icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Bab 5 Masih perkara batangan

Jumlah Kata:1106    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

y Rea

-co

.. bha

aba, tap

bha ...

i ba-cot. Ayo! Kamu pasti

et

saat tiba-tiba sebuah sendok makan m

licing ini. Sembarangan aja lo ciu

t ini sudah berkacak pinggang dengan mata melotot. Intan, siapa lag

ak gue yang ngadi-ngadi!"

gomong. Masa gak boleh. Ya Quen?" sahutku santay, ke

empat Intan, di tengah jadwal kosong hari i

, Nur. Dia masih bayi. Ajarin yang baik-baik

las kalai semisal di julidin Bella." Tentu s

da julidin Quen," be

ebikku ta

gak pernah julidin Quen

ap

n doang p

a. Jangan bilang tuh bocah auto tobat karena se

ak ayal aku pun jadi kepo de

i tinggal berdua, adenya di pindah posisi, tapi dengan cara di gelindingin. Kalau lagi main berdua, adenya di make up-in pake cryon ata

hahah

ard. Saat Intan akhirnya menuturkan kela

h, emaknya yang gede aja di kerjain mulu. Ini la

antat kek biasanya." Aku pun sangat me

uka kerus

en mulu nih yang di sayang. Bella enggak!' atau 'Iya, Bella mah sadar diri, cuma orang numpang di keluarga kecil Mama sama papa'. Kan, ngeselin banget itu bocah. Dia

Karena entah kenapa, aku menangkap sendu di matanya. Hing

n. Nikah sama du

udian menaikan bahunya dengan acuh

juga hidup rumah tangga. Mau itu sama duda atau pu

ba salah dalam bersikap saat menghadapi anak kandung dan anak sambung. Atau ... ya yang begitulah pokoknya. Kadang kan, seadil apapun lo bersikap. Pasti

ri kan, saat ini aku juga tengah bermasalah sama seorang duda. Duda anak dua lagi. Maka dari itu, se

mnya bakal sama. Jangankan anak sambung sama anak kandu

a suka timbul kecemburuan. Gimana cara ngat

has ini? Ini bukan berarti Aku gak mula

i dan ngerajuk gak jelas. Itu sih gak akan menyelesaikan apapun."

kan pas

, dan lo jelasinnya pake hati, bukan emosi. Karena a

akah seperti

-tiba jadi semangat banget bahas

h

lagapan. Karena merasa terciduk

.. bukan gitu.

ana ini j

tan tentu saja mencecarku denga

soal bahan ghibah in

ntara kita bertiga. Lo doang yang nikah sama duda. Makanya y

o kepo? Apa yang men

Apa? Bantuin

, cuma k

ak

kin

ue

lin gini, sih? Jangan rese, deh!" ucapk

ek, Nur. G

aikum, Bel

ndengar seruan Bella yang sepertinya bar

kaki sama tangan sebelum masuk rum

h, kok banyak coklat, mah? Mama abis belanja

anya dari fans." Intan menyahut sambil melirik

eyakinkan untuk alasan yang memang

kan dari Pak Aksa dan Tita, yang sekarang tia

a batangan jadi bi

ngan, bukan emas batangan. Coba aku pinter dikit, pasti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
“Sebelumnya hidupku baik-baik saja. Aman, tentram, damai dan terkendali. Meskipun aku bekerja sebagai publik figur di dunia entertainment. Tetapi aku tidak pernah mencari sensasi agar viral, atau pun terkena gosip miring hingga menjadi headline di akun lambe-lambean. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Thalita Eugenie Alexander. Seorang gadis cilik yang tiba-tiba menarikku ke meja kasir dan ingin membeliku. Lah, dia kira aku ciki atau permen kapas? Seenaknya saja mau dibeli. Namun, berawal dari kejadian itu, hidupku pun mulai kacau setelahnya. Kehadiran Tita dan ayahnya, Aksa Malvino Alexander, si duren sawit berbuntut dua. Perlahan membuat aku mendadak virall. Apalagi, dengan status si duda yang ternyata bukan orang biasa. Makin menjadi saja gosip yang menimpaku setiap harinya. Membuat aku muak, dan ingin sekali resign dari dunia entertainment yang kugeluti. Masalah lainnya adalah, si duda selain narsis parah, juga sangat pemaksa sekali. Aku harus ekstra keras memutar otak dalam menolak lamaran gilanya. "Saya heran, kok ada wanita bodoh seperti kamu?" Heh? Maksudnya? "Padahal ada berlian di depan mata. Bukannya diambil dan disimpan, malah di tolak. Waras kamu?" What the hell! "Saya juga heran sama Bapak. Sudah tahu ditolak, masih aja gigih maksa. Kayak gak ada cewek lain aja diluaran sana. Kenapa? Situ kurang laku, ya?" Nah, emang enak dibalikin? Lo jual, gue borong, Bang!”