icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Bab 6 Pemotretan

Jumlah Kata:1143    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

y Rea

tang

menangkap sesuatu yang dilemparkan Lika,

a

tangkap menangkap. Apalagi menangkap kebusukan mantan dan tukang

g butuh

anganku, aku pun sontak bertanya. Seb

hat dari pengirimnya, pali

a masih tent

aku pun hanya bisa mendesah panjang,

batangan selain dia. Sampai-sampai orang sekitarku sudah hafal betul kelakuannya itu. Me

a tahu beda?" Tito ikut bersuara, masih sa

erjaan si Toto memang begitu saja tiap hati. Meski ak

n semua fotografer

ikin sakit gigi? Tapi batangan yang bisa buat beli pulau. Y

kuti saran mereka. Yaitu membuka bungkusan

bulat, dengan bungkusan emas dan tulisan yang bikin lidahku kesele

gaes." Aku memb

ingan ya, Mbak. Kayaknya l

aja lebih eksclusive. Sementara yang biasanya, bisa ditemuka

ebih tertarik mengambil secarik kertas

Bawain Tita coklat banyak banget. Ni

st, aku mending di bawain kincir anginnya Holland aja d

ow Tante juga. Nanti Follback, ya? Nama aku

aja akun sepanjang jalan kenangan kayak g

serapi itu, ya?" tanya itu menghampiri, saat aku memasukan kertas itu kedala

tretan tiga tempat, kan?Gue gak mau di cap artis tukang ngaret, apalagi lelet. Nan

mbil jalur expres yang d

engaja beranjak lebih dulu meninggalkan Lika,

*

a Pak Al

itu menyapa runguku. Aku baru saja kembali s

ri tempatku, duduk di sebuah bangku lipat

ngalahkan teriknya

ku setelah meneguk air mi

satu jam y

pa dia ke sini? Tumben banget Sang Sult

o, deh." Seperti tahu apa yang

napa sam

.. aku salah apalagi, coba? Masalah data d

ntrak yang memang seharusnya menjadi milikku. Lalu, sekarang ada

ng gue liat, dia terus nata

Memindai diri sendiri yang memang tengah memakai dress pantai ba

l

an tangan Lika di pahaku yang terasa pedas. Meski

sampai Pak Alex mupeng? Sadar diri lo

arnya. Yang ngebet sama aku kan buka

u. Sampai menyusul ke sini pula. Ya

au dia gak mup

a bicara

h

uara berat itu menginterupsi, mem

mendekat? Kok gak kedeng

ang dan berniat bicara padaku. Wanita yang berusia tiga tahun di a

Pak? Saya ... gak bik

ertanya tanpa basa basi. Sebab Pak A

tang ke sini hanya

ya tent

ng belum juga me

mau repot-repot datang ke si

ang kerjaan itu

ya i

ya

da yan

ak a

ak

natapku lekat dan melipat tangan

kamu di sini dengan cincin bertahtakan berli

h

ng," lanjutnya tanpa menunggu

nga

k cepat untuk membatalkan niatnya barusan. Aku mencoba mena

g kakiku sendiri, yang berakibat langsung jatuh membentur bad

ng sedang mencari berita. Khususnya berita mir

atuh kami saat ini. Namun, sayangnya bukan itu yang menyita perhatianku saat ini. Karena alih-alih kilatan

Bapak ternyata gede

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
“Sebelumnya hidupku baik-baik saja. Aman, tentram, damai dan terkendali. Meskipun aku bekerja sebagai publik figur di dunia entertainment. Tetapi aku tidak pernah mencari sensasi agar viral, atau pun terkena gosip miring hingga menjadi headline di akun lambe-lambean. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Thalita Eugenie Alexander. Seorang gadis cilik yang tiba-tiba menarikku ke meja kasir dan ingin membeliku. Lah, dia kira aku ciki atau permen kapas? Seenaknya saja mau dibeli. Namun, berawal dari kejadian itu, hidupku pun mulai kacau setelahnya. Kehadiran Tita dan ayahnya, Aksa Malvino Alexander, si duren sawit berbuntut dua. Perlahan membuat aku mendadak virall. Apalagi, dengan status si duda yang ternyata bukan orang biasa. Makin menjadi saja gosip yang menimpaku setiap harinya. Membuat aku muak, dan ingin sekali resign dari dunia entertainment yang kugeluti. Masalah lainnya adalah, si duda selain narsis parah, juga sangat pemaksa sekali. Aku harus ekstra keras memutar otak dalam menolak lamaran gilanya. "Saya heran, kok ada wanita bodoh seperti kamu?" Heh? Maksudnya? "Padahal ada berlian di depan mata. Bukannya diambil dan disimpan, malah di tolak. Waras kamu?" What the hell! "Saya juga heran sama Bapak. Sudah tahu ditolak, masih aja gigih maksa. Kayak gak ada cewek lain aja diluaran sana. Kenapa? Situ kurang laku, ya?" Nah, emang enak dibalikin? Lo jual, gue borong, Bang!”