andi tengah mengunyah roti dengan selai nanas
ada yang lihat dia gi
g kamu pakai taksi onli
Randi, karena sudah diwakilkan oleh mertuaku yang s
daguku yang sedari tadi tidak berani
alas dengan
u aja..." Tambahku. Lalu, aku melanjutkan m
gan lebih dari jam 6 deh. Kalo ternyata lebih dari
uh tekanan lahir batin, gak kebayang bagaimana jadinya jika aku
b dong, punya mulut kan?" Teriak Airin yang begitu murk
Ma... Maaf..."
*
sudah lama ker
. Kenapa emangnya?" Randi yang merasa berhak tau akan istrin
pesialnya lagi di kantor lo..." Ia menorehkan wajah bahagia dengan senyuman tipis disudu
a gimana?" Randi sedikit m
gue dong. Bingung banget menyimpulkan
sy kalo ternyata di masa lalunya mereka h
unya suami
minum jelas saja l
... u
rsy langsung sigap merebut dan meminggi
gan dokumen yang sedang ditandatangani oleh Arsy. Sebab jika dokumen tersebut ketumpahan, mak
e tangkas banget anaknya dari
anyaan gue tentang Claire...." Lagi, Arsy
tanya lo teman sekolah dia..." Randi langsung menyerocos seolah g
lang. Lagian kan lo bosnya, gak mungkin lo gak tau do
h. Kenapa
m doang lo muter-muter dulu ya So
arah obrolan dari sahabatnya ini. Namun, ia juga tidak berdaya untuk mengung
a kesempatan!" Serunya seolah menyemangati diri sendiri. Rand
uka Claire lagi..." Ger
*
Ini Arsy, sib
uasi yang berbeda. Ya meskipun aku juga tidak bisa lagi meladeninya bahkan sebagai teman sekalipun, n
rim dokumen ke kant
kemudian ia memba
n nomor bisnis. Jadi stop sebut gue Bapak, kar
pesannya ini sudah
ng, dan terlihat nama yang
ih untuk langsung telfon. Bagus deh, karena aku pun merasa bersalah jika harus berhubu
pa?" Aku langsun
ner
inner. Sopan santun lo udah gak ada sekarang?" Kage
jadi ngomel...." Iya dia masih ha
gg... e
lebihi siapapun, Claire.." Suar
.." Aku menyerah karena tidak ingin
i deh jadi bisa gak malam ini dinner, Princess
" Balasku karena aku ingat sore ini aku t
a gak
a kita coba agendakan lagi. Malam ini dan
o udah gak pernah pulang malam lagi?" Jawaba
rang ya lebih milih untuk pulang sore daripada malam.."
ena angin malam, Claire..." Pria ini masih kekeh dengan keinginannya.
k nafas dan menghembuskan nafas yang cukup panjang untuk mengontrol emosiku. Bag
ust let me know aja ya. Gue pasti bisa kapan aja, asalkan lo jangan benci gue
*
e. Dengan sigap, aku langsung membereskan semua perlengkapanku untuk pulang, lalu memasuki rua
......" Aku sudah menggerutu dengan cukup kuat, tapi sang sopir taksi j
an gak mau
/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)