroboh anaknya," omel Rafa sembari meng

kekeh seraya mengusap kepala Ayra. Gadis itu tersipu keti

anter ke k

rumah Ayra loh," ucap Ay

Nanti deh pas ada waktu

ji,

ucap Rafa sa

si

afa menyempatkan diri untuk mer

t sih," pujinya membuat

yang ra

enyuman merekah di wajah Ayra. Memiliki kakak lelaki sepupu

p, A

stirahat aban

*

asnya sendiri. Melihat Khafa yang berada di depannya, segera lelaki itu berlari

," sapa Rafa ketika berja

s begitu saja. Seketika mood hancur

k dijawab

hafa yang malas mende

dari Khafa membuat s

. Apalagi lihat wajah Ibu pagi

gi-pagi merupakan kesialan

kan Rafa namanya jika mudah menyerah. Lelak

an saya distribusikan langsung ke hati Ibu. Saya harap cinta yang

duli,

ama Bu Khafa," ucap R

info,

fa. Melihat Rafa yang malah tertawa mem

Ibu lho," ucap Rafa

atkan menghitung pas

ali, cinta saya ke Bu Khafa nggak terh

r di lautan itu maksudnya buang-buang waktu kamu aja b

ari Khafa melihat itu membuat Khafa tersenyu

is pulang ngaj

nggak sama kamu,"

nta saya ke Bu Khafa. Walaupun Ibu tidak pernah melihat keberadaan saya. Sa

nggak sih?" ta

tapi hati saya nggak bisa

ul bahu Rafa dengan buku paket yang dibawanya. Rafa meme

alam ruangan 12 IPA 2. Rafa yang melihat itu hanya tersenyum m

erjuangan. Hidup itu cuma sekali, tapi anehnya gue jatu

luan ke kelasnya. Sebenarnya, Rafa tak masalah jika dihukum karena terlambat masuk kelas. Namun, demi menj

*

ruang guru karena sudah waktunya jam istirahat. Khafa baru teringat tadi pagi tidak sarapan

mencari kepingan hati Khafa yang hilang tersebut, Bu,"

ama bapak kecewa, tapi untuk saat ini Khafa be

makan dulu," ucap Khafa ketika mendengar

irullah

ihadapkan dengan wajah Rafa yang tersenyum cerah ke arahnya.

imut kiyowo," ucap Rafa denga

n dong, Raf! Jangan taun

Ibu nih. Pesona Ibu memang nggak maen-ma

lalu bisa menguras habis kesabaran yang Khafa miliki. Rafa menge

ngg

n tangannya supaya Rafa minggir

nya Rafa dengan wajah polos

gg

na?" tanya Rafa denga

urusa

indukan. Ditatap seperti itu membuat Khafa risi, ingin sekali Khafa mene

a Dwindra Athaya," uca

Ibu lagi ada masalah?" t

a. Please saya mau perg

tuk memberi jalan Khafa. Rafa memandan

" tanyanya dengan

amu baik-

belum melangkah pergi, Rafa mendengar suara yang amat

apain lo

itu langsung teringat jika Rafa sedang jatu

a," tebak Wandi membuat R

Khafa ada mas

tap ujung sepatunya sontak saja Wa

karena ketemu manusia nyebelin kayak lo,

Rafa sambil menoyor k

t lelaki itu menggeram kesal. Rafa langsung mengejar Wandi yang

i dengkul!" teriak Raf

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kepingan Hati
Kepingan Hati
“Setiap manusia pasti merasakan jatuh cinta. Terlihat sangat indah dan menarik. Namun, di balik keindahan tersebut, seorang lelaki bernama Rafa Dwindra Athaya yang mencintai gurunya sendiri. Perempuan tersebut bernama Khafa Aseanda Zayn yang selalu menolak perasaan Rafa karena jarak umur sekaligus status di antara keduanya. Cinta merupakan anugerah yang hadir bagi setiap insan manusia. Cinta tidak pernah salah. Kita memang bisa merencanakan jatuh cinta dengan siapa, tapi kita tidak punya kuasa penuh untuk menahan rasa cinta berlabuh kepada siapa. Sama halnya, dengan Rafa yang tak kuasa menahan rasa cintanya kepada gurunya sendiri. "Rafa, perasaan cinta memang tidak lah salah. Namun, saya juga paham di usia mu sekarang, rasa cinta itu hanyalah sesaat. Jadi, saya mohon berhentilah." "Sekeras apapun, Ibu menyuruh saya berhenti. Jika para malaikat mengaminkan kita untuk berjodoh, maka Ibu tidak bisa mengelak." Rafa bersikeras jika jodohnya memang Khafa. Sehingga, takdir yang tidak diduga oleh keduanya membuat Rafa dan Khafa terikat dalam pernikahan. Khafa yang belum bisa menerima Rafa menjadi suaminya membuat Rafa berusaha sekeras mungkin untuk menaklukkan pujaan hatinya. "Menyukaimu itu pilihan. Namun, hidup bersama denganmu itu tujuan."”