icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Bab 3 Istri Menjadi Adik Perempuan

Jumlah Kata:659    |    Dirilis Pada: 16/10/2023

lum mengakui pernikahan mereka secara terbuka, mereka hi

as dan dasi untuk Trisna, setelah itu m

Trisna akan meluangkan waktu untuk menel

ukan satu sama lain, lalu terkadang mandi bersama dan s

Trisna selalu memberinya hadiah yang berkesan tanpa pernah melewatkan satu pun. Apa pun yang Sinta inginkan, di

Sinta terbuai dan merasa yakin bahwa hari-hariny

bali dan Sinta bisa merasakan akh

didengarnya di telepon ke

sudah saling

penuh berduaan dengan alasan seda

pulang ke sini

sna menghabiskan w

nya, Sinta merasa hatinya terjerumus ke dalam juran

ah bercerai, aku akan menganggapmu sebagai

a selama tiga tahun, tetapi pada akhirnya, pria ini berkata akan mengan

anti," ucap Sinta yang memalingka

engan tatapan Sinta yang dalam dan intens saat dia ber

saat dia berkata, "Sudahlah. Desain untuk pakaian musim mendatang telah dirilis. Tadin

rlu memberi tahu Trisna b

ma kasih sudah

a seakan terlahir untuk menjalani pekerjaan ini. Produk apa pun yang dia tangani, baik itu perhia

diri sebelum berkata, "Aku hanya melakukan pekerja

melangkah dengan mantap sambil berusaha

a-sama," ucap Trisna, lalu dia naik k

kin Trisna masih bisa bersikap tenang setelah meminta cerai, dan bahkan mengajaknya

t sedang bersamaku," ucap Sinta sambil buru-buru melangkah keluar karena takut dirinya ak

kahi Sinta karena dia berpikir bahwa Sinta

sih berada di dalam kandungannya, seorang anak

eranjak pergi, Trisn

alam mobil. Alih-alih menyalakan mesin, dia malah membuka Status Wh

bagi sesuatu di media sosial, tetapi ada beberapa

lam dengan judul yang berbunyi, "Selamat datang kembali, Gisel! P

mbil merupakan klub tempat

tes air mata jatu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
“Sinta butuh tiga tahun penuh untuk menyadari bahwa suaminya, Trisna, tidak punya hati. Dia adalah pria terdingin dan paling acuh tak acuh yang pernah dia temui. Pria itu tidak pernah tersenyum padanya, apalagi memperlakukannya seperti istrinya. Lebih buruk lagi, kembalinya wanita yang menjadi cinta pertamanya tidak membawa apa-apa bagi Sinta selain surat cerai. Hati Sinta hancur. Berharap bahwa masih ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki pernikahan mereka, dia bertanya, "Pertanyaan cepat, Trisna. Apakah kamu masih akan menceraikanku jika aku memberitahumu bahwa aku hamil?" "Tentu saja!" jawabnya. Menyadari bahwa dia tidak bermaksud jahat padanya, Sinta memutuskan untuk melepaskannya. Dia menandatangani perjanjian perceraian sambil berbaring di tempat tidur sakitnya dengan hati yang hancur. Anehnya, itu bukan akhir bagi pasangan itu. Seolah-olah ada penghalang jatuh dari mata Trisna setelah dia menandatangani perjanjian perceraian. Pria yang dulu begitu tidak berperasaan itu merendahkan diri di samping tempat tidurnya dan memohon, "Sinta, aku membuat kesalahan besar. Tolong jangan ceraikan aku. Aku berjanji untuk berubah." Sinta tersenyum lemah, tidak tahu harus berbuat apa ....”