icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku

Bab 4 Izin merasakan gula jiwa

Jumlah Kata:785    |    Dirilis Pada: 05/01/2024

an Difa. Bahkan, wanita muda itu tidak marah sa

batnya bersedih disebabkan dia. Wanita itu memeluk Aisyah denga

alahku sudah membuat mas Putra ja

adalah aku! Sebab, menikah dengan mas Putra sudah tida

merenggut kesuciannya. Wanita itu tidak menginginkan hal itu. Na

ria itu merenggut kesucianku. Tetapi semua

ingat ia ada di dalam kamar hotel sendirian tanpa sehelai benang pun. Bahkan, f

pa saat itu. Aku juga tidak bisa membuang pera

adapannya bisa mendapatkan cinta sang suami. Sedangkan di

permasalahan rumah tangganya kepada si

na, aku tahu siapa yang bersalah se

du sambil memegang tangan sang sahabat baik. Ada rasa menyesal da

manya lagi, aku berharap kamu bisa menjadi istri s

ercerai dengan Putra. Namun, di satu sisi ia juga

le

ng cucu yang menangis mencari bundanya. Padahal, Difa

mil susu!" pinta Maryam de

n, menghampiri anaknya dan membawa Muzammil ke tempat tidur.

l itu masih harus mendapatkan asi sang bunda. Sedangkan M

ifa yang ia pikir berbicara yang bukan-bukan pada A

yang bukan-bukan! Kasihan Aisy

takan apa-apa Bu,

langsung pergi dari hadapan sang menantu. Wanita paruh

ikap adil untuk kedua istrimu!" pesan M

kan kepala. Sebab, hatinya tengah gelisah saat ini, membua

g dulu ya," tambah M

bu dengan lembut. Setelah itu, Maryam langsung pergi. Sebab, ti

mar utama untuk meminta izin kepada Aisyah a

h memberikan asi untuk sang anak. Hatinya ter

u harus berani mengatakan apa yang a

Sontak saja membuat wanita muda tersebut terkejut dan langsung bangu

" tanya Aisyah dengan

dian, memegang tangan Aisyah de

tidur bersama Difa malam ini

b, sang suami izin merasa gula jiwa bersama wanita l

elalu mengizinkan tidak perlu meminta izin lagi," jawab

wanita muda itu menampung banyak air a

ang istri dengan lembut. Setelah itu bergega

dada yang terasa sangat sakit membayangkan suaminya me

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
“Hatinya yang tulus, retak seribu bagaikan cermin usang tidak terpakai. Ketika perempuan muda itu mendengar dari bibir kekasih jiwanya. Meminta izin untuk menghalalkan sahabatnya sendiri menjadi madu di dalam biduk cintanya. Aisyah membulatkan tekad di atas sajadah sepertiga malam. Tidak akan mundur. Bahkan, mengizinkan imamnya untuk menikah lagi. Meski dia harus menelan pil pahit sepanjang waktu akan tingkah lelaki yang memberikan permata hati. Selama biduk perahu cintanya berlayar di samudera kehidupan. Sang imam tidak pernah menyayanginya, mencintainya. Bahkan, meneguk nikmatnya gula jiwa pun enggan diberikannya. Hanya diksi sembilu yang hampir sepanjang waktu diuntai untuk perempuan muda itu. Sampai kapan perempuan berparas keibuan itu akan bertahan? Mampukah Aisyah menggenggam keutuhan cintanya? Ataukah harus rela di madu bersama sang sahabat baiknya?”
1 Bab 1 Izin Mendua 2 Bab 2 Sama seperti burung 3 Bab 3 Ijab Kabul Kedua Putra 4 Bab 4 Izin merasakan gula jiwa 5 Bab 5 Ingin mencari tahu kebenaran tiga tahun silam 6 Bab 6 Ingin pindah rumah 7 Bab 7 Patuh kepada suami walaupun hatinya sakit 8 Bab 8 Aku adikmu 9 Bab 9 Ancam Putra 10 Bab 10 Ingin bercerai 11 Bab 11 Jangan katakan aib itu!12 Bab 12 Kalian akan bercerai 13 Bab 13 Gunawan 14 Bab 14 Kesalahannyaku15 Bab 15 Bayang-bayang dirimu 16 Bab 16 Bertahanlah Aisyah!17 Bab 17 Sadar 18 Bab 18 Kesalan Fatal 19 Bab 19 Sangat tulus 20 Bab 20 Keras kepala 21 Bab 21 Undangan pernikahan 22 Bab 22 Sepertinya itu 23 Bab 23 Berbohong 24 Bab 24 Gaun pengantin 25 Bab 25 Pembuktian 26 Bab 26 Sedih27 Bab 27 Sah 28 Bab 28 Tolong 29 Bab 29 Rossela 30 Bab 30 30 31 Bab 31 3132 Bab 32 3233 Bab 33 3334 Bab 34 3435 Bab 35 3536 Bab 36 3637 Bab 37 3738 Bab 38 3839 Bab 39 3940 Bab 40 4041 Bab 41 4142 Bab 42 4243 Bab 43 4344 Bab 44 4445 Bab 45 4546 Bab 46 46 47 Bab 47 4748 Bab 48 4849 Bab 49 Ahkirnya Tamat