icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Bab 2 Kejutan

Jumlah Kata:1097    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

y Rea

ari Lika tentang salah satu kontrak kerjaku, yang sudah terjadwal dari du

pa sudah ada kabar buruk seperti ini s

et dan diminta bayar secepatnya sama mereka. Soalnya,

ang kini minta denda. Gila! Di sini kan aku yang dirugikan, kenapa

a bisa kena tuduhan itu? Emang pas adain kerja sama lo ngapain?" tanyaku kemudia

ang di butuhkan juga kek biasanya. Gak ada yang beda, dan biasanya juga gak kenapa-napa,

ya. Kenapa sampai ada tuduhan itu? Dan la

lo

h

ngung akhirnya. Saat Lika t

li gue. Siapalah diri ini, Dev? Cuma kangkung yang gak sengaja nyelip di gigi dep

itu saat begini. Kan aku jadi lapar. K

alah di saat lapar it

ketuker sama data dirinya Si Murni, OB baru itu? Mentang-mentang nama depannya mirip, lo

i biasanya. Lagian, mana ada gue pegang data diri si Murni. Itu mah ba

Lika! Gue gak punya duit ya Allah. Baru juga mau OTW beken. Masa

banget! Saldo di ATM ku nggak ada seperempatnya d

Atau jual kulkas, yang

i artis baru seperti Mbak Devi," ucap Toto, fotografer agensi yang menaungiku. Tiba-t

ak

ayang pada kepalanya. Soalnya aku gemas denga

ngab. Gak sedikit pula. Kan dibilang, gue lagi kere sekarang

lanya dramatis, seraya

ita kenal, tangan lo suka banget nemplok di kepala

a. Karena bukan rahasia umum lagi, jika

bantu, mingken! Gak usah ban

ahunya acuh. Tapi kali ini dia tidak menimpali

u pemilik stasiun televisi negeri ini. Laporin dia, sama aja bun

tingkat kabupaten

u, coba? Kenal, kagak. Resek, iya. Sengaja banget

jadi artis

asih solusi, gak?" Mendesah panjang,

i sebagai atasan, tentunya dia pasti sudah tahu pe

g ada di berkas office, kok. Makanya dia coba atur waktu buat kita k

daknya, aku tidak

al

u Mbak Laras d

u teman satu Agensi tiba-tiba muncul, dan member

aran

nti

ap

bangkit kembali b

becanda. Gak tahu apa, aku lagi stress begin

a, Man. Gue la

lo gak perlu suntik anti aging." Manda mala

emuin. Tapi ... lo sendiri aja. Gak

al aku pun berta

tapi gak jelasin alasannya. Jadi ... turutin aja

n riang. Meninggalkan aku yang kini

ng jawab atas semua kontrak kerjaku si Lika. Lah, enak banget nih wedok t

beneran bakal

s. Malah tatap-tatapan sama Lika. Bae-bae baper k

ak

t ke kearah Toto. Menggemplak dengan ko

ngan!" teriakku dan L

tangan. Ugh ... Tita suka banget. Nanti kapa

ku pun sontak berputar ke sumber su

ocah perempuan yang ingin membelik

edatangan Tita. Bapaknya

.. jangan-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
“Sebelumnya hidupku baik-baik saja. Aman, tentram, damai dan terkendali. Meskipun aku bekerja sebagai publik figur di dunia entertainment. Tetapi aku tidak pernah mencari sensasi agar viral, atau pun terkena gosip miring hingga menjadi headline di akun lambe-lambean. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Thalita Eugenie Alexander. Seorang gadis cilik yang tiba-tiba menarikku ke meja kasir dan ingin membeliku. Lah, dia kira aku ciki atau permen kapas? Seenaknya saja mau dibeli. Namun, berawal dari kejadian itu, hidupku pun mulai kacau setelahnya. Kehadiran Tita dan ayahnya, Aksa Malvino Alexander, si duren sawit berbuntut dua. Perlahan membuat aku mendadak virall. Apalagi, dengan status si duda yang ternyata bukan orang biasa. Makin menjadi saja gosip yang menimpaku setiap harinya. Membuat aku muak, dan ingin sekali resign dari dunia entertainment yang kugeluti. Masalah lainnya adalah, si duda selain narsis parah, juga sangat pemaksa sekali. Aku harus ekstra keras memutar otak dalam menolak lamaran gilanya. "Saya heran, kok ada wanita bodoh seperti kamu?" Heh? Maksudnya? "Padahal ada berlian di depan mata. Bukannya diambil dan disimpan, malah di tolak. Waras kamu?" What the hell! "Saya juga heran sama Bapak. Sudah tahu ditolak, masih aja gigih maksa. Kayak gak ada cewek lain aja diluaran sana. Kenapa? Situ kurang laku, ya?" Nah, emang enak dibalikin? Lo jual, gue borong, Bang!”