icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Hasrat Liar Polwan

Hasrat Liar Polwan

Penulis: Citra Cinta
icon

Bab 1 Hasrat (1)

Jumlah Kata:1549    |    Dirilis Pada: 17/10/2023

ya yang khas, sirine itu menjadi sinyal untuk kami agar sege

emberi tahuladan yang baik kepada masyarakat." kata komandan r

bergegas ke parkiran motor, mengambil kendaraanku. Rasanya birahiku sudah samp

ngsing dan kencang karena hasil latihan fisik rutin yang selalu dilakukan setiap hari. Warna kulitku kecoklatan khas negeri ini, banya

besar. Mereka mengatakan ini karena sosok tubuhku agak bungkuk seperti bongkok udang. Tentu semua omong

nyal pesan masuk. Sambil duduk di jok m

di kontrakkan. Sudah aku siapk

segalanya. Naluri kewanitaanku secara alamiah bangkit bahkan hanya dengan membaca pesan dari

sepeda motorku untuk menuju kontrakan Bryan yang

hur kami untuk menikmati aktifitas bersenggama dan berhak memperoleh kenikmatan yang sama seperti h

u di kediaman Bryan yang cukup mewa

lebih tinggi dariku dan dia berkulit putih. Usianya beberapa tahun di bawahku. Posturnya sangat terja

dengan Bryan Ma

wanita, bulliying dari senior akan sangat sadis bila kedapatan tubuh kami sedik

un stadion kabupaten. Tempat fitnes Jos Gym yang menjadi saksi awal pertemuan aku dengan Brya

Mbak ini aparat ya?" tanyanya dengan

u dengan nada tegas dan ketus kar

asnya sambil menghulurkan tangan,

ku sambil menja

gerakan yang benar?" tawarnya. Lalu tanpa basa-basi dia pun mengambil dumbel terse

jongkok sampai ke bawah ,dengan ini, Mbak bisa membentuk pantat,

muda ini. Bahasanya baik, sopan, tempangnya juga sangat ganteng, bukan lumayan.

sayang tidak mempunyai keberanian untuk mendekati kami. Itulah yang membuat beberapa di antara kami kesulitan untuk menemukan pasangan hidup. Tapi pemuda bernam

ari kaca yang bertebaran di tempat fitnes ini, bagaimana Bryan mencuri-curi pandang terhadap kesintalan tubuhku

in karena ketatnya kaos yang kukenakan, buah dadaku yang tergolong cukup berisi, juga terekspose sec

Tantri" Bryan berkata sambil mengambil b

gerakanny

a olahraga lari mengelilingi asrama, push up, sit up, atau be

gkat kedua tangan Mbak rapat di kepala, terus lengan ditahan. Barbell diturunkan ke be

a pantulan kaca aku bisa melihat kedua tanganku terangkat. Kaos tanpa len

lihat sangat terpesona dengan kedua ketiakku yang mulus tanpa bulu itu. Selain itu posisi

k. Satu.... du

gku berdebar. Posisi kami benar-benar menempel. Dapat kurasakan napas Bryan yang berderu lebih

ng oleh kemolekan tubuhku,' bati

udah sepuluh juga cukup," bisik Bryan di telingaku sa

a aku mudah sekali horny, telebih lagi saat melihat tonojolan di selangkang Bryan yang tamp

h karena habis olahraga, tapi jujur sebenar

a sangat mengagumi kemolekan tubuhku, hingga membuatku sangat terangsang. Atau juga karena tin

ut fitnes di si

ku gak gemuk,"

ksi gini kok d

alau diliat seniorku mas

a pekerj

ngucapkan pikiran negatif yang timbul sendiri. Mungkin karena peras

Tantri, namanya Bryan, hehe,

ak cowok kebanyakan yang lainnya," timpalku sam

pesial. Kami melangkah pulang ke rumah masing-mas

adi semakin rutin aku lakukan. Setiap sore aku datangi Jos Gym untuk berlatih.

tahu kalau sebenarnya rumah kami berdekatan. Jarak rumah

enakan baju ketat tanpa lengan yang membuat lekuk tubuhku terlihat. Bahkan yang juga membuatku mal

nar-binar matanya. Sering ketika kami sedang berdua santai, Bryan t

mungkin yang membuat Bryan semakin berbinar adalah dadaku terlihat semakin berisi akibat

nya. Sering terjadi ketika di asrama, gairahku meninggi kususnya pada malam hari. Biasanya menjelang tidur dengan libido

bahwa sahabatnya tidur tanpa sehelai benang pun. Buatku pribadi pengalaman tidur tel

ei kasur dan sensaninya luar biasa. Celana dalam yang melekat di daerah kewanitaanku

kur rambut-rambut yang tumbuh di arena intim dan ketiakku, dan melumur

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Polwan
Hasrat Liar Polwan
“Kebutuhan biologis adalah manusiawi. Tak perduli dia berprofesi apa dalam dunianya, namun nagkah batin jelas tak mengenal tahta, kasta maupun harta.”