icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah dengan Tuan Muda Aneh

Bab 3 3. Gadis tidak tahu malu

Jumlah Kata:1356    |    Dirilis Pada: 25/01/2024

isik sekali. Aku masih ngantuk, tid

r, mengganggu tidur lelap Devan. Padahal Devan masih mengantuk. Rasanya ta

uk mengabaikannya dan tidak memperdulikan. Tapi, baru beberapa detik benda itu

enar-benar m

gamnya. Tangannya meraba-raba meja dan mendapat

evan menempelkan benda

an menanggapi s

ngin menanyakan, apakah hari ini Tuan akan ke kantor ata

nghubungiku nanti-nanti. Setidaknya biarkan aku tidur barang sebentar saja," tutur Devan dengan suara

am setengah

etengah

dengan sempurna. Ketika orang diseberang sa

sekarang, Reyhan! Akan sampai

panik dan kesal da

a keras sekali. Sangat berisik

a itu lantas mencari sumber suara tersebut. Yang ternyata .

dilakukan gadis bodoh ini

epat, saat merasakan lingkaran tangan Sania memeluknya dengan

u sudah memerah, seiring bertambah cepatnya aliran da

emakin Sania merapatkan tubuhnya dengan tubuh Devan. Itu s

yaman?" Devan bertan

gan telponnya secara sepihak. Saa

ali. Dan juga hangat," gum

ak dalam dirinya. Entah mengapa ada sesuatu yang aneh Deva

Apa kau menganggap ku seperti guling? Guling hidup yang s

terkejutnya dia, ketika mendapati dirinya sedang memeluk tubuh seseorang. Yang sudah past

yang sudah Tuan lakukan? Bukankah semalam Tuan tidur di sofa

g terasa bising. Karena suar

ekali," gu

'kan. Supaya bisa melecehkanku saat aku su

kan matanya. Menatap tajam pada S

juga amnesia. Dasar gadis tidak tah

ak tahu malu. Anda atau aku? Bukankah Anda bilang akan tidur di sofa dan

van membiarkannya begitu saja. Hanya me

n semalam, Anda sudah me

tidak ada yang aneh pada dirinya. Pakaiannya masih rapi dan ti

hilang dari tubuhmu? Tubuhmu ada y

ra panjang lebar dengan melontarkan kalimat tuduhan.

au juga yang menuduhku. Dasar

buka matanya tadi. Membuat semburat merah mu

... itu karena aku tidak bisa tidur di sofa sana. Disana sangat tidak

bul rasa bersalah dalam hatinya karena sudah bicara kasar.

kita tidur dengan jarak aman. Tapi entah kem

ar mencari keberadaan gul

am hati, saat menemukan guling yang terge

lam dijadikan pembatas olehnya. Karena guling itu jatuhnya d

g salah," cicit Sania berinis

h Sania dengan wajah

a Devan memicingkan matanya. Sania me

pa kamu merasa bersalah?" Kali ini

a," jawab

uat salah. Aku tidak perlu repot-repot

iap ucapan yang terlontar dari bibir Deva

itu. Aku tetap akan

i mampu membuat Sani

terbata-bata saat me

as Devan dengan tatapan tajam. Tatapan y

ena kesalahpahamannya. Dev

hati. Meminta pertolongan pada Tuhan. Entah, Tuhan bisa mendengar

*

ir teh hijau tersaji di atas meja, menemani obrolan keduanya. Nyony

ya jatuh cinta. Hanya kamu satu-satunya wanita, yang Ibu har

ang duduk di sampingnya. Wanita yang memiliki nama len

gkin. Ibu jangan khawatir," u

ti Devan. Karena menurutnya, tidak ada laki-la

n pernah berpisah beberapa tahun. Ibu yakin, semua

gan Jelita beberapa tahun yang lalu. Ak

uh satu tahun itu, terlihat begitu cantik dan anggun. Beberapa tahun hidup di negeri seberang u

ya. Untuk membuat Devan dan Jelita bersatu, dalam sebuah hubungan

van? Kenapa aku tidak

i ke sana kemari, men

Ibu juga tidak t

eningnya mendengar u

apa Devan tida

gangguk, membenark

n, Bu? Apa dia se

memberikan jawaban. Wanita

ginya dan menyuruhnya pulang. Semoga saj

*

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah dengan Tuan Muda Aneh
Menikah dengan Tuan Muda Aneh
“"Aku tidak menerima penolakan. Suka atau tidak, malam ini kau harus melayaniku," ucap Devan dengan tegas. Tanpa membalikkan tubuhnya. "A-aku tidak bisa. Tolong jangan memintaku melakukannya," Sania bicara dengan suara terbata. "Kau lupa jika sudah menandatangani perjanjian itu?" tanya Devan. "A-aku ...." Sania tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Gadis itu sibuk memilin ujung gaun pengantinnya. Sania merasa gugup. ------------------***---------------- Pertemuan Devandra Adiwiyatama dengan Sania Pertiwi, membuat keduanya terlibat dalam sebuah perjanjian pernikahan. Namun, siapa sangka. Ternyata pernikahan mereka tidak mendapatkan restu dari Nyonya Hartati-- ibu Devan. Sementara Devan menikah dengan Sania demi memenuhi wasiat ayahnya dan juga demi kepentingannya. Lalu bagaimanakah kisah Devan dan Sania selanjutnya? Apakah tidak akan ada cinta yang hadir dalam pernikahan mereka? Sementara Devan menuntut Sania untuk memberinya keturunan. Apakah mereka akan terus bersama setelah Sania melahirkan anak? Atau Devan akan membiarkan Sania bebas sesuai dengan janjinya?”