icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Bab 3 Lamaran paksa

Jumlah Kata:1079    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

y Rea

n kontrak secara sepihak, bahkan

naknya menuduh aku menyalahi kontrak yang sudah dibuat. Hanya kare

ir. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang menyalahi aturan. Hanya saja, kebohonganku tempo hari yang

al seperti kamu," jawabnya acuh, seraya menatap aku intens dari balik meja

pertinya ingin cari gara-gara denganku saja. Padahal kan, waktu itu aku hanya berbo

ah, karena ternyata si papa ini orang yang cukup berp

ino Putra

aungi beberapa agensi, juga perusahaan

k cari ma

pada perjumpaan pertama kami. Itu semua karena Pak Aksa ini biasa berkerja

sering show off ke media. Sementara keluarga Pak Aksha terkesan tertutup dan tidak suka tamp

salah aku. Siapa suruh wakt

artis nakal, Pak

hong pada Tita,"

ya. Hanya karena kebohonganku tempo har

edakan ucapan candaan dan keseriusan? Kenapa pula h

profes

maksud berboh

al

idak tahu cara menolak k

amu harus

Ko

u bertanya balik, karena bingung harus menan

tut dua, dan aku gak mau nasibku sama kayak s

isa dibanggakan. Jadinya, aku bingung

sa mewujudkan mimpi kamu jadi bintang, bahkan jadi supe

eketika s

kenamaan seperti Pak Aksa ini, ternyata pu

h. Tapi tetap saja, aku gak nyangka dia sesombong itu. La

yang mudah? Gak ada tantangannya kalau mudah, ya kan? Jadi me

un punya cita-cita seperti yang anda tawarkan. Hanya saja, jika taruhannya adalah p

?" tunt

a yang harus saya pikirkan secara serius. Karena saya hanya ingin menikah denga

ya bukan orang yang t

lang begitu,"

ia masih

a saya kan, belum menge

kenali saya le

ku bertanya de

ita pa

h?

u d

de

tik, da

n akhirnya mendesah

ntang punya duit, punya nama besar, dan punya

g?' Aku membatin dengan kesa

satu orang cewek dan cowok. Lalu kata, "mau gak j

caran. Karena membuka hati dan kembali men

n. Nah, kalau tidak cocok? Putus lagi, nyari orang baru lagi

tku lebih baik sendirian saja. Menunggu jodoh tepat sambil

Aku kembali meno

sa mulai terlihat kes

rang bukan waktunya lagi buat

kita menikah!" jawa

erti si Bella, ya? Punya hubungan apa me

a gak mau, ini ditawarin me

kurang apalagi sampai

g sin

, dan otak waras hingga tidak mau semakin cari ribut dengan orang ini. Soalnya, aku masih but

. Justru di sini masalahnya adalah saya! Saya yang belum mau pun

h pria itu benar-benar tak

u yang pal

pun akhirnya memberi ketegasan pada Pak Aksa

raya mengetuk-ngetuk jarinya pad

ada wanita bodo

Maksu

ta. Bukannya diambil dan disimpa

the h

awatirkan. Sangat mengundang sekali untuk di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
“Sebelumnya hidupku baik-baik saja. Aman, tentram, damai dan terkendali. Meskipun aku bekerja sebagai publik figur di dunia entertainment. Tetapi aku tidak pernah mencari sensasi agar viral, atau pun terkena gosip miring hingga menjadi headline di akun lambe-lambean. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Thalita Eugenie Alexander. Seorang gadis cilik yang tiba-tiba menarikku ke meja kasir dan ingin membeliku. Lah, dia kira aku ciki atau permen kapas? Seenaknya saja mau dibeli. Namun, berawal dari kejadian itu, hidupku pun mulai kacau setelahnya. Kehadiran Tita dan ayahnya, Aksa Malvino Alexander, si duren sawit berbuntut dua. Perlahan membuat aku mendadak virall. Apalagi, dengan status si duda yang ternyata bukan orang biasa. Makin menjadi saja gosip yang menimpaku setiap harinya. Membuat aku muak, dan ingin sekali resign dari dunia entertainment yang kugeluti. Masalah lainnya adalah, si duda selain narsis parah, juga sangat pemaksa sekali. Aku harus ekstra keras memutar otak dalam menolak lamaran gilanya. "Saya heran, kok ada wanita bodoh seperti kamu?" Heh? Maksudnya? "Padahal ada berlian di depan mata. Bukannya diambil dan disimpan, malah di tolak. Waras kamu?" What the hell! "Saya juga heran sama Bapak. Sudah tahu ditolak, masih aja gigih maksa. Kayak gak ada cewek lain aja diluaran sana. Kenapa? Situ kurang laku, ya?" Nah, emang enak dibalikin? Lo jual, gue borong, Bang!”