icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

RAHASIA IBU MERTUAKU

Bab 5 Keputusan Mas Harto

Jumlah Kata:1002    |    Dirilis Pada: 20/09/2023

bukan?" tanya

niat menempelkan telingaku di daun pintu. Baru saja me

n bokong lebih dulu

kaa.

g, suara yang meminta pintu dib

da siapa pun. Aku merangkak maju mendekati pintu. Rasa penasarank

ara itu, menarik tangan

tihku, memeg

empat tidur. Pandanganku langsung tertuju

. Entah sejak kapan aku tertidur. Baju tidurku terasa basah. Mungk

Tok...

buka pin

ingatanku. Aku seperti mengulang kejadian tadi saat di mimpi. Perlahan aku turun

kamu?" ta

uka pintunya Yank

u. Berharap, jika yang ada di

Yank?" tanya mas Harto, melenggang m

ku. Dia benar-benar mas Harto. B

o. Aku gegas mengunci pintu kamar. Taku

u. Kamu kenapa sih?" tanya mas Harto,

di cuma mimpi buruk," sahutk

elah itu. Mas Harto memintaku

u untuk i

menggelar sajadahnya, karena meman

elesai. Awalnya aku ingin ikut, tapi sudah terla

ku, lalu berganti ke arah gelas susu yang ada di atas meja. Mimpi yang terla

um diminum?" tanya mas Harto, me

ku asal. Padahal aku tida

ertaut. "Ini tadi hangat, kalau sudah

ku. Malu sekali rasanya ketahuan berboh

erangkat ingin meminumnya. Ma

rah kenapa?" tanya mas Harto,

u memandang pergelangan tanganku juga. Mema

ua itu nyata? Bekas merah ini aku dapat saat

? Kamu kenapa sih?" Mas Harto terus me

Bagaimana mau menjelaskan, aku saja tidak

takannya, apa Mas

diam, lalu mengangguk

ik sosok menyeramkan di depan pin

gang. "Besok kita cari rumah kontrakan, a

l keputusan seperti itu? Aku kan cuma cerita masa

pi,

Keputusanku sudah bulat. Besok kita cari rumah se

n kamu nanti bagaimana? Kalau kita kembali ke

gunanya sekarang. Keputusanku sudah bulat. Aku bisa kerja, di manapun aku t

perihal mimpi, dia sampai bersikap tegas seperti ini. Memangnya apa yang sal

lemari baju. Tas besar sudah aku keluarkan. Dengan sangat

rah?" tanya mas

wal sudah aku katakan, kita mengontrak saja. Tapi kamu tidak

bukannya tidak mau tinggal sendiri. Aku hanya ingin merasakan kasih sayang orang tua. Itu saja Mas. Dan, aku mendapatkannya di

Di usiaku hampir empat tahun, aku sudah kehilangan kedua orang tua. Aku bahkan tidak pernah bisa mengerti, bagaimana rasanya. Ibu dan bapak mertuaku sangat baik. Merek

u disuruh memilih, tentu saja aku memilih kembali ke rumah peninggalan orang tuaku dari pada harus mengontrak. Di sana ada

rto lirih. Mungkin ia m

tidur," sahutku, berlalu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka