icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bekas Luka Ikatan yang Hancur

Bab 2 Ayo Bercerai

Jumlah Kata:591    |    Dirilis Pada: 16/10/2023

," jawab

bis minum?"

sedikit den

emenuhi ruangan. Sinta, yang sedang beri

g besar mendarat di pinggang Sinta dan menelusuri lekuk tub

am sambil menepis tangan itu. Jauh di lubuk hatinya, dia taku

p di punggung Sinta diikuti dengan su

nyergapnya, Sinta langsung

dak ada seorang pun di sebelahnya dan hanya tersisa sep

ertidur begitu cepat? Akan tetapi, ini tidak masalah

untuk Trisna. Mengingat kabar gembira tentang kehamilannya, dia memilih d

gan mengenakan piama. Melihat Sinta turun dari tangga, dia

, lalu berkata dengan penuh harap dan kebahagi

iran buah hati pasti akan

gatakan sesuatu pad

an," ucap Sinta sam

dokumen itu pada Sinta sambil berkata, "Sinta, ayo kita bercerai. Ini adalah surat

dengan ekspresi kaget. Sesaat, pikirannya menjadi

nemukan suaranya dan mengulangi kata

tiba meminta cerai? Oleh karena itu, Si

ipublikasikan. Karena tidak ada cinta di antara kita berdua, sebaiknya kita akhiri saja

nya terasa sesak sehingga di

dak mu

bergabung dengan Keluarga Bianto pada usia enam belas tahun sampai sekarang. Me

dipaksakan karena dia menginginkannya. Namun,

uaranya tetap tenang saat bertanya, "Apa tiga tahun terakhir hubungan kita tidak berjalan dengan baik?

membuat k

kek nene

n menang

na jika

rinya sedang hamil, tetapi pria menyela

ti sebilah pisau yang menghun

u dengan linglung, Sinta berkat

song. Alasan sebenarnya mengapa Trisna menceraikan Sinta ada pada k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
“Sinta butuh tiga tahun penuh untuk menyadari bahwa suaminya, Trisna, tidak punya hati. Dia adalah pria terdingin dan paling acuh tak acuh yang pernah dia temui. Pria itu tidak pernah tersenyum padanya, apalagi memperlakukannya seperti istrinya. Lebih buruk lagi, kembalinya wanita yang menjadi cinta pertamanya tidak membawa apa-apa bagi Sinta selain surat cerai. Hati Sinta hancur. Berharap bahwa masih ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki pernikahan mereka, dia bertanya, "Pertanyaan cepat, Trisna. Apakah kamu masih akan menceraikanku jika aku memberitahumu bahwa aku hamil?" "Tentu saja!" jawabnya. Menyadari bahwa dia tidak bermaksud jahat padanya, Sinta memutuskan untuk melepaskannya. Dia menandatangani perjanjian perceraian sambil berbaring di tempat tidur sakitnya dengan hati yang hancur. Anehnya, itu bukan akhir bagi pasangan itu. Seolah-olah ada penghalang jatuh dari mata Trisna setelah dia menandatangani perjanjian perceraian. Pria yang dulu begitu tidak berperasaan itu merendahkan diri di samping tempat tidurnya dan memohon, "Sinta, aku membuat kesalahan besar. Tolong jangan ceraikan aku. Aku berjanji untuk berubah." Sinta tersenyum lemah, tidak tahu harus berbuat apa ....”